CEO TAMPAN ITU SUAMI KU

CEO TAMPAN ITU SUAMI KU
Episode 73


__ADS_3

Episode 73


Cukup lama mereka berada di jalanan untuk segera tiba di butik ternama di kota tersebut yang mana itu adalah butik kepunyaan teman dari bunda Mary. Mary membuat janji dengan temannya untuk fitting baju dan juga tema pernikahan yang akan dilaksanakan oleh anaknya nanti seminggu lagi.


Dipta pun memarkirkan mobilnya di depan butik tersebut. Kemudian mereka pun memasuki butik yang berukuran sangatlah besar. Banyak orang yang masuk keluar dari tokoh butik itu, sepertinya pelanggannya sangatlah ramai. Mary mengajak Dipta dan juga Alle memasuki sebuah ruangan privasi yang hanya di gunakan oleh pelanggan vvip di butik tersebut.


"Jeny...." Teriak bunda Mary setelah melihat wanita paruh baya yang sedang berkutat dengan gaun pengantin di depannya, memperbaiki tampilan gaun tersebut.


Jeny yang sedang menyibukkan perhatiannya dengan gaun di depannya pun segera menoleh ke sumber suara yang sangat dia kenal itu suara siapa.


"Mary...." Jeny pun tidak kalah senangnya jika yang datang menemuinya dan memanggil namanya adalah sahabat lamanya yang sekarang adalah orang terpandang di negara ini.


"Akhirnya kamu datang juga ke butik ku yang kecil ini" ucap Jeny segera menghampiri bunda Mary dan segera memeluknya.


"Jika butik mu ini masih kecil, bagaimana dengan butik yang lain di luar sana?" Ucap bunda Mary yang memiringkan pandangannya kepada Jeny. Mereka pun tertawa lepas, sangat akrab sekali.


"Jadi bagaimana dengan fitting pernikahannya?" Tanya Jeny yang mengerti maksud kedatangan Mary karena mereka memang sudah membuat janji sebelumnya, dilihat dari mereka berdua yang sedang sibuk- sibuknya.


"Menantuku yang cantik ini, mempunyai design baju pernikahan mereka sendiri. Apakah kamu bisa menyelesaikannya dalam satu minggu ini?" Tanya bunda Mary,

__ADS_1


"Apakah seperti itu?" Tanya Jeny heran,dia mengalihkan perhatiannya kepada gadis yang datang bersama temannya tersebut,


"Oh iy kenalkan, ini adalah calon menantu ku, namanya Allesa" ucap Mary menarik lembut Alle untuk segera berkenalan dengan Jeny,


"Cantik sekali dia, aku tidak menyangka kalau dia seorang designer juga" ucap Jeny dengan menyapa Alle dengan menjabat tangan Alle tersebut.


"Hanya sekedar kesenangan saja bibi" ucap Alle dengan tersenyum manis kepada Jeny, dan menyerahkan rancangan designnya kepada Jeny,


"Ini bukan lagi sekedar hobby Alle,, ini sangan cantik sekali" ucap Jeny yang memeriksa gaun dan tusedo pernikahan yang di serahkan oleh Alle,


"Sudah cantik, berbakat, baik lagi. Memang kau tidak pernah salah memilih dia sebagai menantu mu" ucap Jeny yang mengarahkan perkataannya kepada Mary,


"Sepertinya kita perlu menambahkan sedikit aksesoris motif pada tusedo yang akan di pakai oleh Dipta nantinya, apakah tidak apa- apa Alle jika bibi menambahkan sedikit pada design mu ini?" Tanya Jeny. Menurut tema alam fresh yang akan menjadi tema pernikahan mereka, maka tusedo yang akan di kenakan oleh Dipta haruslah di tambahkan dengan beberapa aksesoris sedikit lagi.


"Tidak apa- apa bibi, jika itu yang lebih baik maka bibi bisa menambahkannya" ucap Alle setuju dengan ide yang di berikan oleh Jeny,


"Dipta kamu suka motif apa untuk tambahan lada tusedo mu?" Tanya Jeny kepada Dipta, supaya tidak terlalu repot untuk menyesuaikan dengan gaya Dipta.


"Aku terserah pada Alle saja bibi, apa pun akan aku kenakan" ucap Dipta pasrah,

__ADS_1


Beberala saat mereka membahas tentang fitting bajh pernikahan tersebut. Kemudian mereka mengukur tubuh Alle dan juga Dipta untuk menyesuaikan baju yang akan mereka kenakan nantinya.


"Kapan kami bisa datang kesini lagi untuk mengechek bajunya Jen?" Tanya bunda Mary memastikan,


"Akan secelatnya aku selesaikan,, mungkin tiga hari lagi sudah siap untuk di coba" ucap Jeny,


"Baiklah kami akan datang tiga hari lagi,, lakukan yang terbaik untuk menantu ku" ucap Mery penuh harap kepada Jeny, supaya menantunya Alle dan anaknya Dipta tidak kekurangan apapun dalam pernikahannya nanti,


"Kau bisa percaya kepada ku" jeny memastikan bahwa semuanya akan baik- baik saja,


"Baiklah, kami pulang duluz berhubung ini sudah sangat sore" ucap Mary berpamitan kepada Jeny. Jeny pun mengiyakan hal tersebut. Kemudian Mary, Alle dan juga Dipta pun segera berlalu dari ruangan itu dan menuju tempat parkir dimana mereka memarkirkan mobil kendaraan mereka tadi,


*Bersambung


Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga 😄😄😄


Ayo para readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini 🤗😍


Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah😍😍🤗

__ADS_1


__ADS_2