
Ting.... Tong...
Ting..... Tong....
Azka : "Biar Azka aja yang buka" ucapnya kemudian berdiri menuju pintu
Bunda : "Siapa Bang?" tanyanya saat Azka kembali
Azka : "Kevin Bun sama mamanya"
Kevin : "Assalamualaikum Bunda, Ayah" salamnya sambil mencium tangan Adam dan Ajeng
"Waalaikumsalam" ucap mereka bersamaan
"Assalamualaikum" ucap Lina
Bunda : "Waalaikumsalam, silahkan duduk" ucapnya "Sebentar saya buatkan minum dulu" sambil berdiri
Kevin : "Nggak usah repot - repot Bun" tolaknya lembut
Bunda : "Nggak papa nak Kevin, sebentar ya" Kevin dan Lina tersenyum
Tak lama Ajeng kembali membawa nampan berisi 2 gelas air berwarna kuning dan toples berisi cemilan.
Bunda : "Silahkan, adanya hanya ini" ucapnya sambil meletakkan nampan di atas meja
Kevin : "Makasih Bun"
Lina : "Makasih"
Mereka berbincang - bincang mengenai apapun dan saling bertanya satu sama lain.
Mama : "Maaf ya tadi Karin tiba - tiba datang ke sini" ucapnya merasa tak enak
Bunda : "Iya nggak apa - apa, tapi tadi sempet kaget loh karna anak itu datang sendirian"
Mama : "Sekali lagi maaf ya, oh ya sekarang di mana dianya?" mengedarkan pandangannya
Kevin : "Iya Bun Karin nya di mana?"
Bunda : "Karin di ajak Bintang bermain ke kamar nya" jelasnya
Adam melirik jam yang ada di pergelangan tangannya
__ADS_1
Ayah : "Bun Ayah ke kamar dulu mau siap - siap ke kantor" ucapnya di angguki Ajeng
Azka : "Azka juga Bun mau ngerjain tugas di rumah Dika" ikut berdiri berjalan menuju kamarnya
Tak lama Azka dan Adam kembali dengan setelan masing - masing. Adam dengan setelan jas nya membawa tas kantor, sedangkan Azka dengan pakaian santainya dan tak lupa dengan ransel di dukungnya.
Azka : "Azka pergi dulu ya Bun Assalamualaikum" salamnya menciumi tangan Ajeng "Saya duluan tante, Vin" tersenyum ramah di angguki Lina dan Kevin, kemudian bejalan keluar rumah.
Ayah : "Ayah juga pamit ya Bun, Assalamualaikum" salamnya Ajeng mencium tangan suaminya dan mengantarnya ke depan rumah setelah berpamitan pada Lina dan Kevin
Kevin : "Maaf Bun, boleh nggak Kevin ke kamar Bintang?" tanyanya mendapat cubitan pedas dari sang mama "Aaww.....sakit ma"
Mama : "Lagian kamu sembarangan minta izin ke kamar anak gadis orang" omelnya di sertai tatapan tajam
Ajeng : "Nggak apa - apa jeng kan ada Karin, nak Kevin silahkan kamar Bintang ada di atas yang pintunya warna biru" jelasnya, karna di lantai dua kamarnya ada dua yang satu kamar Bintang yang satunya kamar tamu
Kevin : "Makasih Bun, Kevin ke atas dulu" pamitnya sekilas melirik sang mama yang memberi tatapan tajam padanya
Ia pun langsung berdiri dan berlari menaiki tangga menuju kamar pujaan hatinya
Mama : "Maaf ya jeng atas kelakuan Kevin" ucapnya tak enak atas kelakuan anak sulungnya
Bunda : "Nggak apa - apa jeng namanya juga anak muda, duku juga kita kayak gitu" kedua nya tertawa dan melanjutkan obrolannya
****
Tok.... Tok.... Tok....
Tangan kokoh itu pun berhasil mengetuk pintu berwarna biru.
