
Ting... Tong...
Ting... Tong...
Ceklek....
"Assalamualaikum cantik"
Tania tersenyum "Waalaikumsalam, ayok masuk"
"Nggak ah aku tunggu di sini aja"
"Loh kenapa?"
"Kamu bilang orang tua kamu nggak ada, bisa lama" jawab Bayu
"Makanya punya otak jangan mesum, yaudah tunggu di sini aku ambil tas dulu" Tania masuk rumah dan kembali dengan tas di bahunya "Yuk"
Bayu membukakan pintu mobil dan mempersilahkan kekasihnya masuk, kemudian ia memutari mobil dan ikut masuk.
*****
"Yank!!"
"Apa?" tanya Bayu menoleh sekilas pada kekasih
"Berenti dulu deh"
"Kenapa sih?"
"Berentiin dulu"
Permintaan Tania di ikuti oleh Bayu "Ada apa?"
"Tuh kamu liat" Tania menunjuk beberapa pria yang tampak sedang berdebat "Danu bukan?"
Bayu mengikuti arah tunjuk Tania "Iya bener, itu Danu dia sama siapa? Ngapain?"
"Kayaknya mereka lagi debat gitu deh"
"Aku berasa kenal ya sama cowok itu"
"Miko!!" seru mereka bersama saling berhadapan
"Mereka debatin apa ya?" tanya Tania
"Nggak tau, Miko emosi banget keliatannya"
"Samperin nggak?"
"Ntar aja, kita liat dulu, kalo berantem baru samperin" jawab Bayu
"Tapi Danu sendirian Bay, kasian"
Bayu menatap Tania yang masih memperhatikan Danu dan Miko "Kamu perhatian banget sama Danu" ucapnya dengan nada sedikit kesal
"Ya iyalah, dia kan temen kita, wajar dong, ayok turun"
"Males kamu aja" Bayu kembali menatap lurus ke depan
"Ih kamu kenapa sih?" seketika Tania mulai paham "Ck, yank ini bukan waktunya cemburu, tuh kan Danu di pukul, ayok Bay"
__ADS_1
Bayu menoleh dan membulatkan mata melihat Danu yang di keroyok, tanpa menunggu lama ia keluar, berlari menghampiri tempat kejadian dan
Bugh....
Bayu menendang pinggang salah satu teman Miko hingga terjatuh "Dan, lo nggak papa?" tanyanya sambil membantu Danu bersama Tania
"Bayu!! Gue nggak papa" jawab Danu lemah
Bayu menatap Miko "Ada masalah apa sih ini?"
"Lo nggak usah ikut campur, urusan gue sama si brengsek ini" jawab Miko menunjuk Danu
"Bisa bicara baik-baik kan, nggak harus dengan kekerasan, main keroyokan lagi"
"Dia itu musuh lo, kenapa di belain?"
"Itu dulu sekarang dia sahabat gue" jawab Bayu dengan penekanan "Sekali lagi gue liat lo ngeroyok dia, lo berurusan sama gue" ancamnya kemudian membawa Danu ke mobilnya
"Kita mau bawa dia kemana?" tanya Tania sambil melihat Danu yang terduduk lemah di bangku belakang
Bayu juga menoleh ke belakang "Kita bawa dia ke markas aja, kamu telfon Bintang kasih tau dia"
Tania mengangguk dan langsung menelfon Bintang untuk datang ke markas, ia juga menyuruhnya memberi tau Crystal.
*****
Kevin dan Bagas memakirkan motornya di depan gedung yang di pakai sebagai markas, setelah gadis yang mereka bonceng turun dari motor, mereka langsung masuk ke dalam gedung.
Ketika mendapat telfon dari Tania yang mengatakan Danu di keroyok mereka langsung pergi dari kampus.
"Gimana keadaannya?" tanya Bintang menghampiri Bayu
"Nggak ada yang parah, cuma luka memar, udah di obatin juga" jelas Bayu
"Di dalam, istirahat" jawab Tania menunjuk ruangan yang memang khusus untuk rebahan
Bintang menghela nafas kemudian duduk di samping Kevin saat pemuda itu menariknya
"Gimana ceritanya dia bisa gitu? Siapa yang ngelakuin?" tanya Crystal
Bayu mulai menceritakan kronologi kejadian dengan sejelas-jelasnya, dan mengatakan yang menyerang Danu adalah Miko.
