CEO TAMPAN ITU SUAMI KU

CEO TAMPAN ITU SUAMI KU
Episode 7


__ADS_3

Episode 7


Setelah dia merasa puas dengan menikmati pemandangan taman tersebut. Alle pun memutuskan untuk melanjutkan berkeliling kota tersebut. Dia melangkahkan kaki nya tanpa arah dan melihat keramaian dan pemandangan disana. Di berjalan tanpa tujuan, dan ketika itu pun sesuatu terjadi.


Brrruukk


Seorang anak kecil menabraknya karena tidak berhati- hati, sehingga anak kecil itu pun langsung terjatuh sehingga membuat Alle terkejut dan segera menolong anak tersebut. Alle berjongkok dan kemudian menggendong anak tersebut.


"Apakah kamu terluka? Ada yang sakit? Dibagian mana?" Tanya Alle kepada anak itu, sembari memeriksa setiap tubuh anak tersebut, memastikan bahwa dia tidak mengalami lecet.


"Hans tidak apa- apa tante, baik baik aja kok" ucap anak itu sembari menunjukkan tangan dan kakinya bahwa dia tidak terluka dan baik- baik saja.


"Kenapa kamu tidak berhati- hati Hans, kalau sampai terluka gimana, untung tadi tidak kuat tertabraknya kan" ucap Alle yang merasa kasihan kepada Hans anak kecil tersebut. Anak itu menyebut namanya sebagai panggilan dirinya.


Alle mengelus tangan Hans yang memerah karena jatuh dan kemudian mengusap kepala dan pipi menggemaskan anak kecil itu.


"Kamu dengan siapa datang ke taman ini? Kenapa kamu terlihat sendirian?" Tanya Alle yang sudah mengedarkan pandangannya ke sekitar memastikan bahwa ada orang dekat yang ikut bersama Hans di taman ini.


"Hans datang kesini bersama dengan mami tante,, dia disana, tadi Hans yang berkeliaran" jelas Hans yang menunjuk dimana keberadaan ibunya.


"Baiklah mari kita jumpai mami mu yah. Dan lain kali harus hati- hati dan sampai keluyuran lagi yah" Alle langsung beranjak dan menggendong Hans di pangkuannya. Mereka menuju tempat yang di tunjukkan oleh Hans.


Setelah tiba di tempat yang Hans maksudkan. Hans pun memanggil mami nya, yang terlihat asyik membereskan perlengkapan santai mereka. Kelihatan nya akan segera pulang dari taman itu. Mungkin karena sibuk membereskan maka Hans tidak terlalu di perhatikan oleh mami nya, karena dia terlihat sendirian.


"Mami........" Hans langsung memanggil maminya yang terlihat jarak 5 meter di depan mereka. Sehingga wanita itu menghentika kegiatan nya dan segera berbalik badan untuk melihat suara anak yang memanggilnya.


Wanita itu heran sekaligus bingung, siapa gadis yang menggendong anak nya itu, itu lh yang terlintas di pikirannya. Mereka pun mendekat.


"Hans... Kamu dari mana saja? Kenapa bisa bersama tante cantik ini? Apa kamu melakukan kesalahan?" Tanya wanita itu yang sudah mengambil alih Hans ke pangkuannya. Dan tidak lupa melemparkan senyum manis nya kepada Alle.

__ADS_1


"Hai, saya Allessa, panggil saja Alle. Tadi dia saya menabraknya dan dia terjatuh. Tapi dia baik- baik saja kok tidak ada yang terluka. Saya hanya mengantarkan nya kesini. Takutnya dia akan terjatuh lagi atau tersesat" jelas Alle yang menjelaskan maksud adanya diri nya disana.


Wanita itu sembari memeriksa tubuh putra nya untuk memastikan bahwa dia baik- baik saja dan dia pun merasa lega atas kebaikan Alle yang mengantarkan Hans kepadanya.


"Terimakasih Alle sudah mengantarkan anak saya. Ah iya perkenalkan nama saya Juny, dan sekali lagi terimakasih" ucapnya dan mengulurkan tangan untuk berkenalan dengan Alle.


"Ah iya tidak apa- apa, saya hanya mengantarkan nya. Lagian dia sangat lucu dan imut sekali, sehingga saya tergoda dengan anak ini" canda Alle dan sekaligus mencubit kecil hidung Hans dengan gemas. Mereka pun tertawa pulas.


"Apakah nona Alle akan pulang? Kami sudah sangat lama disini dan kami bermaksud akan segera pulang" ucap Juny kepada Alle di sela candaan mereka.


