
Episode 23
Beberapa menit kemudian Direktur utama mu datang. Mendengar suara langkah kaki, Alle langsung bersiap untuk menyambut nya. Alle keluar dari ruangan nya dan berdiri tepat di depan ruangan tersebut. Dia melihat laki- laki yang membiat nya jengkel.
"Huh" deruan napas Alle saat melihat siapa yang datang.
"Selamat pagi pak" sapa Alle sambil membungkuk kan badan nya untuk memberi rasa hotmat nya kepada atasana nya.
Dipta hanya sekedar melirik, kemudian berjalan ke meja kerja nya. Alle mengikuti atasan nya itu.
"Ada yang bisa saya bantu pak" ucap Alle mencoba basa basi.
"Ah iya sebelumnya perkenalkan nama saya Allessa Viery Martin, dan biasa di panggil Alle. Saya bekerja sebagai sekretaris bapak" ucap Alle memperkenalkan dirinya.
"Ya aku sudah tau" dalam hati Dipta. Ingin rasanya dia tertawa saat itu. Tetapi dia harus mengurungkan nya, menjaga image sebagai atasan.
"Tolong buatkan saya kopi" jawab Dipta.
"Baik pak" Alle dengan sigap segera berlalu dari sana untuk melaksanakan tugas nya.
Sepeninggalan Alle. Dipta terbahak seketika karena tingkah Alle. Tetapi dia segera menyudahi nya sebelum orang lain melihat kebodohan nya, dan dia pun mulai membuka komputernya dan melihat apa yang harus dia kerjakan.
####
Beberapa menit kemudian Alle pun sudah kembali dengan segelas kopi di tangan nya.
"Pak ini kopi anda" ucap Alle dan kemudian berlalu dari sana masuk ke ruangan kerja nya.
Belum sempat dia memegang gagang pintu ruangan nya, dia sudah di panggil kembali.
"Hei kau" panggil Dipta
"Saya?" Alle merasa bukan dia karena bukan nama nya yang di panggil.
"Ya kau, tidak ada orang lain di ruangan ini, hanya kau" Dipta heran jawaban apa itu.
"Anda juga di ruangan ini pak. Saya merasa bapak tidak memanggil nama saya" Alle pun menghampiri Dipta.
__ADS_1
"Ya!!!!" Dipta merasa kesal di buatnya. "Siapa tadi nama mu?"
"Alle pak" Alle mengulangi menyebutkan namanya.
"Ambilkan berkas dari devisi Interior untuk saya tanda tangani" tugas pertama Alle yang di sebutkan oleh Dipta.
"Baik pak" Alle segera berlalu dari sana, sebelum dia menyentuh pintu Dipta sudah memanggil kembali
"Belikan saya sarapan juga" kemudian Alle berlalu secepat mungkin. Daripada di panggil lagi dan menambah kerjaan nya.
Dipta kembali melemparkan senyum jahat nya.
####
Di kampus negeri Amertha terlihat Pricilya sedang konsultasi dengan dosen pembimbing magang nya. Dia mengajukan akan magang di perusahaan Rhedra Martin karena perusahaan tersebut sangan bagus dan juga dia akan mendapatkan ilmu baru disana.
"Jadi bagaimana pak usulan proposal magang saya?" tanya Pricilya
"Saya akan mendukung mu ke perusahaan tersebut. Kamu dapat mengajukan nya, dan itu tergantung pada perusahaan tersebut. Akan saya bantu sebisa saya" jawab pak Bambang yang merupakan dosen pembimbing Pricilya.
"Tidak masalah, jika kau dapat mengimbangi nya, itu akan berhasil" jawab Bambang
"Baiklah saya akan mencoba nya pak. Terimakasih banyak pak, saya permisi dulu" Pricilya pun akhirnya berlalu dari kantor dosen tersebut dan segera menuju tempat magang yang dia inginkan.
Setelah dia sampai di perusahaan yang di maksud. Dia melihat betapa besarnya perusahaan itu. Seperti perusahaan keluarganya. Dan dia pun memasuki perusahaan itu dan mengurus semua yang berhubungan dengan magang nya. Kemudian dia pulang dan akan menunggu kabar dari perusahaan itu.