"Masuk!!!" teriakan dari dalam sana membuatnya semakin deg - degan
Ia memegangi dadanya "kok gue makin deg - degan sih" gumamnya
Dengan penuh keberanian Kevin membuka pintu biru tersebut dan betapa terkejutnya ia saat melihat isi kamar yang penuh dengan warna - warni dan gambar kartun di mana - mana.
Ekspresinya sama dengan saat Karin masuk pertama kali, mulutnya menganga. Kevin masih berdiri di ambang pintu melihat ke segala arah.
Bintang mengerutkan keningnya melihat Kevin yang melongo seperti orang bodoh di ambang pintu.
"Woy!!...ngapain lo berdiri di situ kayak orang bego" ucapnya membuyarkan lamunan Kevin
Dengan ragu Kevin melangkah masuk ke dalam kamar Bintang
__ADS_1
Kevin : "Ini beneran kamar lo Bi?" tanyanya yang masih tak percaya
Bintang : "Iya, emang kenapa? Sini duduk, main" sambil memberikan stik ps pada Kevin.
Kevin berjalan sambil melihat ke atas kasur, di sana sudah ada Karin yang sedang tidur. Ia duduk di samping Bintang dan mengambil stik ps. "Lo suka main ps kan?" tanyanya Kevin mengangguk.
Bintang memilih - milih jagoannya
Bintang : "Nah sekarang lo pilih jagoan lo yang mana"
Kevin memilih jagoannya sambil berfikir benarkah dia Bintang? Kok beda banget ya? Apa iya dia punya kembaran? Atau dia salah minum obat? Itulah pertanyaan h pertanyaan yang bekeliling di fikirannya.
Bintang : "Woy...lama banget lo milihnya"
Kevin : "Yang ini aja" pilihnya mengklik wanita yang berpakaian seksi
Bintang : "Hmm...ck...dasar mesum"
Kevin : "Kok mesum diakan kuat" protesnya
Bintang : "Yaudah terserah.....eits tunggu" mempause gamenya
Kevin : "Kenapa?"
Bintang : "Sebelum mulai gimana kita bikin perjanjian" tawarnya
Kevin : "Perjanjian apa?" menaikkan alisnya
Bintang : "Yang kalah harus traktir yang menang selama satu minggu full, di mana pun dan kapan pun, deal" mengulurkan tangannya
Kevin : "Ok deal" menjabat tangan Bintang
Mereka pun mulai bermain. Selama permainan mereka saling menyalahkan dan sesekali megejek, tertawa dan mengumpat.
Kevin sesekali melihat Bintang, ia tak menyangka bahwa gadis yang ia sukai dan yang di kenalnya dingin, cuek, jutek, dan galak tapi berbeda dengan saat ini.
Satu persatu nyawa dari masing - masing jagoan habis dan akhirnya jagoan Bintang yang menang. Ia pun langsung berteriak gembira.
Bintang : "Yeeeey....gue menang...gue menaaaang...gueee menaaang" teriaknya sambil mengejek "Emang ya jiwa juara gue itu nggak ada yang nyaingi, mana katanya jagoan lo kuat, katanya si sexi itu jagoan lo, katanya yang sexi itu kuat tak terkalahkan tapi mana buktinya kalah juga dari jagoan gue, tuh liat jagoan gue udah jelas dan terbukti kalo dia itu kuat, gagah, perkasa, berotot hmm nggak ada yang nyaingi" celotehnya membuat Kevin melongo baru kali ini ia mendengar Bintang berceloteh seperti itu.
Tapi ia tak perduli dia lebih suka melihat Bintang yang seperti ini.
Kevin : "Ya gue bukannya kalah tapi mengalah, masak iya gue ngebiarin cewek yang gue suka kalah" elaknya karna tak mau di permalukan
__ADS_1
Bintang : "Hmm...alah alesan ko, pokoknya lo harus traktir gue selama satu minggu full di mana pun dan kapan pun" peringatnya penuh penekanan
Kevin : "Iya - iya gue traktir" pasrahnya 'kan lumayan bisa jalan bareng Bintang selama seminggu full tanpa penolakkan....ye....senengnya' batinnya