
Kevin : "Bintang lo kenapa?" Kevin menepyk pundak Bintang yang sedang melamun. Bintang tersadar dari lamunan langsung menoleh kearah Kevin
Bintang : "Ngagetin aja lo" ucapnya berusaha menutupi rasa sedihnya
Kevin : "Ya lo nya ngelamun, ngelamunin apaansih? Kesambet baru tau rasa lo"
Bintang : "Berisik lo" berjalan meninggalkan Kevin yang masih berdiri di ambang pintu dengan raut kebingungan
Bintang duduk di kursinya Kevin pun duduk di sebelahnya karena mereka memang sebangku. Tak lama kemudian guru yang mengajar memasuki kelas dan memulai pelajaran pertama.
Bel istirahat akhirnya berbunyi semua murid pergi ke kantin kecuali Bintang yang memilih pergi ke rooftop. Bintang duduk di sofa yang sudah tua dan usang namun masih nyaman untuk di duduki.
"Ternyata lo di sini" suara berat itu mengagetkan Bintang, ia langsung menoleh ke sumber suara dan bernafas lega saat melihat pria itu
Bintang : "Ngagetin aja lo Bay" ucpanya dengan wajah kesal
Bayu ikut duduk
Bayu : "Lo ngapain di sini?"
Bintang : "Nenangin diri"
Bayu : "Mikirin apa lo?"
Bintang : "Crystal......,Kevin" Bayu membulatkan matanya langsung menoleh ke arah Bintang
Bayu : "Kevin? Kenapa dengan dia? Dia ngapain lo?" tanyanya bertubi - tubi
Bintang : "Gue ngak tau akhir - akhir ini gue kepikiran trus sama dia, gue juga nggak ngerti kenapa"
Bayu mengembangkan senyumnya
Bayu : "Lo suka kali sama dia" goda Bayu mendapat tatapan tajam dari Bintang
Bintang : "Ngaco lo kalo ngomong" kembali melihat ke depan
Hening sesaat
Bayu : "Trus giaman sama Crystal?"
Bintang menghela nafas beratnya
Bintang : "Gue akan cari tau tentang cowok itu, semuanya dan ngembaliin Crystal kayak dulu"
Bayu : "Lo mau ngembaliin Crystal tapi lo ngak kembali"
Bayu dan Bintang saling menatap
Bintang : "Gue udah nyaman kayak gini Bay"
Bayu : "Nutup diri lo? Nutup hati lo? Ngebiarin hati lo menderita?"
Bintang : "Hati gue udah layu, udah mati" tanpa di sadari ada cairan bening yang mengalir membasahi pipinya
Bayu : "Lo ngak boleh kayak gini trus Nan, lo harus bangkit, lo harus semangat lagi, hati lo emang layu tapi belom mati, lo hanya perlu menyiramnya agar kembali mekar" ucapnya sambil menatap Bintang, Bintang menangis mendengar perkataan Bayu
Bintang : "Bay gue boleh peluk lo?" tanyanya masih dengan tangisannya, Bayu mengangguk
Bayu : "Sini abang peluk, aduh adek abang ini sejak kapan jadi cengeng? Hmm?" hiburnya menepuk punggung Bintang yang memeluknya.
Bintang terkekeh mendengar perkataan Bayu yang di anggap menjadi abangnya itu.
__ADS_1
Bintang : "Makasih Bay lo selalu ada buat gue" masih memeluk Bayu dan merasakan kehangatan di dekapan Bayu
Bayu : "Sama - sama Nanda gue kan abang lo, tapi lo janji lo harus bangkit oke....gue ngak mau liat Kevin sakit hati karna lo tolak"
Bintang langsung melepaskan pelukannya memasang wajah kesal
Bintang : "Rese lo" memukul dada bidang Bayu
Keduanya tertawa
Kegiatan belajar mengajar telah selesai bel pulang pun telah berbunyi. Semua murid memasukkan buku kedalam tas dan keluar dari kelas, Kevin keluar kelas lebih dulu, Bintang melihat itu ingin mengejarnya tapi tidak jadi karena Tania memanggilnya
Tania : "Bintang!!" panggilnya Bintang pun menoleh
Bintang : "Kenapa Tan?"
Tania : "Pulang bareng yuk"
Bintang : "Sorry gue ngak bisa, gue ada urusan"
Tania : "Lo mau pergi bareng Kevin kan?" tebaknya sambik memggoda Bintang
Bintang : "Kok lo tau gue pergi sama Kevin?" tanyanya polos
Tania : "Ya taulah, kan bener lo mau pergi sama Kevin"
"Cieeeee...." ejek Crystal dan Tania bersamaan
Bintang : "Apaansih kalian" pipinya memanas dan memerah "Udah ah gue duluan" Crystal dan Tania tertawa
Bintang tidak memerdulikan tawaan dari sahabatnya itu, ia berlari mencari sosok Kevin. Ia berlari - lari di koridor menuju parkiran sambil mencari pria itu, ia melihat sosok yang ia cari ada di depannya berjalan menuju parkiran.
Bintang : "Kevin!!!" teriaknya, yang memiliki nama menoleh, Bintang berlari dan berhenti di depan Kevin
Bintang : "Ngejar layangan, ya ngejar lo lah"
Kevin mengerutkan keningnya
Kevin : "Ngapain ngejar gue?"
