CEO TAMPAN ITU SUAMI KU

CEO TAMPAN ITU SUAMI KU
Episode 66


__ADS_3

Episode 66


Dipta berangkat bekerja bersama Justin seperti biasanya. Tetapi hari ini berbeda jika biasanya mereka menggunakan mobil yang sama, maka tidak seperti itu lagi. Justin membawa mobil yang biasa dia pakai. Sementari Dipta memakai mobil baru yang ada di garasi mereka. Itu adalah mobil yang diberikan Wijaya kepadanya saat dia kembali lagi kerumah mereka. Hanya saja dia tidak pernah memakai mobil tersebut.


Setelah menghabiskan sarapan paginya Dipta dan juga Justin akan segera berangkat ke kantor untuk bekerja seperti biasanya. Perusahaan mereka sudah menjadi dua. Dan Dipta tidak lagi mengurus cabang perusahaan melainkan perusahaan utama di bidang design.


"Kau saja yang mengendari mobil" ucap Justin saat mereka barus saja selesai sarapan dan akan segera berangkat bekerja.


"Tidak. Aku akan memakai mobil lain di garasi" jawabnya dan dia mendahului langkah Justin


"Itu bagus. Kau akan lebih banyak menghabiskan waktu luang mu bersama calon istrimu" ledek Justin.


"Siapa yang ingin menghabiskan waktu bersamanya? aku hanya ingin membawa mobil itu saja." ucap Dipta.


"Siapa yang tahu isi hati mu" ledek Justin kembali, dan dia pun melangkahkan kakinya.


"Terserah mu saja" Dipta tidak ingin berdebat pagi ini. Dia sudah cukup lelah dan banyak pikiran,memikirkan nasipnya yang sudah di jodohkan.


Wijaya sudah memberi tahu Justin kalau kemarin dia menggantikan Dipta adalah hanya bagian dari rencana mereka, supaya Dipta menerima pernikahan itu. Tetapi Wijaya juga menantikan Justin menikah setelah resepsi pernikahan Dipta dilaksanakan.


Di ruangan kerja rumah Wijaya.


"Bagaimana perusahaan kalian?" Tanya Wijaya pada Justin yang masih sibuk dengan email dan berkas dihadapannya.


"Seperti biasa yah,,, setiap hari laporan menumpuk, dan beberapa pertemuan klien lain juga memeriksa proyek perusahaan.


"Jangan terlalu dibawa beban, sesekali kau bisa mengistirahatkan diri mu" ucap Wijaya.

__ADS_1


"Iya ayah" jawab Justin, supaya dia bisa fokus pada pekerjaannya saat ini dan dia bisa beristirahat.


"Maafkan ayah karena membawa mu dalam perjodohon Dipta tadi" ucap Wijaya,


"Bukan maksud ayah memperlakukan mu sebagai tameng, itu hanya untuk mengancam Dipta supaya dia menerima perjodohan itu" lanjutnya.


"Justin mengerti yah,, tidak masalah" jawab Justin.


"Setelah resepsi pernikahan Dipta selesai, maka kau yang selanjutnya. Bawa dan perkenalkan lah wanita mu kepada kami, jika tidak aku dan bunda akan mencarikan mu jodoh juga" ucap Wijaya menohok hati Justin.


Justin berfikir kalau dia digunakan batu loncatan tidak masalah. Dan sudah selesai sampai disana saja. Tetapi tidak. Ternyata ayahnya juga memaksanya untuk menikah.


"Akan sesegera mungkin yah" jawab Justin sembarang saja. Karena tidak mau memperpanjang masalah ini lagi.


####


Dia pun memasuki ruangan Alle, dan tidak ada juga tas kerja yang biasa di pakai oleh Alle. Dia merogoh ponselnya, masih ada beberapa menit lagi jam kantor bekerja. Dia pun menunggunya di sofa yang ada di ruangannya.


Satu menit. Lima belas menit. Dan akhirnya setelah menunggu tiga puluh menit kemudian Alle juga tidak kunjung datang. Dipta menarik nafas kasar dan menghembuskannya. Karena tidak ada Alle rasa dia tidak memiliki selera untuk bekerja hari ini.


Dia pun berlalu dari ruangan tersebut. Dia menemui karyawan yang ada di luar ruangan kerjanya. Menitipkan setiap pekerjaannya kepada karyawan disana. Supaya mereka menghandlenya. Kemudian dia menuju mobil diparkiran gedung besar tersebut.


"Tolong urus semua berkas ini" ucap Dipta kepada salah satu karyawan disana.


"Berkas apa ini pak?" tanya karyawan itu yang terbata karena terkejut ketika Dipta menemuinya.


"Mati sudah aku. Apa aku telah membuat kesalahan?" batin karyawan tersebut.

__ADS_1


"Ini berkas proyek untuk minggu depan. Segera selesaikan. Dan jika ada rapat tolong kau urus semuanya" titah Dipta tanpa ingin ada pertanyaan lagi.


"ba..baik pak" jawab karyawan itu masih bingung.


Dipta pun segera berlalu dari sana setelah menyerahkan berkas bertumpuk pada salah satu karyawannya. Bagaimana tidak, dia adalah bos, sehingga dia bebas untuk melakukan apa pun.


Dia melajukan mobilnya tanpa arah yang pasti. Hanya saja dia ingin menenangkan pikirannya. Melihat setiap laporan pekerjaan dan juga email pekerjaan membuatnya merasa muak. Sehingga dia menginginkan refresing.


Dia menghentikan mobilnya saat terlihat lampu merah di jalanan itu. Dia mengotak atikkan ponselnya sembari menunggu lampu merah berganti.


Dia tidak segaja melihat foto Alle yang pernah dia ambil sebelumnya. Dia pun mencari kontak Alle. Dia akan menghubungi Alle.


Tut tut tut


Begitulah nada sambung terdengar dari ponsel tersebut. Lama sambungan tersebut tidak di terima oleh orang yang dia hubungi. Setelah beberapa deti barulah sambungan telepon itu terhubung.


"Ada apa?" Tanya Alle diseberang sana, yang sudah menyambungkan telepon mereka.


"Kenapa kau terus saja berteriak seperti itu kepada ku?" tanya Dipta, yang sudah menjauhkan ponselnya dari daun telinganya karena suara Alle yang akan meledakkan gendang telinganya.


*Bersambung


Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga 😄😄😄


Ayo para readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini 🤗😍


Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah😍😍🤗

__ADS_1


__ADS_2