Cewek Tomboy Pujaan Hati

Cewek Tomboy Pujaan Hati
53 Cemburu


__ADS_3

Bintang menggeliat, meregangkan otot - otot kecilnya. Ia mendudukkan diri dan melihat ke arah sahabatnya yang masih memejamkan mata. Beranjak dari tempat tidur, berjalan menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya.


Selesai mandi dan memakai pakaian rumahnya, Bintang menghampiri Tania dan Crystal yang masih bergelut dengan dunia mimpinya.


"Tan!! Crys!! Bangun woy!! Udah siang" ucap Bintang sambil menguncang tubuh sahabatnya


"Eemmhh....." Tania menggeliat dan berusaha membuka mata


"Jam berapa?" tanya Crystal dengan suara serak khas bangun tidur


"Jam 1 siang" jawab Bintang asal


Sontak Tania langsung duduk begitu juga dengan Crystal


"Seriusan jam 1 siang?" tanya Tania


"Hahaha, ya nggak lah, cepet mandi" suruh Bintang


"Rese lo, Bi" kesal Crystal kembali merebahkan dirinya di ikuti oleh Tania


"Bangun nggak lo pada, gue siram air seember nih" ancam Bintang


"Iya - iya, kita bangun" balas Tania kembali mendudukkan diri


"Lama - lama kayak Mami lo, bawel" timpal Crystal


"Biarin, gue mau masak sarapan dulu, dan ntar kalo gue panggil kalian udah harus wangi" ucap Bintang lalu meninggalkan 2 sahabatnya itu


*****


Bintang sekarang sudah berada di dapur untuk memasak sarapan, semenjak sang Bunda pergi keluar kota bersaama sang Ayah ia dan sang abang harus masak sendiri.


Dengan lihai Bintang mencampurkan nasi dengan bumbu - bumbu yang sudah di haluskan, ia juga menggoreng telur dan sosis. Setelah selesai ia memasukkan nasi goreng ke dalam mangkuk serta meletakkan telur dan sosis ke dalam piring.


"Masak apa?"


Bintang yang tersentak kaget tidak sengaja menyenggol mangkuk kecil yang kosong hingga terjatuh dan pecah.


Praaang...


"Astaga!!!" ucap Bintang, melirik Rey sekilas


Kemudian ia langsung berjongkok untuk memungut beling yang berserakan di lantai.


"Sorry, gue nggak bermaksud bikin lo kaget" ucap Rey juga ikut berjongkok membersihkan beling


"Iya nggak papa" balas Bintang "Aww.... Sshhh" ringisnya karna tak sengaja jarinya terkena pecahan beling


Rey langsung menarik tangan Bintang untuk berdiri dan sedikit memjauh dari beling - beling itu.


"Ada obat merah?" tanya Rey


"Ada di lemari" jawab Bintang


Rey langsung membuka lemari dekat kulkas dan mengambil kotak P3K, saat hendak mengolesi obat merah ke jari Bintang....


"Biar gue aja" sahut Kevin yang tiba-tiba datang dan langsung meraih kotak P3K lalu menarik tangan Bintang


Bintang menoleh pada Rey yang sedang menatapnya, ia meminta maaf tanpa suara yang di angguki oleh Rey.


Rey yang di tinggalkan hanya menghela nafas, membuang kapas yang masih ia pegang ke dalam tong sampah lalu kembali membersihkan pecahan beling.


*****


Kevin mendudukkan Bintang ke sofa di ruang keluarga, ia membersihkan luka di jari kekasihnya dengan alkohol secara perlahan, setelahnya mengolesi dengan obat merah dan yang terakhir membungkusnya dengan handsaplas.


Sesekali Bintang meringis kecil, merasakan nyeri pada jarinya. Ia memandangi wajah Kevin yang terlihat sedang menahan kesal, marah dan sebagainya.

__ADS_1


"Kamu kenapa?" tanya Bintang


Kevin menjawab dengan gelengan sambil membereskan peralatan obat yang di gunakan ke dalam kotak P3K


"Boong, pasti ada sesuatu, ayok jujur sama aku" ucap Bintang


Kevin menghela nafas kemudian menatap sang kekasih "Aku nggak suka kamu deket-deket sama senior itu" ketusnya


"Aku nggak deket sama dia, dia cuma mau ngobati luka aku" Bintang mengacungkan telunjuknya


"Modus!!"