"Iya saya akan pulang juga kak, saya hanya ingin berjalan ke gerbang taman untuk me nunggu taksi untuk pulang" jelas Alle yang juga memutuskan untuk pulang karena sudah terlihat sangat sore.


"Ah, apakah tidak apa- apa kalau saya memanggil kak juny dengan sebutan kak? Saya hanya merasa tidak nyaman dan terlihat saya lebih mudah" ucap Alle yang merasa segan karena dia tidak sopan jika harus memanggil nama.


"Tidak... Tidak.. Seperti itu juga tidak apa- apa, senyaman mu saja. Dan apakah aku bisa memanggil mu Alle?" Juny memastikan kembali percakapan mereka.


"Seharusnya seperti itu kak, karena saya masih muda di bandingkan kakak" jelas Alle.


"Baiklah kak mari. Biar aku saja yang menggendong Hans kak, supaya tidak terlalu merepotkan" Alle lalu mengambil alih Hans dari pangkuan Juny.


Mereka pun berjalan bersama menuju gerbang taman. Alle sedang asyik bercanda dengan Hans, sesekali Juny menyahuti mereka, dia membawa barang perlengkapan tadi di tangan nya dan Alle menggendong Hans.


Setibanya di gerbang taman mereka pun sudah terlihat di tunggu oleh seseorang pria paruh baya berdiri dekat mobil yang di bawanya.


"Kakek..." Hans berteriak dan melambaikan tangannya kepada pria paruh baya itu. Mereka pun menuju tempat keberadaan pria yang di panggi kakek oleh Hans.


"Apakah cucu kakek bersenang- senang hari ini? Bermain di taman apakah sangat luar biasa?" Tanya pria itu mengambil Hans dari gendongan Alle.


Alle terlihat bingung, sepertinya dia pernah melihat pria itu, apakah dia tidak salah? Alle masih memandangi pria paruh baya tersebut.

__ADS_1


"Eh nona,, bukan kah nona yang saya antarkan kesini tadi?" Tanya Pria itu menyadari siapa yang berada di hadapannya sekarang.


"Apa ayah mengenalnya?" Juny langsung menimpali percakapan itu setelah dia selesai memasukkan barang- barang bawaan nya ke dalam bagasi mobil.


"Tadi ayah mengantarkan nona ini ke taman ini dan dia memberikan tarif lebih kepada ayah" jawab pria itu.


"Jadi bapak ini ayah nya kak Juny? Sunggu bumi ini terasa kecil sehingga kita bisa kebetulan bertemu kwmbali disini pak. Perkenalkan nama saya Allessa, panggil saya Alle" Alle menjulurkan tanya nya untuk bersalaman.


"Saya Budi. Panggil saja paman. Dan bagaimana kalian bisa bertemu seperti ini?" Tanya pak Budi kepada Juny, yang terlihat sudah sangat akrab kepada Alle.


"Alle sangat baik yah, menolong Hans yang menabraknya saat bermain tadi, dan mengantarkan dia kepada ku dan kami bersapa satu sama lain" jelas Juny.


"Begitu rupanya. Apakah nona Alle akan pulang, mari ikut lah bersama kami. Akan kami antarkan pulang" tawar pak Budi.


"Tidak usah paman, itu sangat merepotkan, nanti saya akan naik taksi untuk pulang, terimakasih sebelumnya" tolak Alle dengan sopan.


"Tidak apa- apa Alle. Itu tidak merepotkan sama sekali, mari lah masuk, anggap ini sebagai ucapan terimakasih ku untuk kamu yang telah menolong Hans, dan kita akan berteman baik setelah ini" jelas Juny.


"Jika kamu menolak aku akan sangat sedih sekali" timpal Juny yang membuat rauh wajah nya berpura- pura bersedih. Sehingga Alle tidak mampu untuk menolaknya.


"Baiklah aku akan ikut bersama kalian. Tapi kaka harus memberikan nomor telepon mu setelah ini" jawab Alle juga meminta hak nya. Mereka pun tertawa dengan jawaban Alle.


Mereka meninggalkan taman tersebut dan berlalu dari sana. Mereka menelusuri jalanan yang masih terlihat padat. Pemandangan langit yang indah di petang itu menemani mereka yang berada dalam mobil untuk menuju tujuan akhir mereka hari ini. Yaitu rumah untuk beristirahat.


*Bersambung


Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga


Ayo pra readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini

__ADS_1


Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah


__ADS_2