
Episode 34
Saat melihat semua karyawan di lantai 15 yang mana tempat dia bekerja dan juga tempat ruangan kerjanya membeku, kaku tidak merasa bebas dengan pekerjaannya.
Alle mengedarkan pandangannya. Dia pun menemukan siapa dalang dari semuanya itu. Dia melihat bos gila duduk dengan kaki menyilang dan tangan menyilang di depan dada. Dipta adalah orang yang menyebabkan mereka menjadi merasa tidak nyaman.
Alle menggeleng- gelengkan kepalanya, tidak habis pikir, bagaimana bisa dia masih ketakutan dengan candaanya di hari- hari lalu. Alle pun menghampiri Dipta yang duduk dk sekitar karyawan lainnya.
"Pqk, kenapa anda disini? Kenapa tidak masuk ke ruangan anda?" Tanya Alle yang sudah mendekat kepada Dipta.
"Bagus kau sudah datang. Mari masuk" jawab Dipta yang melihat Alle sudah berada disana.
Dipta segera bera jak dari duduknya dan berjalan menuju ruangannya. Dia meninggalkan Alle di belakang, sementara Alle hanya merasa jengkel dengan perlakuan bos gila itu. Alle pun mengikuti Dipta memasuki ruangan mereka.
####
Didalam ruangan setelah mereka masuk, Dipta tiba- tiba marah tidak tahu kenapa. Tidak ada angin, tidak ada badai, kenapa tiba- tiba saja moodnya menjadi buruk.
"Kenapa kau lama sekali? Kau tidak tahu pekerjaan ku sangat banyak?" Suaranya sedikit meninggi karena merasa kesal.
"Kan bapak bisa mengerjakannya, kenapa malah bersantai di luar tadi?" Ucap Alle, dia merasa tidak bersalah. Karena Dipta bisa bekerja sendiri.
"Kau sudah tahu, ruangan ini menakutkan, bagaimana bisa kau meninggalkan ku sendirian disini?" Ucapnya lagi,
"Hadeh!!" Alle menepuk jidatnya. Si bos gila sudah kembali pada mode child nya. Alle pun berlalu dari sana dan masuk ke dalam ruangannya.
"Hei!!! Aku belum selesai bicara. Kembali kesini!" teriak Dipta, tetapi Alle menghiraukan dia. Sudah bisa Alle mengalami hal seperti ini.
Dipta hanya akan menyampaikan hal yang sama bahwa dia tidak bisa meninggalkan nya sendirian di ruangan itu.
Alle pun fokus pada pekerjaannya. Banyak yang akan dia kerjakan hari ini, belum juga pekerjaan bos gilanya yang sudah tertunda tadi sebelum dia masuk ke ruangan itu.
####
__ADS_1
Sudah lama Alle berkutat dengan komputer dan berkas- berkas di meja kerjanya. Dia berdiri ingin segera beranjak dari meja kerjanya tersebut. Bermaksud untuk mengantarkan berkas ke ruangan divisi perhiasan.
Dia memengang beberapa berkas dan segera keluar dari ruangannya.
Ketika dia hendak menuju pintu keluar dari ruangan besar itu, Dipta tiba- tiba mengejutkannya. Sehingga dia menghentikan langkah dan mengurungkan niatnya akan keluar ruangan.
"Alle. Kau mau kemana?" teriak Dipta memanggil Alle,
"Mengantarkan berkas ke devisi perhiasan pak" ucap Alle dan melangkah kembali. Belum sembat melangkah untuk yang ke dua kali, dia sudah di teriaki oleh Dipta.
"Jangan bergerak" ucapnya
"Biarkan devisi perhiasan yang datang ke ruangan ini untuk menjemputnya" ucap Dipta
"Mereka sibuk pak, dan akan membutuhkan waktu lama untuk mereka datang kesini. Biarkan saya mengantarnya karena saya sudah menyelesaikan nya" ucap Alle. Alle kemudian melangkah untk ke tiga kalinya.
