Cewek Tomboy Pujaan Hati

Cewek Tomboy Pujaan Hati
34


__ADS_3

Kevin : "Hei Author kapan nih gue nembak Bintangnya lama banget"


Author : "Sabar dong Vin Bayu dulu baru lo"


Kevin : "Lah kok jadi Bayu yang duluan sih"


Bayu : "Aseeekkk.....yes makasih ya Thor, sabar Vin ntar juga ada giliran lo, tenang aja"


Author : "Iya Vin sabar dulu, nggak lama kok, tenang aja"


Kevin : "Beber ya Thor awas kalo lama, oh ya satu lagi harus romanti"


LANJUT


*****


Sudah 4 hari Bintang pergi ke sekolah menggunakan mobil, karna Azka mulai sibuk dengan ujiannya. Dengan begitu ia dapat memantau keluarga Kevin dari kejahuan.


Setiap pagi Bintang memakirkan mobilnya di sebrang jalan rumah rumah Kevin untuk menunggu bus sekolah yang menjemput Karin, dan mengikuti sampai ke sekolah.


Sedangkan orang yang di tugaskan, mengikuti Lina sampai ke kantor. Setelah memastikan Karin sampai barulah ia berangkat ke sekolah.


Bintang memang harus hati - hati karna Danu bisa saja melakukan hal yang tidak di inginkan kepada siapapun. Jadi ia tidak ingin orang lain menjadi sasarannya.


10 menit sebelum bel Bintang sudah sampai di parkiran sekolah dan memakir rapi mobilnya. Ia berjalan di koridor yang sudah ramai menuju kelasnya.


Sampai di kelas Bintang duduk di kursinya. Ia melihat kursi di sebelahnya masih kosong. 'Tumben dia belum datang' batinnya


Tak lama Guru yang mengajar pun datang tapi Kevin masih tak kunjung datang. 5 menit pelaran di mulai barulah Kevin datang dan masuk dengan santainya.


Kevin : "Assalamualaikum Bu" salamnya sembari senyum manis "Maaf Bu saya telat" ucapnya tanpa dosa mendapat tatapan tajam dari Bu Dita, semua mata tertuju padanya


Bu Dita : "Waalaikumsalam, sekarang kamu lari keliling lapangan 5X setelah itu hormat tiang bendera sampai istirahat" perintahnya


Kevin : "Banyak banget Bu hukumannya di kirangin napa Bu" mencoba bernegosiasi


Bu Dita : "Kamu mau melakikannya atau saya tambah hukuman kamu lebih berat" bentaknya


Kevin : "Yah jangan di tambah dong Bu, yaudah deh saya ngelakuin itu aja, tapi saya tarok tas dulu ya Bu"


Bu Dita : "Yasudah cepat taruh tas kamu, setelah itu cepet lakasanakan hukuman kamu" ucapnya Kevin mengangguk dan berjalan menuju kursinya, ia meletakkan tasnya sambil tersenyum ke arah Bintang,

__ADS_1


"Kevin ngapain kamu di situ, cepat laksanakan tugas kamu" bentaknya membuat kelas menjadi gempar. Kevin terkejut dan langsung berdiri berjalan keluar kelas melaksanakan hukumannya.


Bel istirahat pun berbunyi Bu Dita menyelesaikan pelajarannya dan keluar dari kelas.


Kevin yang mendengar bel tersebut bernapas lega ia langsung duduk di ponggir lapangan karnah lelah.


Bintang : "Nih" menyodorkan sebotol minuman pada Kevin


Kevin mendongak dan tersenyum kemudian mengambil botol minum tersebut dan meneguknya sampai kandas.


Kevin : "Hah...hah...hah...makasih ya bidadari ku" ucpanya sambil mengatur nafas


Bintang : "Hmm" jawabnya singkat dan ikut duduk


Bintang sudah tidak masalah lagi dengan panggilan yang keluar dari mulut Kevin untuknya. Karna walaupun ia protes itu percuma.


