
Happy Reading
*****
Di kamar inap Azka, Bintang duduk di tepi ranjang sambil menatap wajah Azka yang penuh dengan luka bahkan ada yang mulai membiru.
Sebelum itu tangannya sudah di obati dan di perban. Bintang juga mendapat omelan dari sang Bunda, tapi ia tidak mengatakan yang sebenarnya karna tidak ingin membuat Bundanya semakin sedih, jadilah ia berbohong.
Sudah 4 jam berlalu, tapi Azka tetap enggan untuk membuka mata, dan selama 4 jam pula Bintang terus menatapnya. Ajeng dan Adam sudah pulang lebih dulu, dengan paksaan dari Bintang.
Sahabat dan kekasihnya masih setia menemani Bintang. Mereka sudah menganggap Azka sebagai kakaknya sendiri.
Bintang : "Bang......bangun dong, lo nggak capek apa tidur terus" ucapnya berharap sang lawan bicara akan menyahut "Gue kangen sama lo Bang, kangen berantem, kangen di jailin sama lo, kangen curhat sama lo, kangen ke mall sama lo" ocehnya "Bangun napa Bang, lo nggak kasian apa liat gue ngoceh dari tadi" air bening kembali mengalir di pipi mulusnya, dengan cepat ia hapus "Bang.....bangun lah Bang, kalo mau tidur itu malem, waktu tidur siang itu udah lewat kali" kembali mengoceh, ia bangkit dari duduknya langsung memeluk tubuh besar Azka yang terbaring lemah, air mata kembali mengalir.
Ke 4 sahabatnya itu hanya bisa menyaksikan dan mendengarkan ocehannya. Mereka tau bahkan sangat tau apa yang di rasakan Bintang saat ini, bahkan Crystal dan Tania ikut menangis.
Kevin yang ikut menyaksikan hanya diam, ia tidak mampu dan tidak tau harus berbuat apa. Ia tidak pernah melihat Bintang menangis dan sesedih ini.
Sudah beberapa kali mereka membujuk dan merayu Bintang untuk makan tapi selalu mendapat penolakan.
Kevin : "Bintang kamu makan ya, dikit aja" berusaha membujuknya
Bintang : "Ngak mau, please jangan paksa gue" tolaknya dengan wajah sayu
Kevin : "Nanti kamu sakit kalo nggak makan"
Bintang : "Gue nggak mau Vin"
Kevin : "Oke...kalo kamu masih nggak mau makan, aku mau nemuin Danu sekarang, aku mau kasih dia pelajaran" ancamnya, kemudian beranjak tapi langkahnya terhenti saat ada tangan yang menahannya
Bintang : "Oke fine gue makan, tapi lo nggak boleh nemuin dia"
Kevin : "Nah gitu dong" tersenyum kemenangan "Aku nggak akan nemuin dia, nih kamu makan" mengambil piring yang ada di atas nakas "Aku suapin ya"
Bintang : "Nggak usah, gue bisa sendiri" meraih piring dari tangan Kevin dan melahapnya
__ADS_1
******
Jam sudah menunjukkan pukuk 9 malam tapi Azka masih setia dengan tidurnya. Bahkan sahabatnya masih ada di sana begitu pun dengan Kevin.
Bintang melihat ke arah sofa yang di duduki sahabatnya yang sudah tertidur pulas, ia turun dari ranjang Azka menuju sofa.
Bintang : "Bay....Bagas.....Crystal....Tania..... bangun woy....udah subuh" ucapnya menepuk - nepuk lutut mereka satu - persatu, Bintang menghela nafas "Woy bangun nggak lo pada, gue siram air nih" ancamnya sambil menguncang lengan mereka tapi hasilnya nihil mereka tertidur terlalu pulas "Pasti mereka capek" gumamnya
Satu ide muncul dari otaknya, ia menjepit hidung Bagas dan Bayu dengan jari jempol dan telunjuknya, sehingga si empu susah bernafas dan terbangun.
