
"Dek!! Cepatlah!!" teriak Azka di depan rumahnya
"Iya sabar" sahut Bintang yang baru keluar dari rumah dan mengunci pintu rumahnya
"Ntar kita ketinggalan pesawat" omel Azka
"Udah - udah, ayo kita berangkat" ucap Ajeng
Mereka masuk ke dalam mobil, Azka dan Adam duduk di kursi depan, sedangkan Bintang dan Ajeng duduk di kursi belakang.
Azka dan Bintang mendorong 3 koper menuju garasi pesawat.
"Azka, inget pesan Ayah, jagain Adek kamu" ucap Adam di angguki Azka "Dan kamu Bintang, harus selalu ikut apa kata Abang kamu"
"Siap Ayah" balas Bintang kemudian mereka saling berpelukan
"Kalian hati - hati ya, jaga diri baik - baik, jangan nakal" peringat Ajeng
"Iya, Bunda dan Ayah juga harus hati - hati, jaga kesehatan, nggak boleh capek" ucap Bintang
"Yaudah, Ayah sama Bunda pergi dulu" ucap Adam
"Iya Yah, kalo udah sampe langsung kabarin" ucap Azka di angguki Adam
Azka dan Bintang mencium punggung tangan Adam dan Ajeng bergantian
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Bintang menatap punggung 2 orang paruh baya yang berarti dalam hidupnya, kemudian menoleh pada pria di sebelahnya yang juga menatap 2 orang itu, ia memeluk sang abang dari samping.
Azka menoleh "Ayok kampus" di angguki Bintang
__ADS_1
Mereka sampai di kampus, Bintang dan Azka keluar dari mobil dan berjalan bersama memasuki gedung kampus. Selama berjalan Bintang memasang wajah sedih, Azka yang menyadari hal itu langsung merangkul bahu sang Adik.
"Nggak usah sedih gitu, mereka kan perginya cuma sementara, ntar balik lagi" ucap Azka "Kita kan bisa telpon" Bintang mengangguk
"Belajar yang bener" ucap Azka saat mereka sudah di depan kelas Bintang
"Iyah"
Azka menepuk - menepuk pucuk kepala Bintang dan mencium keningnya sekilas, kemudian pamit pergi.
Bintang masuk ke kelasnya dan duduk di tempatnya, tak lama kelas semakin ramai dan dosen yang mengajar memasuki kelas lalu memulai pelajaran.
"Hai" sapa Kevin saat Bintang keluar dari kelas
"Hai" balas Bintang tersenyum
Kevin mencubit pelan pipi kekasihnya "Kantin?" di angguki Bintang
Mereka berjalan beriringan dengan bergandengan tangan menuju kantin
******
"Kamu kenapa sih? Kok mukanya sedih gitu?" tanya Kevin
"Nggak papa kok" jawab Bintang
"Bintang, aku itu pacar kamu, jadi aku tau raut wajah kamu dan perasaan yang kamu rasain sekarang, ayo cerita sama aku, ada apa?" ucap Kevin
Bintang tersenyum lalu menangkup pipi Kevin "Aku sayang kamu, Kevin"
Kevin meraih kedua tangan Bintang yang ada di pipinya dan menggenggamnya "Bintang, aku serius"
"Aku serius sayang sama kamu"
__ADS_1
"Aku tau kamu sama sayang aku, aku juga sayang sama kamu, tapi bukan itu, ayok cerita sama aku" desak Kevin
Bintang menghela nafas "Perusahaan Ayah yang di Bogor lagi ada masalah, jadi Ayah sama Bunda pergi ke sana sampai masalahnya selesai, yang bikin aku sedih, karna aku jauj dari mereka" jelasnya
Giliran Kevin yang menangkup pipi Bintang "Kamu jangan sedih, aku akan selalu bikin kamu bahagia"
"Bahagia sama pacar dan bahagia sama keluarga itu beda, Vin"
Kevin menarik tanggannya yang menangkup pipi kekasihnya "Oke, mulai sekarang aku akan jadi Ayah kamu"
"Emang bisa?" tanya Bintang
"Bisa dong, nih ya aku buktiin" Kevin berdehem "Bintang, mulai sekarang Ayah restuin hubungan kamu sama Kevin, dan bilang sama Kevin, Ayah tunggu dia ngelamar kamu" ucapnya meniru gaya Adam berbicara
Sontak Bintang tertawa "Ada - ada aja kamu, Ayah nggak pernah ngomong kayak gitu"
"Sekarang belum, tapi aku yakin, suatu saat Ayah akan ngomong kayak gitu" ucap Kevin dengan percaya diri
"Kamu terlalu pd"
"Biarin, emangnya kamu lupa, sebelum kita pacaran aja, Ayah bilang kamu jomblo di depan aku, trus waktu dia tau kita pacaran, aku pikir Ayah akan marah, eh tau - taunya dia malah nyerahin kamu ke aku, aku yakin kalo kita udah kuliah dan udah kerja, Ayah pasti nyuruh aku ngelamar kamu" tutur Kevin panjang lebar
Bintang tersenyum mendengar penuturan kekasihnya itu, jika di pikir - pikir perkataan Kevin memang benar adanya.
"Bintang, kok kamu diam aja?" tanya Kevin
"Aku nggak tau lagi mau ngomong apa?" jawab Bintang "Omongan kamu bener"
Kevin tersenyum bangga "Iya dong, pacar siapa dulu? Jadi kamu jangan sedih lagi ya"
"Iyah" balas Bintang "Aku boleh peluk kamu?"
"Dengan senang hati" Kevin tersenyum lebar dan menentangkan kedua tangannya
__ADS_1
Bintang terkekeh langsung berhambur ke pelukan Kevin dan memeluknya dengan erat di balas dengan erat juga.
Kevin mengelus rambut Bintang dengan lembut 'Aku akan selalu bahagiain kamu, Bi' batinnya