CEO TAMPAN ITU SUAMI KU

CEO TAMPAN ITU SUAMI KU
Episode 69


__ADS_3

Episode 69


Setelah perdebatan yang dilakukan oleh Alle dan juga Dipta, dimana Ditpa berbohong kalau dia tidak mengendarai mobil datang ke super market tersebut, melainkan dia di antar oleh supir keluarganya.


Alle yang tidak percaya terus saja memaksanya untuk menaiki kerdaraan umum atau naik taksi. Alle tidak mengijinkan kalau Dipta menumpang di mobilnya.


Untung saja ada Bu Rusmi yang menengahi perdebatan tersebut. Jika tidak mereka akan adu mulut sampai sore tiba atau bahkan sampai mereka bosan dan kelelahan.


"Naiklah nak,, kau saja yang mengendarai mobilnya" ucap bu Rusmi kepada Dipta


"Alle, jangan terlalu kasar kepada oranglain, dia itu juga bos kerja mu. Dan satu lagi, kalian juga akan segera menikah, jadi berusahalah untuk menerimanya" lanjut bu Rusmi.


"Kau dengar, aku adalah bos mu. Sudah sepatutnya kau mengalah kepada ku" ucap Dipta mengulurkan lidahnya untuk meledek Alle,


"Mana kunci mobilnya" lanjutnya sembari mengulurkan tangannya.


Alle di buat jengkel oleh sikap Dipta. Dia pun hanya menatap tajam Dipta dan melemparkan kunci mobil tersebut kepadanya.


Alle berjalan menuju pintu mobil yang bersebelahan dengan Dipta sang pengemudi, sementara bu Rusmi duduk di kursi penumpang di belakang mereka. Sebelum Alle memasuki mobil tersebut, dia menatap Dipta dengan tidak suka.


"Dengar!!! Kali ini saja kau bisa menang dari ku. Itu juga karna ibu membela mu. Lain kali aku akan membunuh mu." ucap Alle sembari menunjukkan jari telunjuk dan jari tengannya bergantian kearahnya dan juga Dipta.


"Lain kali aku yang akan membawa mu kemana pun kau mau" ucap Dipta. Di lain waktu mereka akan menikah, maka Dipta yang akan menemaninya kemana pun Alle pergi.

__ADS_1


"Mimpi saja!!!" jawab Alle dan memasuki mobil tersebut.


Begitupun dengan Dipta.


Dipta mengendarai mobil itu, melajukannya kearah jalanan ramai, sudah sangat siang mereka selesai berbelanja. Beberapa jam lagi adalah waktu makan siang. Dipta pun mempercepat laju mobil supaya mereka bisa cepat tiba di kediaman Alle. Dia mengetahui dimana kediaman Alle, karena dia juga sudah pernah ke rumah tersebut saat Alle di kabarkan sakit. Dia meminta alamatnya dari tim HRD.


####


Tibalah mereka di kediaman Martin. Alle keluar dari mobil dan menuju bagasi belakang mobil, dia hendak mengambil belanjaan mereka yang sudah di taruh disana saat tadi di pasar.


Alle melihat bagasi mobil belum juga terbuka, sementara Dipta sudah keluar dari mobil.


"Ya!!! Kenapa kau keluar, bukakan bagasi ini?" teriak Alle kepada Dipta,,


"Ada apa di bagasi? Kau mau masuk kesana?" ucap Dipta bingung. Ternyata dia melupakan belanjaan yang ada di bagasi tersebut.


"Ah.. Aku kelupaan, sebentar" ucapnya.


Dipta pun masuk kembali kedalam mobil dan membuka bagasi belakang mobil tersebut. Setelah terbuka, Alle mengambil beberapa kantong belanjaan disana. Karena dia tidak bisa membawa semuanya sehingga dia meninggalkan beberapa kantong belanjaan lagi.


"Tolong ambilkan kantong belanjaan yang tertinggal itu" ucap Alle mendekati Dipta. Dipta pun segera melangkan ke belakang mobil, dia menundukkan setengah tubuhnya untuk mengambil belanjaan tersebut. Alle yang melihat hal tersebut tesenyum misterius.


"Ahk" pekik Dipta dari belakang mobil, sepertinya dia baru saja kesakitan. Kenapa?

__ADS_1


Hahahahah hahahahah hahahaha


Tertawa Alle menggelegar di tempat tersebut. Dia merasa lucu saat Dipta merasa kesakitan karena tertimpa oleh penutub bagasi.


Saat Alle melihat Dipta sudah membungkuk, dia beralih ke pintu kemudi yang terbuka dan ada kunci di dalamnya. Dia pun berniat untuk menjahili Dipta karena rasa kesalnya tadi. Dia menutup bagasi, sehingga Dipta yang masih pada keadaan membungkuk tertimpa oleh penutup bagasi. Kemudia Alle membuka penutup itu lagi setelah mendengar suara pekikan dari belakang mobil.


Hahahahahah hahahahaha


Alle masih dalam keadaan tertawa. Dipta mengambil semua kantong belanjaan danberjalan menemui Alle yang masih dengan leluasa tertawa terbahak- bahak, sampai kedua bahunya berguncang dengan nyata. Sepertinya Alle merasa puas telah mengerjainya. Hanya Dipta yang di rugikan disini.


Dia pun melangkahkan kakinya, tanpa sepengetahuan Alle, Dipta sudah berada di depannya. Karena terlalu asyik tertawa sehingga dia tidak memperhatikannya.


"Cup" satu kecupan pada pipi Alle bagian kanan, dengan cepat Dipta juga beralih ke bagian pipi kiri Alle.


"Cup" terdengar bunyi kecupan disana.


"Cup" bunyi kecupan yang ketiga, dipta mendaratkannya pada bibir seksi Alle.


Apa yang akan terjadi setelah kecupan berturut- turut yang Dipta lakukan. Apakah Alle akan mengamum dan menghantam Dipta di tempat.


*Bersambung


Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga 😄😄😄

__ADS_1


Ayo para readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini 🤗😍


Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah😍😍🤗


__ADS_2