Bagas : "Banguninnya biasa dong Bi" kesalnya sambil mengatur nafas
Bayu : "Tau nih kalo kita mati gimana?" timpalnya dengan ngos - ngosan
Bintang : "Heh...gue udah bangunin kalian berkali - kali ya....dasar kebo" omelnya "Tuh bangunin Crystal sama Tania" tuturnya di turuti Bayu dan Bagas
Tak lama Crystal dan Tania pun bangun.
Crystal : "Gue masih ngantuk" keluhnya kemudian menegakkan badannya
Tania : "Santai Bi, gimana Bang Azka udah siuman?" Bintang menggeleng
Bintang : "Sorry nih, bukan maksud gue ngusir, tapi ini kan udah malem, kalian juga butuh istirahat kan, mendingan kalian pulang aja, biar gue yang jaga di sini"
Crystal : "Tapi lo seriusan nggak papa jaga sendirian" tanyanya khawatir
Bintang : "Iya gue nggak papa kok, nggak usah khawatir, ntar gue minta anak - anak juga jaga di sini"
Bagas : "Yaudah deh kita pulang dulu ya" pamitnya
Bayu : "Eh itu si Kevin gimana?" menunjuk ke Kevin yang masih tertidur di sofa
Bintang : "Biar gue nanti yang bangunin"
Tania : "Yaudah kalo gitu kita pulang dulu, lo hati - hati di sini" ucapnya memeluk Bintang di susul Crystal
__ADS_1
"Assalamualaikum" salam mereka bersama
Bintang : "Waalaikumsalam, kalian hati - hati"
Mereka mengangguk kemudian meninggalkan ruangan tersebut. Bintang berjalan mendekati Kevin yang masih tertidur.
Bintang : "Kevin bangun hei...." menepuk - nepuk pipi Kevin
Kevin mengerjap beberapa kali kemudian membuka mata dan melihat Bintang yang tersenyum padanya, ia pun ikut tersenyum.
Kevin : "Mana yang lain?" mengedarkan pandangannya
Bintang : "Udah gue suruh pulang, lo juga pulang ya ntar tante Lina khawatir lagi" ucapnya lembut
Kevin : "Aku di sini aja ya temenin kamu, aku nggak tega ninggalin kamu sendirian" tolaknya
Bintang : "Tapi Vin lo harus pulang, tante Lina sama Karin siapa yang jaga"
Kevin : "Kan ada anak buah kamu yang jagain mereka, kalo di sini nggak ada yang jagain kamu"
Bintang : "Kevin pulang ya, gue bisa minta anak - anak jagain gue di sini"
Kevin : "Oh jadi kamu nggak mau terus - terusan deket aku, kamu nggak mau di jagain sama aku, kamu lebih suka di jagain sama anak buah kamu, gitu" ketusnya,
Bintang menepuk jidatnya 'Nih anak kenapa jadi kayak gini dah' batinnya, ia ingin marah tapi di urungnya
Bintang : "Nggak gitu Vin, lo harus istirahat, pulang ya" bujuknya lebih lembut
Kevin : "Nggak, pokoknya aku mau di sini jagain kamu titik" tekannya "Gue nggak rela kalo lo di jagain sama mereka" tegasnya
Bintang menelan salivanya, jika Kevin sudah mengubah panggialan itu artinya ucapannya tidak bisa di bantah.
Bintang : "Yaudah....yaudah...lo nggak usah pulang di sini aja, jagain gue ya" pasrahnya
Kevin : "Nah gitu dong, dari tadi kek kan aku nggak perlu marah - marah" mengelus rambut Bintang "Aku nggak bisa ninggalin orang yang aku sayang" tambahnya mencubit pipi Bintang
__ADS_1
Bintang : "Iya terserah lo" menyenderkan badannya ke sofa di samping Kevin, Kevin pun ikut menyenderkan badannya