
Di tempat Crystal dan Bagas
Bagas dan Crystal sudah mendapatkan beberapa perlengkapan untuk Camping seperti cream anti nyamuk, tikar gulung, petromak(lampu duduk), kebutuhan wanita dan pria lainnya.
Bagas : "Gila nih mbak-mbak seksi banget" ucapnya saat melihat gambar yang tertera di kotak dalaman wanita
Crystal : "Jaga tu mata awas keluar, mbak-mbak di kotak aja diliatin, dasar mesum" cibirnya
Bagas : "Kenapa? Lo cemburu gue liatin nih mbak-mbak" godanya
Crystal : "Idih pd banget lo" terus berjalan
Bagas : "Woi mas biasa aja dong, gue juga berotot lebih gede lagi dari pada lo" kembali mengomentari gambar pada kotak dalaman pria
Crystal : "Gas lo gila ya, ngomong sama tu mas-mas?" tanyanya karna dari tadi Bagas mengobrol pada gambar
Bagas : "Ya abisnya lo diem aja dari tadi, makanya gue ngajak mas ini ngobrol" jawab sekenanya
Crystal : "Ati-ati ntar masnya nyaut, baru tau rasa lo" sambil mendorong troli meninggalkan Bagas yang masih mengobrol pada mas-mas dalam gambar
Bagas : "Emang bisa apa ini mas-mas nyaut?"
Crystal : "Ya kali aja"
Bagas : "Kalo emang bener, serem juga nih mas-mas, udah ah Crys tungguin gue" mengejar Crystal sambil ketakutan, Crystal tertawa
Crystal : "Cemen lo masa gitu aja takut"
Bagas : "Ya gue kan juga manusia Crys punya rasa takut, apalagi takut kehilangan lo" godanya
Crystal : "Kalo lo aja takut sama tu mas-mas trus gimana lo mau jagain gue?" tanyanya asal
Bagas : "Jadi lo mau gue jagain?" menaik turunkan alisnya. Wajah Crystal memerah
Crystal : "Apaan sih lo" berusaha menyembunyikan pipinya yang memerah
Bagas : "Cieeeee bulshing"
Crystal : "Udah ah cepet, lelet lo" berjalan mendahului Bagas, Bagas terkekeh geli melihat crystal yang salah tingkah.
Di tempat Bayu dan Tania
Bayu : "Lo mau Camping apa belanja bulanan?" tanyanya melihat troli yang ia bawa
Tania : "Sambilan Bay" menyegir tanpa dosa
__ADS_1
Bayu : "Emang dasar lo" sambil menggeleng
Tania : "Ya mumpung masih disini, malas gue kalo harus bolak balik" sambil memasukkan pasta gigi berukuran mini dan jumbo
Bayu : "Terserah lo aja deh" memasukkan pencuci muka khusus cowok
Tania : "Menurut lo Kevin orangnya gimana?" pertanyaan Tania membuat Bayu menaikkan satu alisnya
Bayu : "Maksud lo? Lo suka sama Kevin"
Tania : "Ngaco lo, ya ngak lah" jawaban Tania membuat Bayu merasa lega
Bayu : "Trus"
Tania : "Kan Kevin ngedekatin Nanda, nah gue sebagai sahabat Nanda dari SMP minta pendapat loh tentang Kevin, kita kan sama-sama tahu masa lalu Nanda kek apa, lagian kan lo juga dari SD sahabatan sama Nanda" menjeda ucapannya "Lo juga ngak mau kan kejadian yang sama terulang lagi?" tanyanya Bayu pun mengangguk
Bayu : "Gue juga ngak tau sih dan gue juga belum terlalu deket sama Kevin, jadi gue cuma mantau dan ngejagain Nanda aja, kalo emang Kevin tulus ya syukur" jelasnya
Tania : "Kalo sebaliknya?" tanyanya membuat Bayu berfikir sejenak
Bayu : "Kalo sebaliknya.........ya gue aja yang jagain Nanda selamanya"
Tania : "Maksud lo? Nikah?" Bayu mengangguk "Ngak gue ngak setuju" ucapanya sedikit kesal dan menaikkan suaranya, Bayu menyerngitkan alisnya
Bayu : "Kenapa?"
Bayu : "Maksud apa? Hmm?" godanya
Tania : "Ngak!!! Ayok bayar" jalan mendahului Bayu menyembunyikan wajahnya yang memerah 'kok gue bisa keceplosan sih' batinnya
Bayu terkekeh melihat tingkah sahabatnya itu.
Selesai belanja semua bertemu di tempat makan karena mereka sudah kelaparan. Setelah makan mereka langsung pulang, Tania pulang bersama Crystal, Bagas seperti biasa pulang dengan Bayu, sedangkan Bintang diantar pulang oleh Kevin dengan alasan kasiahan pada Crystal harus bolak-balik.
Sepertinya cuaca kurang bersahabat awan yang menghitam, cuaca gelap, matahari tertutupi. Bulir demi bulir air membasahi bumi Bintang dan Kevin mencari tempat berteduh. Mereka berhenti di salah-satu ruko yang sudah tutup. Kevin memakirkan motornya langsung turun dan berteduh, sedangkan Bintang tetap stay di motor.
