CEO TAMPAN ITU SUAMI KU

CEO TAMPAN ITU SUAMI KU
Episode 56


__ADS_3

Episode 56


Di kamar yang bernuansa galaksi tersebut terlihat Alle masih berbaring di atas tempat tidurnya. Dia mulai bergerak ke kanan dan ke kiri, dia membuka matanya perlahan menyesuaikannya dengan cahaya lampu yang mencahayai kamarnya tersebut. Perlahan tapi pasti Alle pun sudah tersadar dari tidurnya, dia mengangkat tubuhnya berjalan ke arah kamar mandi untuk mencuci mukanya, kemudia dian menuruni anak tangga untuk segera ke ruang makan mereka.


Dia disana sudah di tunggu oleh keluarga kecilnya, seperti biasa mereka akan makan malam bersama, dan itu adalah tradisi keluarga mereka. Alle pun mendudukkan dirinya di kursi yang berdekatan dengan ayahnya. Mereka pun makan malam.


Setelah selesai makan malam mereka berbincang di ruang keluarga sebelum nanti mereka akan mengistirahatkan tubuhnya kembali. Ayah Martin akan berencana membahas tentang perusahaan, dimana Alle akan mengurus perusahaan, membantu pak yusuf dan dirinya disana.


"Alle, apa pekerjaan mu belakangan ini membaik?" tanya Martin berbasa- basi,


"Sangat baik ayah, hanya sedikit lebih repot saja," ucap Alle,


"Apa ayah menjaga kesehatan dengan baik? Kalian juga harus menjaga kesehatan, melihat usia kalian tidak muda lagi" lanjut Alle, yang juga bertanya kepada pak Yusuf dan juga bu Rusmi.


"Sepertinya ayah sudah semakin tua, dan tidak bisa melakukan apa- apa lagi, dan hanya satu yang tidak ayah miliki" ucap Martin tiba- tiba dalam kondisi sendu dan sedih.


"Kenapa ayah?" tanya panik Alle, yang takut kehilangan Ayahnya.


"Ayah ingin memiliki cucu, sebelum ayah benar- benar tidak ada di dunia ini" lanjut Martin mememelas kepada anak gadisnya.


Alle yang mendengar hal tersebut tiba- tiba saja menjadi membatu, dia tidak dapat berkomentar apa pun. Sudah beberapa kali Ayahnya membahas tentang pernikahan dan juga cucu. Tetapi dia masih mengesampingkan hal tersebut, mengingat usianya masih muda dan dia juga merasa belum siap dengan hal tersebut. Dia masih memutar otak memikirkan alasan apa lagi yang harus dia katakan untuk menolak halus permintaan ayahnya tersebut.


"Kamu tahu Yusuf juga tidak muda lagi, siapa yang akan mengurus perusahaan ayah, jika kita sudah tua seperti ini" lanjut Martin menjelaskan tujuannya ingin Alle segera menikah dan memberikan cucu kepadanya.

__ADS_1


"Akan tiba saatnya dimana kamu harus mengambil alih dan mengurus semua perusahaan ayah sayang, dan itu tidak mungkin dapat kau lakukan sendiri," lanjut Martin dengan serius,


"Jika kamu sudah menikah, maka suami mu akan membantu mu, dan dia juga bisa menjaga mu, jika kami sudah tidak bisa berbuat apa- apa lagi untuk melindungi mu sayang" kini Martin sangat serius membahas masa depan Alle.


"Tapi ayah Alle belum memikirkan hal itu" jawab Alle menatap Ayahnya dengan dalam.


