
Episode 32
Pagi ini Alle pun terbangun dari tidurnya. Pagi dimana terdengar kicauan burung yang merdu, matahari yang cerah menampakkan dirinya ke permukaan, dan udara pagi yang sangat segar. Alle membuka tirai kaca di kamarnya dan membuka jedela cara tersebut supaya udara pagi masuk ke dalam kamarnya.
Kemudian dia langsung bergegas ke kamar mandi untuk berbenah sebelum berangkat ke kantor nya. Hari ini Alle sudah sekitar 3 bulan bekerja di kantor dimana dia di terima sebagai sekretaris pribadi atasannya. Dia juga ikut membantu menyalurkan ide disign yang dia punya untuk setiap devisi saat mengadakan rapat.
Jadi dia bukan hanya sekedar sekretaris di perusahaan tersebut, dia juga mengambil bagian saat devisi lain mempunyai masalah dalam hal ide baru disign yang akan di keluarkan, jadi dia membantu mereka.
Sekitar 30 menit kemudia Alle pun selesai dalam mandi nya kemudian dia berjalan ke arah ruang ganti untuk berganti pakaian kerjanya. Alle hari ini menggunakan gaun setinggi lutut berwarna abu- abu dengan lengan panjang yang mengikuti lekukan badannya. Alle menggunakan kalung bermata bintang kecil sebagai paduan gaun polos tersebut.
Kemudian dia menuju meja rias di kamar itu. Alle memoleskan make up tipis pada wajahnya dan lipstik berwarna merah muda yang dipadukan dengan merah maroon, sehingga sangat estetik warnanya. Terlihat sangan anggun. Gaun polos tersebut dia padukan dengan sepatu heels senada tetapi tidak terlalu tinggi.
Alle pun menuju ruang makan untuk sarapan bersama ayah, pak yusuf dan juga bu Rusmi disana. Setelah menghabiskan sarapannya, Alle pun berpamitan dan berangkat kerja. Dia melajukan mobilnya ke jalanan menuju perusahaan HJ.
Tidak membutuhkan waktu lama, hanya sekitar 50 menit, dia pun sudah sampai di perusahaan itu. Alle memasuki lobbi dan mengarahkan jalannya ke lift yang akan membawanya ke lantai ruangannya.
Sampai disana Alle belum mendapati bosnya di ruangan. Sehingga dia masuk hanya meletakkan tas kerjanya kemudian berlalu kembali ke lantai 5 dimana disana ruangan Juny.
####
"Kenapa modelnya belum juga sampai pagi ini? 10 menit lagi akan ada pemotretan untuk model busana keluaran baru" disana Juni terlihat bingung, terjadi sedikit masalah dengan model yang mereka janjikan.
"Saya sudah menghubunginya kemarin buk, dan nona Cila mengatakan dia akan datang" jawab Fina yang bertugas untuk mengurus pemotretan hari ini dan juga membatu Juny dalam pekerjaannya.
"Tapi kenapa model itu belum juga sampai disini" Juny sudah kesal karena keterlambatan model mereka, padahal semua sudah bersiap- siap.
Alle yang baru saja memasuki ruangan Juny pun terkejut mendengar itu. Dia menghampiri Juny dan juga Fina disana.
"Fina berapa lama lagi pemotretan akan berlangsung?" Tanya Alle, yang menyambar masuk dalam perdebatan mereka.
"Sekitar 10 menit lagi buk Alle" jawab Fina yang melihat arlogi di tangannya untuk memastikan waktu pemotretan.
"Sabar kak, masih 10 menit lagi kok, kita tunggu saja" jawab Alle kepada Juny untuk menenangkannya.
"Tapi Alle, ini sudah sangat mepet, belum juga nanti untuk berganti pakaian dan juga make up nya" jawab Juny masih belum tenang juga.
__ADS_1
"Kita akan menyiapkan nya, Aku akan membantu, mari kita ke ruang pemotreta untuk menunggunya" jawab Alle, mereka pun berlalu dari ruangan Juny ke ruangan pemotretan.
####
Dipta baru saja sampai di lantai 15 ruangan mereka, saat dia memasuki ruangan, dia mengedarkan pandangannya ke semua isi ruangan tersebut. Dia tidak menemukan siapa pun disana. Dia pun kembali keluar dari ruangan itu. (Dipta tidak akan masuk ke ruangan jika Alle tidak di dalam ruangan itu. Karena masalah sebelumnya haha haha haha haha)
"Dimana sekretaris Alle?" Tanya Dipta pada salah satu karyawan yng bekerja satu lantai dengan mereka disana.
"Sepertinya ke ruangan buk Juny pak" jawab orang tersebut.
Kemudian Dipta langsung bergegas ke arah lift dan menuju lantai 5 ruangan Juny. Tetapi dia juga tidak menemukan Alle disana. Dia pun bertanya kembali pada karyawan disana.
"Dimana direktur Juny?" Tanya nya
"Di ruang pemotretan pak" jawab karyawan itu. Mereka tercengang kenapa direktur mereka menanyakan direktur Juny. Ini untuk pertama kalinya direktur umum menginjakkan kaki di lantai tempat mereka bekerja. Biasanya direktur umum akan menyuruh sekretarisnya turun atau dia akan menelpon direktur Juny untuk keruangan mereka.
