
Episode 13
Setelah menyelesaikan beberapa berkas pekerjaan yang tertinggal, akhirnya Alle dan kedua orangtua tersebut pun segera pulang ke rumah mereka. Tidak begitu lama mereka sudah sampai di rumah, dan di sambut oleh harumnya masakam buk Rusmi di dalam dapur. Sehingga Alle, Martin dan pak Yusuf yang berada di ambang pintu masuk saja sudah dapat mencium bau makanan lezat tersebut.
Mereka segera mempercepat langkah kaki mereka secara spontan. Mereka merasa telah di tarik bau harum tersebut untuk segera mencicipi nya. Mereka telah tiba di dapur dan itu mengejutkan bu Rusmi yang sedang memasak.
"Astagah!!! Kenapa kalian tidak memberi salam setelah pulang, kalian bagaikan pencuri masuk dengan diam diam" bu Rusmi mengeraskan suara nya karena terkejut dan mengusap jantung nya yang terkejut.
"Ibu, makanan masakan ibu sangat harum sehingga membawa kami kesini" Alle dan juga kedua laki- laki itu sudah duduk dan sudah menarik piring di meja makan ke hadapan mereka, seakan menjelaskan berikan kami makanan tersebut.
"Tidak. Kalian harus mandi dan berganti baju terlebih dahulu. Kalian sangat baru dan kotor baru dari luar rumah. Setelah itu kita akan makan malam bersama, segera lah bergegas. Kalau tidak makanan ini tidak dapat di makan oleh kalian" bu Rusmi menjelaskan dan tetap memasak sesekali menoleh kepada mereka bertiga.
"Baiklah" mereka bertiga secara bersamaan menjawab dan bersamaan pula bergegas dari dapur dengan jalan lesu menuju ruangan kamar mereka melaksana kan perintah sang ratu Rusmi. Hahahahhahaha buk Rusmi tetawa geli melihat kelakuan mereka bertiga seperti anak kecil saja.
#
Tidak memerlukan waktu lama lagi, buk Rusmi sudah menyiapkan makanan di meja makan, dan dia hanya akan menunggu ketiga manusia tersebut untuk bergabung bersama nya makan malam. Dan terlahat mereka pun sudah terlihat segar setelah membersihkan badan dan mereka segera duduk di meja makan yang sudah tersedia berbagai macam makanan disana.
Mereka melahap sebanyak mungkin makanan di meja tersebut dan akhirnya mereka pun puas dengan makan malam tersebut. Setelah itu mereka berbincang sebentar dan melanjutkan malam mereka untuk beristirahat menunggu hari besok untuk bekerja kembali.
__ADS_1
####
Di sisi lain Dipta dan Justin terliaht di ruangan baca rumah keluarga Wijaya. Mereka membahas tentang perusahaan yang sudah hampir selesai mereka kerjakan dan akan segera melakukan pembukaan untuk dua hari ke depan.
Semua sudah sekitar 98 persen mereka persiapkan. Dari mulai setiap pengajuan kerja sama dengan perusahaan terkait sudah sesuai dengan harapan. Para perusahaan yang mereka ajukan proposal pembukaan perusahaan itu semua menyetujui kerja sama. Sehingga tidak sulit untuk hal lainnya yang akan mereka lanjutkan. Untuk urusan karyawan sudah sekitar 50 persen.
Mereka akan mengajukan perekrutan karyawan baru setelah melakukan pembukaan dan peluncuran produk- produk perusahaan dan kerja sama di berbagai bidang tertentu. Dan hal itu sudah di siapkan oleh mereka.
"Sudah sampai dimana rencana selanjutnya yang akan kita lanjutkan?" tanya Dipta yang sedang memeriksa berkas dan juga emaik yang terkait di komputer di depan nya.
"Semuanya selesai. Semua undangan dari perusahaan yang ikut serta sudah di berekan oleh Lela. Aku sudah melakukan pemeriksaan ulang terhadap hal yang perlu dalam pembukaan dan itu sanagt baik. Kita akan melakukan pembukaan besok lusa. Jadi persiapkan dirimu." jelas Justin yang sudah yakin dengan pekerjaan yang mereka lakukan.
"Bagaimana dengan perekrutan karyawan baru nanti?" Dipta merasa belum yakin.
"Hanya saja aku khawatir dengan orang yang akan berada memimpin di sana" Justin berusaha menyindir halus Dipta.
"Aku sudah memutuskan bawa kau juga yang akan berada di sana sebagai direktur umum" jawab Dipta yang menatap tajam Justin kala itu.
"Paman sudah memutuskan nya dan di dalam acara pembukaan kau lah yang akan menjadi direktur utama dan akan menjalankan itu" jelas Justin.
__ADS_1
"Kenapa seperti itu? Bukan kah kemarin sudah kita bahas tentang ini?" jawab Dipta yang sudah terpancing emosi oleh Justin. Dia tidak tau kalau dia yang akan menjabat nanti, sementara dalam pembahasan sebelumnya dengan Wijaya, Justis yang akan berada disana juga.
"Hei dude, kau pikir aku robot? Yang bisa dengan mudah menjalankan itu? Aku juga manusia dude. Kau akan berada disana, jadi bersiap diri lah" Justin yang mulai dalam muka memelas, seakan dia adalah orang lemah. Padahal sebenarnya dia akan mampu menangani perusahaan baru itu juga. Tetapi karena ide Wijaya, maka Dipta akan berada menjalankan perusahaan itu, dengan senang hati Justin menerima nya.
"Aku sudah sangat lelah, dan juga sudah tua seperti ini, seharus nya kamu juga membantu ku" Justin membuat ekspresi wajah nya semenyedihkan mungkin. Dan karena hal itu dia mendapatkan lemparan berkas jitu ke wajah nya.
"Pergilah, kau tidak membantu sama sekali. Menyusahkan aku saja" Dipta melemparkan berkas di tangan nya dan mengenai Justin. Justin hanya tertawa merasa berhasil dengan ide konyol Wijaya dan dirinya untuk mengerjain Diota supaya mau berhadapan dengan publik.
Justin meninggalkan Dipta di ruangan tersebut. Dipta masih memikirkan tentang dirinya yang akan menjadi direktur perusahaan baru itu. Yang pada awal nya Justin lah yang menjadi direktu juga disana. Dia hanya akan membantu dari balik layar.
Dia tidak habis fikir bagaimana jadi nya nanti jika dia harus berhadapan dengan publik. Memikirkan masalah lainnya. Dan masih banyak yang harus dia jalankan. Karena dari kecil dia tidak pernah membawa kekuasaan ayah nya. Dan tidak ingin di perhatikan oleh pulik. Sehingga dia merasa sangat merepotkan jika menjadi Direktur disana.
Dia pun memilih untuk membersihkan diri dan kembali ke kamarnya. Dia pun segera mandi menghilangkan lelah dan beban pikiran nya. Setelah itu selesai dia memikih untuk mengistirahatkan tubuh nya di atas kasur empuk nya dan berlari segera ke alam mimpi nya.
Memilih untuk berlari ke alam mimpi merupakan salah satu cara Dipta akan melupakan sementara penak di pikiran nya dan akan memikirkan solusi nya kembali di esok hari dan berdiskusi dengan ayah nya terkait keputusan sepihak mereka. tanpa memberi tahu dirinya terlebih dahulu sebelum mereka memutuskan hal besat seper itu.
*Bersambung
Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga
__ADS_1
Ayo pra readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini
Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah