
Episode 22
Flash back 😆
Di dalam ruang direktur perusahaan baru groul HJ terlihat Dipta merasa senang telah berhasil mewawancarai perempuan yang mengalihkan perhatian nya saat di dalam ruangan wawancara.
"Jabatan apa yang cocok dengan pempuan itu?" Dia melihat kembali cv lamaran Alle saat itu.
"Allessa Viery Martin. Apa yang akan menjadi jabatan mu" tanya nya seperti orang gila. Padahal cuman dia sendiri yang berada di dalam ruangan itu. Dipta menghubungi salah satu tim HRD ke ruangan nya.
Setelah itu, tidak beberapa lama tim HRD pun sudah datang ke ruangan nya.
"Periksa cv lamaran ini dan putuskan di bagian mana orang itu yang cocok. Sekarang" ucap Dipta menyerahkan cv Alle kepada HRD tersebut.
"Setelah di lihat. Dia cocok di devisi disign busana atau perhiasan pak" jawab HRD itu. Memang cv lamaran Alle memilih kedua devisi itu.
"Tidak jangan itu" jawab Dipta. HRD itu di buat bingung kenapa tidak, padahal cv pelamar jelas- jelas dalam devisi busana dan perhiasan.
Tiba- tiba saja HDR tersebut mempunyai ide gila. Dia ingin mengerjai atasan nya tersebut. Karena cv yang dia periksa tadi adalah perempuan. Maka muncul ide licik di otak nya.
"Pak kenapa tidak jadi sekretaris pribadi bapak saja?" Ide HRD tersebut. Dia berharap atasan nya itu marah dan kesal. Supaya dia cepat berlalu dari sana dan kembali bekerja. Karena dia masih ingin mengerjakan pemeriksaan berkas hasil wawancara tadi.
"Nah itu ide yang bagus. Jadikan dia sekretaris pribadi ku. Urus semua keperluan untuk itu" jawab Dipta sangat setuju dengan itu.
HDR itu menepuk jidatnya bukan seperti yang dia harapkan. Melainkan atasan nya itu sangat antusias dengan ide nya. Apa yang dia bisa lakukan? Akhirnya dia pun menyetujui nya.
"Bawa berkas ini semua. Lakukan seperti apa yang aku katakan" kata Dipta menyerahkan berkas cv yang dia wawancarai tadi.
"Baik pak" jawab HRD itu dengan pasrah dan segera berlalu dari sana.
Dan akhirnya Alle pun di terima sebagai sekretaris pribadi oleh direktur utama.
Flash back off
####
__ADS_1
Pagi ini Alle bangun dari tidur nya meninggalkan mimpi yang menjadi bunga tidur nya malam itu. Kemudian dia membersihkan tubuh nya. Setelah 30 menit kemudia dia keluar dari kamar mandi menuju ruangan ganti di kamad nya.
Hari ini dia memakai kemeja lembut dengan lengan panjang berwarna navy dipadukan dengan rok span setinggi lutut berwana abu rokok membentuk lekukan badan nya. Kemuadian dia merias wajah nya dengan make up tipis sehingga terlihat natural. Lipstik berwarna merah di padukan dengan orange membuat nya terlihat manis. Setelah itu dia memakai sepatu flatshoes nya.
Alle terlihat anggun pagi ini, kemudian dia turun dari kamar nya dan menuju ruang makan untuk sarapan.
Disana sudah terlihat bu Rusmi menyiapkan sarapan. Tetapi tidak dengan ayah dan pak Yusuf. Alle pun duduk di meja makan tersebut.
"Hari ini hari pertama mu bekerja nak, semoga menyenangkan yah " ucap bu Rusmi yang kemudian memberikan sarapan Alle di depan nya.
"Terimakasih bu. Doakan Alle yah" jawab Alle
"Ayah dan pak Yusuf mana bu?" Tanya Alle selanjutnya.
"Mereka masih di kamar nya, sebentar lagi akan keluar" jawab bu Rusmi.
Tidak beberapa lama juga Ayah Martin pun datang ke ruangan makan menghampiri Alle, tidak lama juga di susul oleh pak Yusuf. Mereka sudah berkumpul disana.