"Kamu cemburu?"


Kevin melipat kedua tangannya "Menurut kamu?"


Bintang tersenyum lalu menangkup kedua pipi Kevin dan mengunyel - ngunyelnya "Dasar pencemburu" ejeknya


"Aku itu pacar kamu, dan kamu itu pacar aku, emang nggak boleh aku cemburu liat kamu deket sama cowok lain" jelas Kevin


"Boleh kok, malahan aku seneng" Bintang menyudahi aktivitasnya "Yaudah, aku minta maaf, aku janji nggak deket-deket sama senior itu atau cowok yang lainnya, jangan marah ya, lagian tadi nggak sengaja, maaf ya, ya" tambahnya memasang wajah imutnya


Kevin memalingkan wajahnya karna tak tahan melihat wajah imut kekasihnya itu, sekuat tenaga ia menahan diri untuk tidak mencium bibir mungil milik Bintang.


"Vin!!" panggil Bintang namun tak ada jawaban


"Kevin!!"


"[.....]'


"Jangan marah ya"


"[.....]"


"Aku minta maaf"


"[.....]"


Kevin langsung menoleh "Kamu bilang apa?" tanyanya


"Jangan marah" jawab Bintang


"Sesudahnya"


"Aku minta maaf"


"Sesudahnya lagi"


"Nggak ada lagi"


"Yaudah aku ngambek lagi" ucap Kevin kembali memalingkan wajahnya


Bintang tersenyum geli "Sayang!! Aku minta maaf ya, kamu jangan marah dong, aku nggak akan deket-deket sama senior itu" ucapnya tersenyum


"Bener, kamu nggak akan deket-deket lagi sama senior itu?" tanya Kevin


"Iya janji" jawab Bintang tersenyum manis


Kevin menghela nafas "Oke aku maafin, tapi ada syaratnya"


"Apa syaratnya?" tanya Bintang


Kevin menurunkan tangannya lalu menyodorkan pipi sebelah kanan dan menepuk-menepuk telunjuknya di sana seolah memberi kode.


Pipi Bintang merona "Apa?" tanyanya pura tidak mengerti


"Cium aku" jawab Kevin

__ADS_1


Bintang tersenyum lalu


Cup...


Kevin kembali mengarahkan pipi sebelah kiri "Yang ini juga, dianya iri"


"Itu modus kamu doang, nggak mau" tolak Bintang


"Yaudah nggak di ma...."


Cup...


"Udah" potong Bintang "Di maafin kan?"


Kevin tersenyum menang sambil menatap wajah kekasih yang merah seperti tomat lalu..


Cup....


"Iya di maafin" jawab Kevin setelah mencium pipi Bintang yang semakin memerah


"Ayok kita sarapan" ajak Bintang di angguki oleh Kevin


Keduanya beranjak dari sofa dan berjalan ke meja makan yang sudah ramai.


"Jari lo kenapa?" tanya Azka saat Bintang sudah duduk dan bersebelahan dengan Kevin


Bintang melihat ke jarinya "Nggak papa" jawabnya


"Lo apain adek gue?" kini Azka menatap tajam ke arah kevin yang sedang memegang sendok nasi reflek mengangkat kedua tangannya


"Nggak di apa-apain" jawabnya menjadi gugup


"Bang apa sih? Orang nggak papa juga, tadi nggak sengaja kena beling waktu masak" jelas Bintang


"Makanya hati-hati" omel Azka "Dasar ceroboh"


"Lo lebih ceroboh"


"Gue nggak pernah ceroboh"


"Pokoknya lo lebih ceroboh dari gue"


"Enak aja, lo lebih ceroboh" bela Azka


"Pokoknya elo"


"Elo!!"


"Elo!!"


"Elo!!"


Kriiieeettt.....


Semua menutup telinga mendengar suara nyaring sendok yang beradu dengan piring, semua terdiam sambil menatap Bayu.


"Nan, Bang, udah dong berantemnya, atau lanjutin nanti, kita mau sarapan nih" ucap Bayu


"Iya, orang dulu bilang, nggak boleh berantem di depan rezeki" timpal Bagas


"Bang Azka yang dul...."


"Udalah Bi" potong Kevin "Kita lanjut sarapan"


Bintang menghela nafas dan mengangguk


*****

__ADS_1


Maaf ya up nya lama 😊


__ADS_2