
Episode 27
Justin yang menunda kepergian nya ke kantor karena sesuat yang mengalihkan perhatiannya. Justin pun melangkahka kaki ke arah orang yang dia perhatikan sejak tadi. Dia mendekat memastikan bahwa yang dia lihat itu adalah orang yang dia kenal.
Setelah memastikan, ternyata benar jika orang itu adalah salah satu yang dia kenal belum lama ini. Dia khawatir mengapa anak sekecil dia sendirian di luar tanpa orangtua yang menenmaninya. Ya anak tersebut adalah Hans yang beljm lama dia jumpai di super market sebelumnya.
"Hei nak, kenapa kamu disini sendirian? Apa kau di temani oleh orangtua mu?" Tanya Justin menghampiri Hans dan duduk di sebelah anak tersebut.
"Eh paman, Hans disini bersama kakek paman" ucap Hans melihat siapa yang berbicara kepadanya. Dan dia mengenali orang tersebut. Sepertinya ingatan Hans sangat kuat.
"Tapi aku tidak melihat ada orang dewasa di sini?" Tanya Justin.
"Kakek sedang di dalam bekerja paman, Hans bosan di dalam terus. Makanya Hans di luar" jawab Hans. Ternyata kakeknya adalah pemilik tokoh kecil itu yang seperti mini market.
"Oh, tapi terlalu bahaya jika kamu duduk di luar nak" ucap Justin kembali.
"Apa paman mau bermain bersama aku? Aku sungguh bosan saat ini paman" ajak Hans yang ingin bermain tidak ingin berdiam diri di tokoh itu.
"Apa kakek mu akan mengijinkan nya?" Tanya Justin ingin memastikan bahwa tidak ada kesalah pahaman lagi nantinya.
"Aku akan ijin terlebih dahulu paman. Ayok kita ijin sama kakek" ajak Hans menarik tangan Justin memasuki mini market tersebut.
Justin pun mengikuti arah jalan Hans. Setelah mereka memasuki tokoh itu, kemudian Hans pun memanggil- manggil kakeknya supaya dia bisa ijin untuk bermain.
"Kakek,,,,, kakek,,,," terikan Hans yang tidak terlalu keras,
"Iya nak ada apa?" Tanya kakek nya yaitu pak Budi yang menghentika pekerjaannya dan menghampiri Hans.
"Kakek, Hans akan bermain ke taman bersama paman ini" Hans meminta ijin kepada kakeknya.
__ADS_1
Budi yang saat itu belum mengenal Justin merasa curiga dengan kehadiran Justin disana. Terlihat di raut wajahnya rasa curiga dan kecemasan. Apkah dia akan mempercayai orang yang belum iya kenal. Melihat itu Justin pun angkat bicara.
"Tidak perlu khawatir pak, Hans udah mengenal saya, dan saya akan mengantarnya kesini nanti sebelum malam" jawab Justin. Pak Budi masih saja diam seribu bahasa.
"Kakek paman ini adalah teman mami tidak apa- apa kakek" jawab Hans
"Iya pak hanya ke taman bermain saja, saya akan meninggalkan kartu nama saya pak, jika anda tidak percaya" jelas Justin dan memberikan kartu nama yang dia ambil dari kantung jas yang dia pakai.
Setelah melihat kartu nama tersebut, pak Budi pun percaya, terlihat disana bahwa lelaki itu adalah direktur perusahaan HW yang mana putrinya juga bekerja di cabang perusahaan itu. Sehingga dia mengijinkan Hans bermain dengan lelaki itu.
"Baiklah, anda akan mengantarkanya sebelum waktunya pulang bekerja pak, saya akan menunggu di tokoh ini" jawab Pak Budi mengijinkan mereka bermain ke taman.
"Terima kasih pak, jika ada apa- apa hubungi saja ke nomor yang ada pada kartu nama saya. Saya akan mengantarkan Hans nanti pak" jelas Justin dan mereka pun berlalu dari sana.
"Dah,,, kakek aku akan pulang nanti setelah mami datang" ucap Hans yang sudah berada di gendongan Justin.
Mereka pun berjalan melangkahkan kakinya untuk sampai ke tempat taman kanak- kanak yang tidak jauh dari sana. Hanya membutuhkan waktu limabelas menit untuk sampai ke tempat itu.
"Paman, apa kau sudah menikah dan mempunyai anak?" Tanya Hans yang penasaran. Justin yang mendengar pertanyaan itu merasa jengkel. Bagaimana seorang anak kecil dapat memikirkan hal tersebut.
"Hans, kamu sekarang sudah umur berapa?" Tanya Justin yang tidak langsung menjawab pertanyaan Hans. Tetapi dia bertanya berapa umur anak di gendongannya itu.
"Hans, baru akan berumur 5 tahun saat 6 bulan lagi paman" jawab Hans,
"Apa kamu sudah bersekolah?" tanya Justin kembali
"Aku sudah berada di kelas 1 sekolah dasar paman" jawab Hans mantap.
Mendengar jawaban itu, Justin lumayan terkejut. Bagaimana anak sekecil Hans sudah berada di sekolah dasar sementara umurnya saat ini, seharusnya masih berada di kelas taman kanak- kanak.
__ADS_1
"Ternyata kamu sepintar itu yah. Apa kamu tidak mendaftar ke taman kanak- kanak terlebih dahulu? Apakah Ayah mu langsung mendaftarkan mu ke sekolah dasar?" tanya Justin kepadanya.
"Ayah? Sepertinya aku tidak pernah mengucapkan kata itu paman" jawab Hans, sembari mengingat- ingat kata apa yang di tanyakan paman di depannya itu.
"Kamu mungkin memanggilnya Daddy?" tanya Justin mengerutkan dahinya, bagaimana anak itu tidak mengetahui kata Ayah.
"Aku hanya memanggil paman dan tante, kemudian mami dan kakek, paman" jelas Hans memastikan bahwa dia tidak pernah mengucapkan kata itu.
"Tapi ibu memanggil kakek dengan ayah sih paman" jawab Hans. Justin yang mendengar itu tidak melanjutkan lagi bertanya. Sampai saat ini dia menyadari kalau mungkin anak yang berada di gendongannya tidak memiliki ayah atau sesuatu hal telah terjadi.
"Eh paman belum menjawab pertanyaan Hans tadi paman" Hans yang menagih jawaban atas pertanyaan nya tadi kepada Justin
"Oh iya paman sampai lupa. Paman belum menikah, jadi tidak mempunyai anak" jawab Justin.
"Apa kau mau menjadi anak paman" tanya Justin kepada Hans.
Hans yang sangat kecil dan polos saat ini, tidak terlalu mengerti apa yang di maksudkan oleh Justin. Dia belum sampai memikirkan hal besar seperti itu, karena dia memang masih sangat kecil sekali untuk mengerti tentang itu.
"Mau paman" jawab Hans dengan kegirangan
"Baiklah, paman akan bermain bersama mu jika paman ada waktu luang nanti" jawab Justin. Mereka pun berjalan ke taman bermain itu dan sesekali bercanda.
Mereka menghabiskan waktu bermain mereka di taman bermain itu. Justin yang senantiasa menemani Hans merasa ada sesuatu yang tersirat dalam hatinya. Dia merasa bahagia jika bermain dengan anak itu. Mereka saling menikmati hari itu bersama.
*Bersambung
Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga 😄😄😄
Ayo para readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini 🤗😍
__ADS_1
Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah😍😍🤗