
Episode 42
Dipta pun melajukan mobilnya ke arah tokoh yang dimana kue pesanan bunda mereka akan membelinya. Dengan bantuan petunjuk arah Justin akhirnya mereka pun telah tiba di tokoh kue andita dengan secepat mungkin.
Dipta memarkirkan mobilnya di tempat parkiran tokoh dan sepertinya mereka sedikit berselisih tentang siapa yang akan membelikan kue, bukan kah itu terlalu kekanak- kanakan? Tidak mengerti bagaimana kedua manusia ini.
"Kenapa masih disini, sana belilah kue pesana bunda" ucap Dipta yang melihat Justin bersandar di kursinya dan memejamkan matanya.
"Kau saja, aku sungguh kelelahan hari ini" ucap Justin.
"Sepertinya kau terlalu banyak bermain dengan wanita hari ini" Dipta tersenyum mengejek Justin. Tetapi yang di ejek tidak bergeming sama sekali.
Lihat saja siapa yang akan menang kali ini" batin Dipta tersenyum jahat melihat Justin memejamkan matanya bersandar di kursi.
"Batu, gunting, kertas" ucap Dipta tiba- tiba, berharap dia akan menang jika melakukan suit yang tiba- tiba, dan kondisi Justin yang sedang tertidur.
"Set" ucap Dipta. Dia memperhatikan cukup lama tangan yang berada di hadapannya. Dimana dia memposisikan tangannya sebagai kertas dan Justin dengan posisi gunting. Kalah sudah dia.
Justin yang mendengar tidak ada respon dari Dipta, pun membuka matanya, mengintik siapa yang menang saat ini, terlihat lengkungan sempurna di wajahnya, pertanda dia senang karena dia yang memenangkan suit itu.
"Sepertinya situasi berpihak kepada ku saat ini Dude, segeralah beli bolu itu, bunda sudah menunggu kita" ucap Justin yang sudah memejamkan mata kembali.
"****" umpatnya dan kemudia keluar dari mobil untuk membeli pesanan sang bunda. Sementara Justin tertidur di dalam mobil. Sepertinya banyak hal yang dia pikirkan saat ini.
####
"Tante, lihat lah gambar ini" ucap Hans antusias menunjukkan gambar yang dia buat saat itu, dan mewarnainya, di temani oleh Alle juga. Sesekali dia menerima orang yang datang membeli kue di tokoh itu.
__ADS_1
"Wah sangat bagus, dimana kamu mempelajari ini?" ucap Alle, karena merasa kagum melihat gambaran di kertas yang di tunjukkan oleh Hans,.
"Aku melihatnya di Y**t**e tante, kita selesai belajar, mami akan memperlihatkannya kepada ku" ucap Hans.
Yah siapa yang heran lagi, jika anak itu pandai menggambar, sementara maminya juga berada dalam bidang itu, pasti juga anaknya akan mewarisi keahlian sang ibu.
Ting
Tiba- tiba bel di meja kasir berbunyi, segera Alle pun menghampiri pelanggan tokoh itu dan Hans juga mengikuti Alle, dengan sendirinya. Alle melihat siapa yang datang saat itu. Ah betapa malasnya dia jika berurusan dengan pria itu lagi, tidak di kantor dan sekarang di tokoh ini, sungguh menyebalkan" pikir Alle. Siapa lagi kalau bukan Dipta saat ini yang berdiri di depan kasir.
"Ada yang bisa saya bantuk pak?" sapa Alle, menghampiri pelanggan itu. Dipta yang mengalihkan pandangannya melihat Alle pun terkejut.
"Kenapa kau disini? Apa kau mengikuti ku? Mau balas dendam terhadap ku?" ucap Dipta.
"Heh, siapa yang melahirkannya Tuhan? Sungguh malang orang itu mempunyai anak seperti ini" ucap Alle dalam hatinya, dia melirik tidak suda dengan Dipta yang mulai merancau kemana- mana.
"Hei anak kecil, kenapa kau ikut campur. Anak kecil harus belajar di rumah saja. Tidak usah mengurusi urusan orang dewasa" jawab Dipta menatap tajam Hans.
Ada perasaan tidak suka di hati Dipta saat melihat Hans memeluk Alle dangan erat. Ingin rasanya dia menyingkirkan anak itu dari pelukan Alle saat ini.
Tetapi dia segera menepisnya dan kembali mengingat tujuannya ke tokoh tersebut.
"Bungkuskan untuk ku bolu kacang" ucap Dipta masih menatap tajam ke arah Hans, yang di tatap pun tidak kalah dengan tatapannya. Malahan semakin tajam saja, sementara dia masih anak- anak.
"Ini pak pesanan mu" ucap Alle, yang sudah selesai mengemas pesana Dipta, dan Dipta memberikan tarif kue tersebut, tanpa mengalihkan tatapannya pada Hans.
Setelah itu, Alle yang menyadarinya pun geleng- geleng kepala, apa bosnya itu akan berantam dengan seorang anak kecil di pangkuannya? Pikirnya.
__ADS_1
"Terimakasih pak, silahkan berkunjung kembali" ucap Alle, supaya adu tatap di antara kedua laki- kali itu berakhir.
"Jangan menggendongnya lagi, dia sudah besar" ucap Dipta melirik Alle sebentar dan mengalihkannya lagi kepada Hans.
"Aku bisa menciumnya seperti ini" tatapan tajam HansHans seperti memamerkan keuntungan yang dia punya, Hans mencium pipi Alle, bermaksud mengejek paman yang di depannya, dia tidak suka.
"Berani sekali kau anak kecil" ucap dipta dalam hatinya. dia di buat kesal karena sikap anak di pangkuan Alle tersebut. Hans memang mencium pipi Alle berulang kali. Sementara Alle hanya fokus terhadap kasit yang sedang berkutat untuk menbayar tarif dari Dipta. karena Dipta memberikan kartu untuk menbayarnya.
"Kau berani sama ku? Aku punya tante Alle untuk melawanmu" seperti itulah arti dari tatapan Hans kepada Dipta yang sedang juga menatapnya. Hans menjulurkan lidahnya pertanda mengejek Dipta.
"Kau benari pada ku? awas kau!!" ucap Dipta menggerakkan ibu jarinya di leher seperti menyayat. dan berbicata tanpa suara kepada Hans. Hans bukan nya takut, malah mengukagi kembali mencium Alle, dengan gemas, dan menjukurkan lidahnya kembali pada Dipta.
"Mau apa kau?" tanya Hans yang juga ikut- ikutan berbicara tanpa terdengar, dan mengikuti gerakan Dipta menyayat leher. Sepertinya mereka di takdirka untuk bermusuh.
Bagaimana tidak, hari ini adalah pertemuan pertama mereka. Dan sudah terkesal tidak baik. walaupun mereka tidak kenal sama sekali, tetapi mereka berani saling mengancam satu sama lain. Apa artinya itu? apa mereka saling berebut wanit di antara mereka saat ini. Tidak ada yang tau akan hal itu.
"Awas kau anak kecil" ucap Dipta dan segera berlalu dari tokoh itu. Semakin dia berada disana bisa saja dia akan menghabisi anak kecil itu, dan itu sungguh tidak mungkin untuknya yang sudah berumur.
Dia pun memasuki mobil dan menutup pintu mobilnya dengan kasar, dia sunggu panas di buat anak kecil itu. Dia pun melajukan mobilnya menuju rumah kediaman wijaya.
*Bersambung
Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga 😄😄😄
Ayo para readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini 🤗😍
Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah😍😍🤗
__ADS_1