
Pelayan : "Temennya mbak Crystal ya?" tanyanya tersenyum ramah
Tania : "Iya mbak kita temennya Crystal" yang juga tersenyum ramah
Pelayan : "Meja kalian sudah di pesankan, mari ikut saya" seraya melangkah duluan, mereka hanya diam dan mengikuti pelayan tersebut "Ini mejanya silahkan duduk" semua tersenyum
Tania : "Makasih Mbak" semua tersenyum
Pelayan : "Sama - sama saya permisi" menunduk kemudian berlalu pergi
Bayu : "Gila Crystal niat banget mau ngenalin gebetannya" ujarnya menelurusi atensiny ke segala arah
Tania : "Iya, kita aja ngak pernah di ajak makan ke tempat kayak gini, ya kan Bi?" melihat ke Bintang, yang dilihat mengangguk
Bintang : "Gas lo kenapa? Diem aja dari tadi?"
Bagas : "Kesel gue Crystal punya gebetan, mana ngenalinnya kayak gini lagi, nyesek gue" ujarnya dengan kesal
Kevin : "Sabar aja Gas ini kan ngak berlangsung lama, kita akan bongkar kedok tu cowok"
Bintang : "Iya sabar aja Gas" Bagas mendengus kesal "Tapi kalo gebetannya lebih ganteng, gue lebih setuju sama gebetannya" menggoda Bagas, Bagas langsung menoleh
Bagas : "Sialan lo Bi!!! Bukannya dukung gue malah dukung tu cowok" jawabnya semakin kesal "Rusak mood gue". Semua tertawa
Bintang : "Sorry - sorry gue kan cuma becanda" sambil tertawa
Bagas : "Becanda lo ngak lucu"
Semuanya masih tertawa sampai suara yang mereka kenali terdengar
Crystal : "Lagi pada ngimongin apasih? Kayanya seru banget" ucapnya, semua terdiam langsung melihat ke sumber suara.
Mereka membulatkan mata terkejut melihat siapa yang datang, ya yang datang Crystal. Crystalnya ngak papa sih yang membuat mereka terkejut pria yang bersama Crystal serta penampilan keduanya
Crystal mamakai jaket kulit berwarna merah mencolok, kaos dalam berwarna putih di masukkan ke dalam celana, celana jeans warna hitam, sepatu boots yang haknya tidak telalu tinggi berwarna hitam, dan rambut yang diikat ke belakang.
Pria itu memakai jaket kulit warna hitam, dalaman kaos oblong berwarna abu-abu, celana jeans panjang eksen robek-robek, sepatu warna hitam, rambut yang sedikit acak-acakan.
Mereka berdua terlihat seperti anak band metal.
Crystal : "Eh kok kalian pada bengong sih? Kenapa? Sorry ya gue lama" ucapanya masih berdiri sambil melihat satu persatu sahabatnya yang melongo
Tania : "I-iya ngak papa kok" jawabnya terbata-bata
Crystal : "Oh ya kenalin ini Aril, Ril kenalin ini sahabat - sahabat gue, Bintang, Tania, Kevin, Bayu, dan Bagas" sambil tersenyum
mereka saling senyum sebagai sapaan "Duduk yuk" ajaknya ia mengambil posisi di samping Bintang dan Aril di sebelahnya "Kalian udah pesen makanan?" semua menggeleng masih melongo "Mbak" panggilnya sambil mengangkat tangan
__ADS_1
Pelayan : "Silahkan" sambil menyerahkan daftar menu
Crystal : "Lo pesen apa?" tanyanya pada Aril
Aril : "Samain aja" jawabnya datar
Crystal : "Steak dagingnya dua, jus jeruknya dua, kalian pesan apa?" kearah temannya, tidak ada yang menjawab
Bintang : "Samaain aja" sebagai jawaban
Crystal : "Yaudah, samaain aja semuanya mbak"
Pelayan : "Baik tunggu sebentar ya" pergi menuju dapur
Crystal : "Kalian udah lama ya?" tanyanya datar semua saling tatap
Bintang : "Lumayan"
Crystal : "Sorry ya lama"
Bintang : "Ngak papa"
Hanya Bintang yang menjawab karna yang lainnya masih melongo tidak percaya apa yang mereka lihat sekarang. Perubahan yang drastis pada Crystal.
Hanya keheningan yang ada di meja tersebut tidak ada yang bicara satupun. Tak lama pesanan mereka datang, mereka melahap makanan masing - masing dalam keheningan dan kecanggungan.
Crystal : "Kalian semua kenapa diem aja?" tanyanya memecahkan keheningan
Crystal : "Lo kenapa Gas?"
Bagas : "Ngak papa, gue duluan ada urusan" tanpa menunggu jawaban ia berdiri berlalu pergi
Bagas memakirkan motornya di salah satu taman yang tak terlalu ramai, karena hari ini bukan hari libur. Di sana terdapat Danau di hiasi lampu - lampu yang menjalar dari satu pohon ke pohon yang lain.