"Ada masalah apa mereka berdua?" tanya Kevin
"Apa mungkin ada hubungannya sama lo Nan?" ujar Alka
Bintang mengerutkan keningnya "Maksudnya?"
"Lo tau sendiri kalo Miko itu masih berambisi buat dapetin lo, mungkin aja dia minta bantuan sama Danu buat dapetin lo, tapi nggak tau juga sih, itu cuma perkiraan gue aja" jelas Alka
"Tapi dari yang gue denger, mereka bukan lagi bahas Bintang" ucap Tania
"Dari pada pusing sendiri, kita tanyain aja langsung ke Danu nya setelah dia bangun" ujar Bagas di setujui oleh semua
"Yaudah kita balik kampus, pulangnya kita ke sini lagi" ucap Bintang
"Jagain Danu" timpal Bayu
Kemudian mereka pergi ke kampus
*****
__ADS_1
Tuk
Bintang mengaduh saat merasakan sesuatu mendarat di jidatnya, ia membuka mata untuk melihat siapa pelakunya dan ternyata…
"Bolos aja terus" omel Azka
Bintang mendengus, merubah posisi yang tadinya berbaring menjadi duduk "Gue nggak bolos, Dosennya yang nggak masuk"
Azka ikut duduk di samping Bintang "Kenapa sih lo suka banget ke sini?"
"Di sini tuh adem, tenang, nggak berisik, lo tau sendiri lah gue kayak apa"
Azka mengangguk paham, ia sangat tau kesukaan adik kecilnya ini, yaitu menyendiri atau mencari tempat yang tenang, jauh dari keramaian, ntah apa alasannya.
"Hubungan lo sama Mila gimana?" tanya Bintang setelah lama terdiam
"Nggak gimana-gimana"
"Maksudnya nggak gimana-mana?"
"Yaaa, gitu-gitu aja"
"Nggak ada kemajuan gitu?"
"Gimana ya, gue nggak terlalu jago deketin cewek"
Bintang melengos "Makanya jangan ketingian gengsi, di embat sama yang lain baru tau rasa lo"
"Jadi gue harus apa?"
"Lo udah dapet nomor telfonnya?" terlihat Azka mengangguk sebagai jawaban "Nah udah dapat nomor telfon, ajakin kencan lah atau dinner gitu, bikin dia terpesona sama lo"
Azka menoleh seolah meminta keyakinan dan Bintang mengangguk dengan yakin "Oke, gue ikutin saran lo, gue akan ajakin dia kencan" ucapnya yakin dan perkataan sang abang selanjutnya membuat Bintang ingin memukul kepalanya dengan sepatu "Minjem duit dong"
Setelah melontarkan beberapa cibiran, akhirnya Bintang mengiyakan untuk meminjamkan pria yang sudah bertahun - tahun hidup dengannya duit, demi kebahagiaan sang abang tercinta.
Keduanya tersentak mendengar deringan handphone Bintang dan dengan reflek Azka mengelus dada "Hp lo bikin orang kaget aja" sungut sang abang
"Gue juga kaget" balas Bintang, setelah menggeser tombol hijau, ia mendekatkan ponselnya ke telinga "Hallo Al, ada apa?"
[.....]
"Kok bisa?"
[.....]
Bintang melirik pria di sebelahnya yang tampak menyimak pembicaraan dirinya dengan Alka, seketika ia merubah ekspresi wajahnya sesantai mungkin "Oh, ntar kita bahas lagi, gue lagi di kampus"
[.....]
"Nggak ngapa-ngapain, ini lagi ngobrol sama bang Azka"
[.....]
"Oke bye" Bintang menghela nafas
"Siapa?" tanya Azka sambil memperhatikan wajah adiknya yang seperti menyembunyikan sesuatu
"Alka, biasalah anak-anak bikin ulah"
"Mereka masih sering tawuran?"
__ADS_1
"Hanya sebagian, lagi pula bukan mereka yang mulai"
"Hmm... Pulang yuk udah sepi nih" ajak Azka sembari berdiri dan merapikan tasnya begitupun dengan Bintang melakukan hal yang sama.