Bintang : "Kok lo bisa telat sih?" tanyanya


Kevin : "Kesiangan gue" jawabnya asal


Bintang : "Makanya jangan begadang, sakit baru tau rasa lo"


Seketika pipi Bintang memanas dan memerah, ntah mengapa ia bisa bicara seperti itu. Apakah ia sudah membuka hati untuk Kevin? (Semoga saja)


Bintang : "Apaansih lo, udah ah gue mau ke kelas dulu" berdiri meninggalkan Kevin yang masih terduduk lemas.


Kevin tertawa pelan melihat Bintang yang salah tingkah "Sebentar lagi lo akan jadi milik gue, tunggu ya" ucapnya sambil melihat punggung Bintang yang menjauh


Bintang berjalan menuju atap sekolah. Sampai di rooftop ia duduk di sofa tua dan berfikir sejenak. Ia merasa ada yang ganjal dengan alasan kevin datang terlambat.


Setaunya tadi pagi sebelum bus yang menjemput Karin datang Kevin sudah berangkat terlebih dulu, dan itu artinya Kevin tidak mungkin bangun kesiangan.


"Hmm...sepertinya ada sesuatu, dan Kevin sembunyiin itu dari gue" gumamnya menerka - nerka


Kringg..... Kringg....


Suara dari handpone membuyarkan lamunan Bintang. Ia melihat benda pipih tersebut tertera nama Baim


"Baim? Tumben - tumbenan dia nelfon gue" gumamnya, ia mengeser tombol hijau


Bintang : "Assalamualaikum, hallo im, kenapa?"

__ADS_1


Baim : "Waalaikumsalam Nan, ini gue mau ngasih tau lo sesuatu, sebenarnya mau ngasih tau tadi pagi, tapi gue lupa"


Bintang : "Yaudah nggak papa, ada apa emangnya?"


Baim : "Eh gue mau ngomong apa tadi ya? Aakkhh....kok gue jadi lupa sih" ucapnya kesal sendiri, Bintang menghela nafas


Bintang : "Ya ampun Baim kok lo bisa lupa sih?, coba lo inget h inget dulu"


Baim : "Haa...iya gue inget sekarang, jadi tadi pagi gue nggak sengaja liat Kevin sama Danudan rombongannya di jalan, mereka kayak lagi debat gitu, tapi gue nggak tau mereka debatin apa, yang gue denger mereka mereka akan ketemuan lagi pulang sekolah nanti" jelasnya panjang lebar


Bintang : "Serius lo Im? Lo nggak bercanda kan?"


Baim : "Gue serius Nanda, buat apa gue bercanda untuk hal kayak gini"


Bintang : "Yaudah makasih infonya"


Baim : "Yaps sama - sama, eh nggak ada imbalan buat gue nih"


Bintang : "Hmm...dasar lo, ntar gue traktir, gue beresin ini dulu"


Baim : "Siap gue tunggu bye.... Assalamualaikum"


Bintang : "Waalaikumsalam"


Telfon terputus


Setelah mendengar penjelasan Baim, Bintang mengepalkan tangannya. Ia kesal pada Danu dan Kevin.


Danu selalu saja mencari masalah, dan yang membuatnya tambah kesal karna Kevin tidak memberitahunya tentang ini.


Bintang memilih tetap di rooftop sekolah dari pada kembali ke kelas. Ia ingin menenangkan diri dan memikirkan bagaimana cara untuk membuat Kevin tidak pergi menemui Danu.


Bintang terus saja memikirkan cara agar Danu tidak mengganggunya lagi


"Gimana caranya supaya Kevin nggak ketemu sama Danu, argghhhhh...." gumamnya frustasi, seketika ia ingat sesuatu "Bukannya dia masih punya hutang sama gue....hmm....gue bisa gunain kesempatan ini" ucapnya tersenyum


****


**Kira - kira apa ya yang di lakuin Bintang?


Likenya kakak, poinnya juga**

__ADS_1


__ADS_2