Tertata rapi bangku - bangku dengan sandaran berwarna hitam, di sebelah kiri terdapat tempat sampah dan di sebelah kanan terdapat karangan bunga memberi jarak antar kursi.
Bagas duduk di salah satu kursi taman yang kosong menatap ke arah Danau persis seperti orang galau, ya memang dia sedang galau.
Gadis yang selama ini ia taksir dan ia kejar, malam ini membuatnya patah hati. Sudah dua tahun Bagas mengejar wanita itu tapi selalu saja di tolak, padahal jika ia mau dengan sangat mudah untuk memdapatkan wanita yang ia inginkan.
Karna wajahnya yang yang tampan, mata bulat kecoklatan, rambut tertata rapi dan wangi, hidung mancung, bibir sexi sedikit pink membuat para wanita menjerit melihatnya, badan tegap, dada bidang, dan perut eksotis.
"Apasih yang lo liat dari dia Crys? Dari segi tinggi? lebih tinggi gue, putih? lebih putih gue, keren? lebih keren gue, penampilan? oke-an juga gue" racaunya memuji dirinya sendir "Gayanya udah kayak preman gitu, mukanya udah kayak orang baru bangun tidur, kucel, asem, ngak enak di liat, enakan juga ngeliat gue, ganteng, bersih, rapi, sispek" ucapnya yang masih memuji dirinya sambik memegang anggota badannya.
Tak lama kemudian setelah mengeluarkan semua unek - uneknya dan merasa sedikit tenang tapi tetap kesal. Ia berdiri berjalan menuju motornya dan pulang.
Di waktu yang sama di tempat yang berbeda
__ADS_1
Karna merasa canggung akhirnya Bintang bersuara, tapi ucapannya membuat semua orang kaget dan langsung menatapnya penuh tanya.
Bintang : "Kevin sayang kamu mau ngak aku suapin?" tersenyum manis melihat kearah Kevin dan menyodorkan garpu berisi potongan daging steak pesanannya.
Kevin diam sesaat bingung atas kelakuan Bintang tapi ia tidak peduli dan tidak akan menyia - nyikan kesempatan ini. Kevin tersenyum dan meraih tangan Bintang untuk memasukkan steak itu ke dalam mulutnya.
'Kapan lagi di manisin kayak gini sama Bintang' batinnya
Kevin : "Enak banget" ucapnya tersenyum Bintang ikut tersenyum "Oh ya kamu juga mau aku suapin?" yang mengikuti alur Bintang, meskipun ia tidak tau apa maksudnya. Masa bodolah yang penting di manisin sama Bintang.
Bintang : "Mau dong" jawabnya antusias
Kevin langsung menyodorkan garpu berisi steak di sambut baik oleh Bintang "Aaaaa kamu sweat banget sih" ucapnya tersenyum manis sambil menyenderkan kepalanya pada bahu Kevin.
Kevin langsung mengangkat tangannya meletakkan pada bahu Bintang dan merangkulnya.
Ketiga sahabatnya itu, jangan di tanya lagi bagaimana ekspresinya. Mereka melongo dan shok melihat kelakuan kedua sahabatnya terutama Bintang.
"Ekhem, sorry ganggu gue ke toilet dulu" ucap Aril datar diangguki Crystal, Aril berdiri dan pergi.
Crystal kembali menoleh pada Bintang dan Kevin
Crystal : "Kalian pacaran?" tanyanya mewakili, Bintang melihat kesamping Crystal yang sudah kosong itu artinya Aril tidak ada
Bintang : "iiiiihhhhh lepas - lepas" sambil memukul tangan besar Kevin dan menjauhkan diri "Jangan cari kesempatan ya" kembali ketus
Kevin : "Kan lo yang duluan, gue sih nerima aja" ucapnya tersenyum
Bintang : "Dasar buaya" Bintang menoleh pada Crystal "Sorry nih Crys sebelumnya, dari tadi gebetan lo ngelirik gue terus, gue kan jadi risih" ucapnya pelan agar Crystal tak tersinggung "Makanya gue pura - pura pacaran sama Kevin"
Kevin : "Beneran juga ngak papa" godanya mendapat tatapan tajam dari Bintang
Tania : "Gila lo Bi, gue shok banget tau ngak, gue kira tadi kalian beneran pacaran, hampir aja gue naik darah"
Bintang : "Lah kenapa?"
Tania : "Ya iyalah kalian jadian tapi ngak ngasih tau gue" sambil meminum minumannya
Bintang : "Crys lo jangan tersinggung ya" ucapnya ragu
Crystal : "Santai aja kali, gue ngerti kok maksud lo" sedikit tersenyum membuat Bintang bernafas lega.
Makan malam yang penuh keheningan dan kecanggungan itu pun selesai, mereka pulang ke rumah masing - masing. Awalnya Crystal memawarkan Tania pulang bersama tapi Tania menolak ia lebih memilih di antar oleh Bayu.
Tania tidak ingin berada di tengah kecanggungan dan tidak sanggup melihat perubahan sahabatnya itu.
Like dan komennya kakak
__ADS_1
Makasih
Oh ya poinnya juga