"Sudah siap bekerja hari ini sayang? Kamu harus membuktikan kemampuan mu," ucap ayah Martin kepada Alle menyemangati.
"Jangan menyerah, semangat" timpal pak Yusuf juga menyemangati Alle.
Mereka pun menghabiskan sarapan yang di siapkan oleh bu Rusmi.
Setelah sarapan pagi selesai. Alle pun berangkat kerja dengan bekal yang di persiapkan oleh bu Rusmi untuk makan siang nya. Dia membawa mobil yang biasa dia gunakan. Di melajukan mobilnya ke jalanan dengan kecepatan sedang. Dia berangkat pagi hari ini. Karena ini hari pertama nya bekerja, sehingsa dia tidak ingin membuat masalah di hari pertama ini.
####
Setelah 30 menit mengendarai mobil Alle pun sudah sampai di kantor dimana terpat dia bekerja sekarang ini. Dia memarkirkan mobil nya di area parkir. Kemudian dia memasuki ruangan devisi busana terlebih dahulu untuk menemui Juny. Karena dia yang bertugas untuk mengenalkan kantor dan pekerjaan apa yang harus dia kerjakan.
Setelah menaiki lift dia memencet tombol lantau 5 disana lah dia akan menemui Juny. Tidak beberala lama dia pun sampai dan segera bergegas ke ruangan yang akan dia tuju.
Alle mengetok pintu kaca ruangan Juny. Sudah terlihat wanita itu sedang berkutat dengan komputer yang ada di hadapan nya saat ini. Jjny menoleh melihat siapayang mengetuk pintu. Kemudia dia tersenyum dan mengangguk menandakan Alle bisa masuk.
"Kak apa aku terlambat? Tanya Alle merasa sedikit terlambat, sedangkan Juny sudah memulai perkerjaan nya.
__ADS_1
"Tidak Alle, kamu sangat tepat waktu" jawab Juny.
"Apa kamu sudah siap?" Tanya Juny meyakinkan Alle.
"Siap kak. Aku harus semangat dan menahlukkan semuanya" jawab Alle antusias.
Mereka pun berjalan keluar ruangan Juny, mengelilingi bagian kantor yang harus Alle ketahui paling utama. Mereka menuju ruangan Direktur terlebih dahulu. Ruangan itu berada di lantai 20. Setelah sampai disana Juny menerangkan apa yang harus Alle lakukan.
"Disini adalah ruangan Direktur utama. Kamu akan menyiapkan kopi setelah beliau sampai di kantor. Kamu harus memberekan mejanya. Jangan memindahkan file yang adadi meja."
Jelas Juny dan mereka menuju ruangan yang tidak terlalu besar dan tidak kecil berdindingkan kaca transparan yang terhubung dengan ruangan direktur. Meja menghadap ke ruangan direktur tersebut.
"Dan ini adalah ruangan mu" Juny menunjukkan ruangan tersebut.
"Kak kenapa ruangan ink terbuka?" Tanya Alle.
"Design nya seperti itu, supaya lebih mudah memantau pekerjaan" jawab Juny, yah sebenarnya dia juga tidak tahu. Heheheh
Setelah itu mereka menuju tempat penting lainnya, seperti ruangan HRD, devisi busana, perhiasan, interior dan juga outerior. Dan tidak lupa dengan pantri untuk membuatkan kopi atau mengambil minuman. Setelah itu mereka pun kembali ke ruangan masing masing.
"Terimakasih kak sudah membantu ku" ucap Alle sebelum Juny berlalu ke ruangan nya.
"Tidak perlu sungkan. Jika ada keperluan lain segera hubungi aku" jawab Juny menepuk bahu Alle.
"Kamu harus semangat ok" Juny kemudian berlalu dan meninggal kan Alle disana.
"Aku harus melakukan nya sebaik mungkin hari ini. Dan tidak boleh mengecewakan keluarga ku" Alle menyemangati dirinya sendiri.
Kemudian dia membuka prosedur kerjanya yang terletak di meja kerja yang di hadapan nya. Kemudian dia berkutat dengan komputer itu.
*Bersambung
Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga 😄😄😄
Ayo para readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini 🤗😍
__ADS_1
Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah😍😍🤗