Belum langkah ke empat Alle sudah di teriaki kembali. Alle merasa kesal dengan tingkah kekanak- kanakan bosa gila itu. Alle pun membalikkan tubuhnya ke arah Dipta.
####
Mau tidak mau dia harus menurutinya. Pricil keluar dari mobil yang membawanya ke kantor. Dia akan di antar oleh Leo sedikit lebih jauh dari perusahaan. Dia tidak ingin orang kantornya mengetahui jika dia putri dari keluarga Wijaya, dia akan di perlakukan berbeda. Pricil ingin magangnya bejalan dengan lancar seperti oranglain pada umumnya.
"Kak Leo, jangan memberitahukan ini kepada ayah dan bunda, yah"
"Apalagi dengan kedua kakak ku, bisa di kurung jadinya nanti" ucap Pricil kepada Leo
"Siap nona" Leo sudah biasa dengan hal seperti itu. Tetapi dia tetap memantau Pricil supaya aman dan selamat. Leo sebenarnya melaporkan setiap kegiatan Pricil, semua keluarganya tahu apa yang dia lakukan. Tetapi keluarganya tetap mengijinkan itu, jika Leo mengawasi Pricilya.
Pricilya sudah memasuki perusahaan tersebut. Dia berjalan dengan cepat supaya tidak terlambat ke ruangan pekerjaannya. Saat dia ingin menuju meja kerjanya, dia bertabrakan dengan seseorang. Badan besar yang menabraknya, membuat Pricil harus tersungkur di lantai.
Bbbrruukk
"Ahk!!! Sssssshhhh, sakitnya" Pricil memegang bokongnya yang terbentur ke lantai, karena benturan tersebut membuatnya merasa kesakitan.
__ADS_1
"Kamu tidak apa- apa?" Seseorang mengulurkan tangannya untuk memberikan dia bantuan.
Pricil mengangkat kepalanya melihat tangan siapa gerangan yang berada tepat di depannya.
"Mari saya bantu, Maafkan saya tidak berhati- hati" ucap orang tersebut. Masih menawarkan bantuan kepada Pricil.
Pricil yang melihatnya merasa jengah, tetapi dia juga menerima bantuan orang tersebut.
Saat Pricil menerima jabatan tangan itu sebagai pertolongan. Pricil di buat kesal kembali olah orang tersebut. Apa sebenarnya tujuan dari manusia ini? Pikiran Pricil yang ingin memukul orang tersebut.
"Kevin" laki- laki itu dengan sempatnya memperkenalkan diri, padahal sebelumnya dia ingin membantu Pricil untuk berdiri kembali.
"Jika tidak ingin membantu ,jangan menawarkan" ucap Pricil cuek dan melepaskan tanganya yang sempat menyambut tangan laki- laki itu.
"hahaahahahah, Aku hanya bercanda, mari ku bantu" Ucapnya kembali, yang langsung menggapai tangan Pricilya dan membentunya berdiri.
"Terimakasih" ucap Pricil ketus dan segera menuju meja kerjanya.
"Apa kamu baik- baik saja?" tanya Kevin memastikan bahwa Pricilya baik- baik saja dan dia tidak harus mengganti rugi di lain waktu nantinya.
Pricilya melihat lelaki itu. Dia mengerutkan keningnya, merasa bingung apa yang di maksud oleh Kevin itu?
"Anda bisa melihat saja tidak kekurangan apa- apa kan?" penyataan Pricil sudah menjelaskan apa yang di inginkan oleh lelaki yang bernama Kevin di hadapannya itu. Pricil baru pertama kali melihat orang itu di perusahaannya.
"Aku hanya memastikan bahwa bidadari di hadapan ku ini baik- baik saja" ucap Kevin dan mengedipkan satu matanya untuk menggoda Pricil.
Pricilya yang melihatnya ingin muntah. Sungguh banyam playboy cap kadal di dunia persilatan ini. Jadi dia sudah biasa menghadapinya. Pricil pun mengacuhkannya.
*Bersambung
Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga 😄😄😄
Ayo para readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini 🤗😍
__ADS_1
Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah😍😍🤗