####
Siang ini Alle terlihat sangat sibuk dengan berkutat di depan komputer kerjanya. Dia tidak menyadari bahwa seseorang memperhatikan nya sedari tadi. Dia hanya fokus dengan pekerjaan nya. Dipta yang melihat itu pun berjalan keruangan Alle yang terbuka.
Setelah sampai disana, Dipta melihat sesuatu yang menarik perhatian nya. Kemudian dia mengambil benda itu tanpa permisi terlebih dahulu kepada pemilik benta itu.
"Sudah saatnya makan siang. Jangan terlalu sibuk bekerja" ucap Dipta yang sudah duduk di depan Alle dan membuka benda yang mengalihkan perhatian nya itu.
Alle yang menyadari kehadiran seseorang dia depan nya pun memberhentikan aktivitas kerja nya dan melihat siapa disana. Atasan nya sedang duduk di meja kerjanya, itu yang Alle lihat, kemudian beralih kembali ke komputer kerjanya.
Beberapa menit kemudian dia baru tersadar, dia melihat manusia yang sedang di hadapan nya, kemudian matanya beralih ke benda yang sedang di kotak katik oleh atasan nya itu. Kemudian dia baru menyadari satu hal.
__ADS_1
"Pal itu bekal makan siang saya. Kenapa bapak memakan nya tanpa persetujuan saya" Alle meninggikan suaranya. Dia sangat kesal kepada atasannya itu. Memakan bekal yang dia bawa tanpa permisi.
"Aku sudah meminta nya tadi dan kau sudah menyetujui nya" kilah Dipta yang sedang melahap bekal makan siang Alle.
"Saya rasa bapak tidak ijin terlebih dahulu kepada saya" Alle membantah ucapan Dipta. Karna memang Dipta tidak permisi terlebih dahulu kepadanya.
"Kau saja yang sudah pikun" jawab Dipta masih menikmati makanan di depannya. Alle hanya bisa diam dan memperhatikan bos nya menghabiskan bekal makan siang nya. Setelah beberapa menit kemudian Dipta pun selesai dalam aksinya.
"Ahh,,, makanan nya lumayan juga. Dimana kau membeli nya?" tanya dipta yang baru saya menghabiskan tegukan terakhir air minum bekal tersebut.
"Dari planet mars pak. Saya kita orang yang membuat bekal tersebut menaruh racun di dalam nya" ucap Alle pasrah dan berdiri dari kursinya. Kemudian dia meninggalkan Dipta di ruangan tersebut.
Dipta hanya memperhatikan kepergian Alle. Dia tidak sebodoh itu percaya dengan ucapa Alle.
####
Alle pun berjalan ke ruangan Juny yang berada di lantai 5. Dia akan mengajak Juny untuk makan siang bersamanya. Karena bekal nya sudah di makan oleh alien bumi. Manusia macam apa seperti itu? Pikiran Alle masih kepada bekal itu. Sungguh sayang sekali dia tidak dapat menikmati bekal yang di siapkan oleh bu Rusmi.
"Kak apakah kaka sudah makan?" Alle memasuki ruangan Juny setelah mengetuk pintu ruangan itu.
"Ini baru saja akan makan Alle. Ada apa?" tanya Juny
"Kak aku akan makan bersama mu. Bekal yang aku bawa dari rumah sudah di habiskan oleh Alien bumi" jawab Alle. Juny pun tertawa. Mana ada Alien bumi? Yang ada alien di dalam Film pikirnya.
"Siapakah Alien Bumi itu Alle," Juny masih tertawa dibuatnya.
"Siapa lagi kalau bukan Boss gila itu" jawab Alle. Juny pun pasrah karena tidak ada yang bisa dia lakukan.
"Aaa,,,ya sudah kita akan makan di kantin" mereka pun segera bergegas ke kantin kantor, dan kemudian makan siang.
*Bersambung
Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga 😄😄😄
Ayo para readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini 🤗😍
Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah😍😍🤗
__ADS_1