"Maka cobalah memikirkan permintaan orangtua ini, kami tidak akan menghabiskan waktu yang lama lagi, kau tau itu" jawab Yusuf mendukung permintaan Martin, mereka hanya saja ingin Alle mendapatkan pendamping hidup, disaat mereka tidak bisa menjaga Alle, maka Alle akan aman bersama suaminya kelak,


"Kami tidak bisa bersama mu selamanya, kami perempuan, kamu harus ada yang melindungin. Dan di masa tua Ayah ini, Ayah ingin merasakan menggendong cucu, sebelum ayah meninggal" wajah Martin sangat sendu mengatakan hal yang tidak bisa iya hindari,


"Alle belum memikirkan siapa yang cocok untuk menjadi pendamping Alle, biarkan Alle memikirkan hal itu dulu, Alle akan mengatakannya jika Alle sudah siap" jawab Alle dengan memastikan bahwa dia akan memenuhi permintaan orangtuanya tapi tidak dalam waktu dekat ini.


"Kamu tidak perlu memikirkannya, Ayah akan mencarinya, Jika perlu bu Rusmi akan membantu sayang, karena seorang ibu tau apa yang terbaik untuk anaknya" jawab Martin dengan cepat dan sigap.


"Siapa yang pernah makan disini rupanya?" Martin penasaran dengan sesosok itu,


"Atasan Alle, presdir perusahaan HJ, tempat dia bekerja" jawab bu Rusmi,


"Bukankah itu Harry Pradipta Wijaya?" Yusuf juga memastikan hal tersebut karena dia sedikit atasan Alle,


"Dia hanya mengenalkan dirinya dengan nama Dipta, jadi aku tidak mengetahuinya, tetapi dia sepertinya baik, dan juga tampan, cocok dengan Alle," jelas bu Rismi kepada mereka.


"Bagaimana menurut mu sayang?" tanya Martin yang beralih memandang Alle penuh dengan harapan.

__ADS_1


Alle memutar kembali otaknya. Apa yang diharapkan orangtuanya saat ini? Dipta? Bos gila itu? Bagaimana aku bisa berdampingan dengan manusia seperti itu? Bisa runtuh dunia ku jika harus satu atap dengan lelaki bodoh itu. Batin Alle menagis saat mendengar orangtuanya setuju jika dia akan berdampingan dengan Dipta. Dia tidak akan berfikir itu bisa terjadi.


"Tidak, tidak, aku tidak akan pernah menjadikannya sebagai suami ku" sangkal Alle dengan tegas, bahwa dia tidak menyukai lelaki tersebut.


"Tetapi jika dilihat dari kejadian kemarin, dia cukup memperhatikan mu loh" jelas bu Rismi yang mengerti dengan tatapan Dipta kepada Alle saat mereka berada di pondok.


"Bu, kau salah paham dengan itu. Kami sungguh tidak sedekat itu, bahkan tiap hari dia hanya membuat ku merasa pusing saja. Jauh dari pada yang ku pikirkan" jawab Alle dengan tegas menyangkalnya.


"Jangan terlalu membencinya sayang, jika kamu terlalu membencinya kamu bisa jatuh cinta padanya" jawab Martin yang melihat gelagat Alle.


Mereka sepanjang malam berunding tentang bagaiman tipe lelaki yang di inginkan oleh Alle, usul demi usul sudah di berikan oleh Martin dan juga Yusuf yang menyarankan anak dari pada rekan kerjanya. Bu Rusmi menyarankan Dipta dan juga lelaki tanpan yang ada di televisj yang pernah dia lihat. Semua sudah mereka lakukan untuk membunuk Alle.


Dan Alle berada pada pendirian pertamanya jika dia akan memutuskan sendiri siapa yang akan menjadi pendamping hidupnya kelak. Dia tidak bisa salah memilih karena pernikahan dalam hidupnya adalah hanya sekali saja. Maka jika dia menikah, dia akan mengapdikan kehidupannya untuk suami dan anak nya kelak.


Setelah beberal lama, mereka pun menyelesakkan perbincangan mereka untuk malam ini. Karena lelahnya bekerja mengharuskan mereka untuk beristirahat menjemput energi mereka yang sudah hilang pada siang hari, mereka pun memilih untuk beristirahat sejenak dan berlabu ke alam mimpi mereka masing- masing.


*Bersambung


Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga 😄😄😄


Ayo para readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini 🤗😍


Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah😍😍🤗

__ADS_1


__ADS_2