Bintang : "Katanya lo mau ngajakin gue jalan - jalan?" masih sedikit ngos - ngosan
Kevin : "Bukannya lo ngak mau ya pergi sama gue?" menaikkan satu alisnya
Bintang : "Gue berubah fikiran"
Kevin membulatkan matanya tak percaya Bintang akan menerima ajakannya
hatinya sangat senang senyumnya mengembang
Kevin : "Lo serius Bi?" tanyanya memastikan
Bintang : "Iya gue serius, jadi ngak sebelum gue berubah fikiran"
Kevin : "Jangan berubah fikiran dong, jadi kok, ayok" ajaknya Bintang mengangguk
Mereka berjalan beriringan menuju mobil. Kevin membukakan pintu untuk Bintang setelah masuk ia memutari mobil dan duduk di kursi pengemudi dan melajukan mobilnya.
Di dalam mobil seperti biasa hanya keheningan dan kecanggungan. Bintang melihat Kevin yang fokus ke jalanan , ia merasa bersalah atas sikapnya selama ini terutama tadi pagi.
"Gue tahu gue ganteng biasa aja kali liatnya" ucap Kevin tetap fokus ke jalan Bintang terkejut langsung melihat ke luar jendela.
__ADS_1
Wajah Bintang memanas dapat ia rasakan bahwa pipinya sudah merah. 'Bagaimana dia tau gue liatin dia, ya ampun gue malu' batinnya
Tak lama kemudian mobil Kevin sudah terparkir di lobi Mall mereka turun dari mobil dan berjalan beriringan ke dalam Mall.
Kevin : "Lo mau kemana dulu Bi?" tanyanya saat sudah berada di dalam mall
Bintang : "Makan aja gue laper"
Kevin : "Oke...kalo gitu yuk" ucapnya langsung menggenggam tangan Bintang
Bintang hanya terdiam melihat tangannya di genggam oleh Kevin ntah kenapa ia tidak berontak dan merasakan ada kehangatan dari genggaman itu.
"Mbak" panggil Kevin pada pelayan saat sudah duduk di salah cafe yang berada di dalam mall
"Silahkan mas" tersenyum sambil menyerahkan daftar menu
"Lo makan apa?" tanya Kevin pada Bintang
"Samain aja, tapi minumnya jus alpukat" jawabnya
"Oh yaudah, steak dagingnya dua, jus alpukat satu, jus mangga satu" ucapanya pada pelayan
"Iya tunggu sebentar ya mas, mbak" sembari tersenyum dan kembali ke tempatnya
Bintang : "Vin" panggilnya, ia memberanikan diri untuk memulai pembicaraan
Kevin : "Hmm? Kenapa?"
Bintang : "Gue mau ngomong"
Kevin : "Lo kan udah ngomong" Bintang mendengus sedikit kesal
Bintang : "Gue serius Vin"
Kevin : "Jangan serius dulu dong, gue belom siap nih, gue juga masih sekolah"
Bintang : "Ck, nyebelin lo, ngak jadi deh gue ngomong" ucapnya semakin kesal dengan jawaban Kevin dan mengalihkan pandangannya
Kevin : "Ja...jangan ngambek dong, yaudah ngomong gue dengerin" bujuknya
Bintang menghela nafas membuang egonya dan mulai bicara agar rasa bersalahnya hilang
Bintang : "Oke...lo dengenrin ya, yang serius lo"
Kevin : "Iya gue serius, gue dengerin" Kevin memajukan tubuhnya dan melipat tangannya di atas meja, mendekatkan wajahnya menatap Bintang.
Deg....deg....deg
Suara jantung Bintang 'Kok gue jadi deg - degan gini ya di tatap Kevin' batinnya. Seakan terhipnotis oleh mata hitam milik Kevin. Ia mengerjap beberapa kali dan mengatur nafas nya agar kembali fokus.
Bintang : "Sebenarnya gue......mau minta maaf sama lo" ucapnya berusaha santai agar Kevin tidak mendengar suara jantungnya. Kevin mengerutkan keningnya
Kevin : "Minta maaf buat apa?" tanyanya dengan wajah bingung
Bintang : "Minta maaf buat......" menghela nafas "Atas sikap gue selama ini sama lo" lanjutnya tetap berusaha santai, Kevin tersenyum
Kevin : "Gue paham kok, gue juga ngerti perasaan lo, lagi pula bagi gue itu tantangan buat gue untuk dapatin lo" ucapnya sambil mencolek hidung Bintang
Bintang mematung mencerna perkataan Kevin yang terakhir 'apa maksudnya dapetin gue? Apa bener Kevin suka sama gue? Trus gue harus gimana? Apa gue buka hati buat Kevin? Gimana kalo luka yang lama kembali terbuka? Apa gue sanggup menyembuhkannya?' Itulah pertanyaan yang bersarang di kepala Bintang
Kevin : "Bi...Bintang lo kenapa?" panggilnya sambil melambaikan tangan di depan wajah Bintang
__ADS_1
Bintang : "Ha....ng....ngak gu....gue ngak papa" ucapnya terbata - bata tersadar dari lamunannya
Kevin : "Yaudah, ayo makan ke buru dingin" sambil menunjuk makanan di depannya yang ntah kapan datangnya