
"Woy!!"
Bintang yang duduk di bangku taman kampus tersentak kaget dan langsung menoleh.
"Ngelamun aja, kesambet baru tau rasa lo" ucap Bayu
Bintang mengehela nafas "Gimana?"
"Dapet dong, sebelah barat" jawab Bayu
"Lo yakin nggak ada yang nempatin?"
"Yakin gue, 99,99999..."
"Oke" potong Bayu mendekap mulut Bayu "Anterin gue" ucapnya sambil berdiri
Bayu ikut berdiri "Ayok"
Mereka berjalan bersama di koridor kampus menuju suatu tempat
"Gimana menurut lo? Bagus kan?" ucap Bayu begitu mereka sampai di rooftop
Ya memang Bintang menyuruhnya untuk memcari tempat nongkrong, lebih tepatnya tempat Bintang menyendiri, kalian tau kan sifat Bintang itu sukanya menyendiri.
"Gue udah siapin semuanya, kursi, sofa dan meja buat kita" tambahnya
Bintang mengamati area rooftop yang cukup luas sambil mengangguk pelan, kemudian ia berjalan ke pinggir rooftop, memandangi padatnya kota metropolitan.
Bayu yang tadinya duduk di pinggir sofa jadi berdiri menghampiri Bintang dan berdiri di sampingnya "Ayok cerita" ucapnya sambil memasukkan kedua tangan ke dalam saku
Bintang tertawa pelan, sahabat kecilnya itu selalu tau apa yang sedang ia rasakan "Kevin!! Dia nggak ngabarin gue 2 hari ini"
"Lo udah hubungin dia?" tanya Bayu diangguki Bintang "Trus?"
"Dia bilang sibuk, banyak tugas"
"Yaudah, positif aja"
"Gue udah coba tapi pikiran itu selalu datang"
Bayu merangkul sahabat kecilnya dan menepuk-nepuk pundaknya "Tenang, kendaliin pikiran lo, ntar kalo gue ketemu gue tanyain"
Bintang mengangguk kemudian menoleh pada pria di sebelahnya yang sudah di anggap sebagai abangnya itu "Thank's"
"Your welcome" balas Bayu "Ayok kelas, udah mau masuk nih" ajaknya
Bintang melepaskan rangkulan Bayu "Lo aja, gue tetep di sini"
"Bolos" tanya Bayu di jawab dengan anggukan "Nanda, lo itu sekarang MAHASISWI, bukan anak SMA lagi, masih mau bolos?" omelnya
"Bawel lo, pikiran gue lagi kacau, nggak bisa fokus" jawab Bintang
Bayu menghela nafas "Terserah lah" pasrahnya "Gue aduin ke bang Azka" ancamnya sambil berjalan
"Gue nggak mau kenal lo lagi" Bintang ikut mengancam
"Bodo amat" balas Bayu terus berjalan
*******
__ADS_1
Pletak
Bintang yang sedang berbaring di sofa dengan tangan kanan menutupi mata meringis saat meraskan sebuah jitakan mendarat di dahinya.
Ia membuka mata kemudian menyeringai melihat sang Abang sudah berdiri tegap dengan melipat kedua tangan di dadanya serta memberikan tatapan datar namun begitu menakutkan.
Bayu kampret.....
Bintang mendudukkan tubuhnya "Gue baru sadar, ternyata Abang gue ini ganteng banget, apalagi kalo pakek hoodie, hmm, tambah gagah" pujinya plus senyuman manis
"Nggak mempan" balas Azka datar
Senyuman yang manis seketika luntur dari wajah Bintang, ia menyandarkan punggungnya ke kepala sofa tua namun tetap kokoh.
"Bukannya belajar, malah tidur di sini" omel Azka
"Siapa yang tidur, gue cuma rebahan" balas Bintang
"Sama aja"
"Ya beda lah, kalo tidur itu, merem di sertai mimpi, kali rebahan itu, merem doang nggak pekek mimpi" bela Bintang
"Jawab aja terus, masuk kelas sana" suruh Azka
"Dosennya galak, gue takut" Bintang beralasan
"Kalo dosennya nggak galak, semua mahasisiwi jadi bandel kayak lo" ucap Azka yang kini sudah duduk di kursi kayu
Bintang mendengus dan kembali merebahkan dirinya "Lagi pula tanggung juga kalo gue masuk, bentar lagi selesai"
"Gue kasih tau Ayah, baru tau rasa lo" ancam Azka sambil mengeluarkan laptop dari dalam tasnya
"Bodo amat"
Bintang tidak memperdulikannya lagi, jika memang benar di adukan bilang aja lagi sakit, pasti sang Ayah akan memaafkannya. Ia kembali menutup mata dengan tangan.