Kevin : "Bintang ayo turun berteduh, ntar lo sakit"
Bintang : "Gue ngak mau neduh, gue mau main ujan" ujarnya lalu turun dari motor berlari kearah taman yang tak jauh dari sana
Kevin : "Bintang lo ngapain main ujan, ayo sini neduh!!!" teriaknya Bintang menoleh
Bintang : "Gue ngak mau!!!" ikut berteriak, ia malah menari-nari. Kevin mendengus berlari kearah Bintang yang sedang menikmati hujan yang turun deras.
Kevin : "Lo ngapain sih ujan-ujanan ntar lo sakit, kan besok mau Camping" ujarnya yang ikut basah
__ADS_1
Bintang : "Gue ngak akan sakit kan ujan sayang sama gue, jadi dia ngak nyakitin gue"
Kevin : "Batu banget sih lo, ntar kalo lo pulang dalam keadaan basah trus diliat nyokap lo ntar gue dimarahi sama dia, ayo balik" sambil menarik tangan Bintang tapi yang di tarik tak bergerak dan melepaskan tangannya
Bintang : "Bawel banget sih lo, Bunda ngak akan marah kok, percaya sama gue, mendingan sekarang kita main ujan ayok" ajaknya sambil menari-nari dan tertawa lepas. Kevin terdiam dia tak pernah melihat Bintang begitu senang dan tertawa lepas seperti sekarang. "Woi.....bengong aja lo, ayok" ajaknya lagi sambil menarik tangan Kevin dan sekarang Kevin ikut tertawa dan menari-nari menikmati hujan.
Hujan tak kunjung reda karena sudah terlanjur basah Kevin mengajak Bintang pulang dan menikmati hujan diatas motor. Beberapa menit mereka sampai di rumah Bintang. Bintang mengajak Kevin masuk untuk maling kan badan terlebih dahulu.
"Assalamualaikum" salam Bintang dan Kevin bersamaan
Bunda : "Waalaikumsalam, ya ampun kalian dari mana basah kuyup kayak gini" ucapnya terkejut melihat kedua remaja itu basah kuyup
Bintang : "Biasa Bun, abis main ujan" jawabnya plus cengirannya
Bunda : "Ya ampun sayang kamu kalo mau main ujan jangan ajak anak orang dong, tu liat kasian Kevin sampe menggigil kayak gitu" menunjuk Kevin yang menggigil "Kamu juga mau-maunya diajak Bintang main hujan, nanti kalo kamu sakit gimana?" omelnya
Bintang : "Astaga Bunda, anak Bunda itu Bintang, malah lebih khawatir sama Kevin" protesnya
Bunda : "Kalo kamu sudah biasa main hujan, kalo Kevin belum tentu biasa, kalo dia sakit gimana? Trus kalo orang tuanya marah gimana?" memarahi Bintang
Kevin diam menyaksikan Ajeng mengomeli anaknya
Bintang : "Iya Bun Bintang minta maaf, maafin gue ya Vin udah ngajak lo main ujan" menunduk merasa bersalah, Ajeng menggeleng
Bunda : "Azka...... Azka...." teriaknya
Tak lama Azka turun
Azka : "Iya Bun, lah kalian berdua kenapa basah kuyup kayak gini?" tanyanya ketika melihat Kevin dan Bintang
Bunda : "Tuh adek kamu ngajakin anak orang main hujan, udah nanti aja bahasnya, sekarang kamu ajak Kevin kekamar kamu mandi air anget trus pinjamin baju kamu" suruh Ajeng diangguki Azka, langsung mengajak Kevin Kevin kekamarnya "Dan kamu Bintang masuk kamar trus mandi air anget biar ngak masuk angin trus makan"
Bintang : "Iya Bun" meninggalkan sang Bunda, berjalan kekamarnya.
Sampai di kamar Bintang langsung ke kamar mandi untuk berendam air anget. Selama berendam ia terus kepikiran Kevin ia merasa bersalah karena sudah mengajak Kevin main hujan sampai Kevin menggigil.
Di kamar Azka
Azka : "Nih baju buat lo pakek" menyerahkan baju kepada Kevin
Kevin : "Makasih bang" sambil menerima baju, Azka tersenyum cool. Kevin langsung ke kamar mandinya berendam sebentar agar tubuhnya tidak menjadi lagi dan kembali membaik.
Selama berendam ia teringat wajah Bintang saat main hujan bersamanya. Wajah Bintang tersenyum dan tertawa lepas menunjukkan wajah aslinya yang sebenarnya ia ceria, hangat, humoris dan semangat.
Kevin merasa selama ini Bintang menggunakan topeng tapi dia tidak tahu apa alasannya secepatnya ia akan mencari tahu.
__ADS_1
Selesai berendam ia membilas tubuhnya dan memakai baju yang dipinjamkan Azka langsung keluar. Di luar ia melihat Azka yang duduk di sofa dan menghadap ke balkon.