Mereka berfikiran bermacam- macam. Menebak apakan sesuatu yang besar telah terjadi? Atau ada masalah apa direktur Juny dengan direktur umum mereka. Banyak yang menebak- nebaknya. Mereka saling bergosip di grouo chat mereka.
####
Fina sudah menghubungi manager model tersebut tetapi mereka tidak mengangkatnya. Sehingga Fina tidak bisa memastikan apa mereka sudah sampai atau mereka membatalkan nya dengan sepihak.
"Maafkan saya buk, maafkan saya karena tidak bisa mengurus pemotretan ini" jawab Fina merasa bersalah. Dia menundukkan badannya pertanda dia menyesal.
"Bagaimana ini sekarang? Apa yang harus kita lakukan. Disign busana itu akan di publiskan besok. Pikirkan segera solusinya" Juny sudah kebingungan. Modar- mandir sana sini untuk mencari solusinya.
Dipta yang baru saja sampai disana. Melihat semua yang berada di ruangan itu terlihat bingung dan semua orang disama mondar- mandir tidak melakukan pekerjaan mereka.
"Ada apa ini, kenapa tidak ada pemotretan hari ini? Bukan kah sudah jadwalnya?" Melihat siapa yang datang, semua orang yang berada disana memberikan hormat kepada Direktur umum mereka.
Juny yang melihat Dipta menyaksikan masalah pekerjaan mereka pun segera menghampiri Dipta dan minta maaf, karena dia yang bertanggung jawab besar dalam proses pemotretan itu.
"Maafkan kelalaian saya pak, model yang telah kami kontrak untuk pemotretan ini, tiba- tiba tidak datang tanpa kabar pak, kami sudah mencoba menghubungi mereka tetapi tidak bisa" jawab Juny membungkukkan tubuhnya untuk meminta maaf.
"Siapa model yang kalian kontrak?" Tanya Dipta dengan dingin.
__ADS_1
"Kenapa kalian mengintrak orang yang tidak menghargai waktu?" Tanyanya kembali. Membuat mereka bungkam seribu bahasa. Mereka menyadari bahwa Dipta sekarang ini sedang marah.
"Maafkan saya pak,,, maafkan saya" hanya itu yang bisa Juny lalukan karena kesalahannya.
"Bagaimana kata maaf dapat menyelesaikan masalah ini?" Teriak Dipta kepada mereka semua.
Alle yang melihat kecanggungan itu. Tanpa memikirkan lebih lama lagi. Dia pun mengusulkan ide untuk mereka. Supaya tidak terjadi hal yang akan memperparah keadaan mereka dan akan berujung pada kehilangan pekerjaan. Dipta sangat kejam jika menyangkut masalah perusahaan.
"Sudah.. Sudah.. Jangan berdebat lagi, aku akan menjadi modelnya hari ini. Segera siapkan semua yang oerlu untuk itu. Fina, bawa aku keruang ganti untuk berbenah. Kak Juny urus semua nya disini" ucap Alle dengan lantang.
Semuanya tercengang bagaimana Alle akan menjadi modelnya. Sementara yang mereka ketahui Alle tidak pernah menjadi model sama sekali. Mereka masih diam menatap Alle. Tidak terpungkiri Dipta juga merasa terkejut, Alle mengajukan diri.
"Kenapa masih diam? Apa kalian akan di percat oleh bos kalian? Percayakan itu padaku aku bisa mengatasinya" ucapa Alle, kemudian mereka pun bergerak serentak untuk mengambil setiap bagian pekerjaan mereka. Dipta pun berjalan kearah kursi yang ada di ruangan itu dan melihat mereka semua bekerja.
Sembari menunggu Alle berbenah di ruangan rias. Orang yang ambil bagian lain sudah selesai menyiapkan pemotretan. Kemudian Juny sudah memastikan semuanya. Dia melihat semua sudah beres. Diapun menghela napas lega.
Terlihat Alle sudah keluar dari ruangan rias, dengan memaki gaun bernuansa mewah, dipadukan dengan manik- manik pada baju tersebut. Gaun panjang dendgan rok yang mengembang, tanpa lengan itu berwarna biru tua yang dipadukan sedikit warna hitam. Membuat Alle sangan anggun memakainya bagaikan bidadari.
Sepatu hight heels senada dengan bajunya. Rambut Alle yang berubah menjadi bergelombang, make up yang tidak terlalu tebal. Menambah keanggunan Alle saat ini. Semua orang disana terkejut melihat kecantikannya.
"Kak Juny apakah ada masalah dengan gaun ini? Segeralah cek, sebelum pemotretan" ucap Alle pada Juny yang ternganga memperhatikannya. Alle merasa jika ada masalah dengan dia saat ini karena perhatian tertuju padanya.
Juny pun mendekati Alle, dia merasa kagum melihat betapa cantinya temannya tersebut. Dia mengembangkan senyumnya.
"Tidak ada masalah Alle. Kamu sangat cantik sekali. Terimakasih karena sudah membantu ku" ucap Juny menggengam tangan Alle.
"Apa kita kan berdiam disini?" Tanya Alle, karena Juny terlalu lama hanyut dalam rasa terimakasihnya,
"Ah iya, silahkan lanjutkan. Bantu dia Fina" ucap Juny. Mereka pun melakukan pemotretan tersebut.
*Bersambung
Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga 😄😄😄
Ayo para readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini 🤗😍
__ADS_1
Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah😍😍🤗