*****
2 jam berlalu
Azka menutup laptopnya sambil menghela nafas lelah, ia meregangkan otot-otot kekarnya kemudian menoleh pada sang Adik yang masih di posisinya.
"Woy!!" Azka menepuk betis Bintang
"Apa sih lo? Ganggu aja deh" kesal Bintang
"Ayok pulang" ajak Azka sambil memasukkan laptopnya ke dalam tas
"Lo duluan aja, gue masih mau di sini" balas Bintang tanpa merubah posisinya
"Ini udah sore, kampus udah sepi, mau lo ketemu sama para penghuni kampus"
"Gue nggak takut"
"Yaudah"
"Aaaaaa...." teriak Bintang karna tiba-tiba Azka mengangkat tubuhnya dan menggendongnya seperti karung beras
"Turunin gue....." Bintang memukul-mukul punggung Azka namun tak mendapat respon, sang Abang terus saja berjalan
__ADS_1
Meski Bintang meronta dan meminta di turunkan, tapi Azka terus berjalan hingga parkiran. Ia menurunkan sang Adik tepat di samping mobil, Bintang mendengus kesal langsung masuk ke dalam mobil, di susul oleh Azka dan melajukannya.
Kring...... Kring.....
"Hallo Crys" ucap Bintang pada orang di sebrang telfon
"Hallo Bi" balas Crystal
"Ada apa?"
"Gue mau bilang untuk acara nanti malam, gue kirim supir buat jemput lo" jelas Crystal
"Nggak usah pakek jemput-jemputan segala Crys, gue bawa mobil sendiri aja" tolak Bintang
"Nggak bisa, lo itu salah satu tamu spesial gue, jadi harus di jemput"
"Yaudah, terserah lo aja" pasrah Bintang
"Nah gitu dong, bye sayang, sampai ketemu nanti malam"
"Bye Crys, sampai ketemu"
Telfon terputus
"Siapa?" tanya Azka yang sedang fokus menyetir
"Crystal, dia bilang, ntar malem gue di jemput sama supirnya, untuk ke acara keluarganya itu" jelas Bintang di balas dengan anggukan
'Kegalauan 2 hari lo ini, akan di gantikan dengan kebahagiaan malam ini' Azka membatin sambil menepuk-nepuk pelan pucuk kepala Adiknya
*****
19 : 15
Bintang menatap dirinya di cermin, dengan balutan dress selutut tanpa lengan berwarna maroon, kerlap kerlip manik-manik di bagian roknya, make-up tipis, jam tangan kecil yang melingkar indah di tangannya, rambut yang di sanggul seusianya memberi kesan dewasa dengan menyisakan di pinggir telinga, hills silver kalem tidak terlalu tinggi senada dengan tas kecilnya.
"Cantik" komentar Azka yang baru datang dan berdiri di samping sang Adik
Bintang melihat pantulan Abangnya di cermin "Makasih"
"Udah cantik kok malah cemberut" ucap Azka dan Bintang menuruti dengan senyum kecut "Nggak usah di pikirin, ntar kalo tugasnya udah selesai, dia pasti hubungin lo"
"Lo itu jomblo, jadi nggak tau rasanya kayak apa" ledek Bintang
"Malah ngatain, untungnya udah cantik, kalo belom gue cakar lo" Azka berpose ingin menerkam dengan mengangkat kedua tangannya
"Kalem bro" Bintang memeluk Azka dengan mendongakan wajahnya "Iya, makasih ya Abang ku sayang"
Azka membalas pelukan sang Adik dan mencium keningnya "Udah pergi sana, supirnya udah dateng"
Bintang mengangguk
Cup.....
"Gue pergi dulu, Assalamualaikum" pamit Bintang
"Waalaikumsalam, hati-hati lo"
"Oke"
__ADS_1