Cewek Tomboy Pujaan Hati

Cewek Tomboy Pujaan Hati
43


__ADS_3

Happy Reading


******


Bintang kembali menegakkan posisi duduknya, melihat ke arah Kevin yang kembali tidur. Ia melambaikan tangannya di depan wajah Kevin untuk memastikan bahwa ia benar - benar tidur. Sebenarnya Bintang hanya pura - pura tidur, supaya ia bisa pergi.


"Aman" gumamnya pelan


Bintang merogoh sakunya mengeluarkan beda pipih lalu mengotak - atiknya


'Jemput gue di rumah sakit XXXX bawa anak - anak, kita serang markas Danu, satu lagi bawa baju gue' ~send


Bintang kembali menoleh pada Kevin "Vin gue pergi dulu ya, lo baik - baik di sini, nggak usah khawatirin gue, oke" bisiknya sangat pelan, kemudian mencium pipi Kevin sekilas "Bye"


Ia bangkit dari duduknya berjalan mendekati ranjang Azka dan menatapnya "Bang, Bintang pergi dulu ya, Bintang janji, Bintang pulang nanti semua masalah akan selesai oke, oh ya satu lagi, kalo Bintang pulang nanti Abang harus bangun ya" mencium pipi Azka "Dada Abang ku sayang"


Ia berjalan di lorong koridor menuju basament, dinsana sudah ada Bima dan yang lainnya


Bima : "Nih" melempar baju dan dengan sigap di tangkap oleh Bintang "Nanda lo yakin mau nyerang Danu?"


Bintang : "Yakin, gue mau nyelesain ini semua, gue ganti baju dulu" semua mengangguk, tak lama ia kembali ke basament


Dev : "Nanda, tangan lo kenapa?"


Bayu : "Dia ngamuk" datang tiba - tiba, Bintanh terkejut melihat kedatangan Bayu


Bintang : "Kok lo bisa ada di sini?"


Bima : "Gue yang telfon"


Bintang : "Kenapa lo kasih tau Bayu sih?"


Bayu : "Lo yang kenapa nggak kasih tau gue?"


Bintang : "Ya...maaf, udah mendingan sekarang kita pergi jangan nunda - nunda lagi"


Pandu : "Nanda, gue tanya sekali lagi, lo yakin? Lo serius dengan semua ini?"


Bintang : "Gue yakin, gue mau ngakhiri ini semua, kemarin Kevin, trus Karin, sekarang Bang Azka, selanjutnya siapa? Kalian? Gue nggak bisa, itu semua nyiksa gue" jelasnya


Alka : "Oke Nan kita dukung lo, kita berangkat sekarang"


Baim : "Tangan gue udah gatel"


Caka : "Yoi, yok berangkat"

__ADS_1


Mereka pergi menggunakan motor dengan Bintang yang di bonceng oleh Bayu. Butuh waktu 1 jam perjalanan untuk sampai ke markas Danu.


Bintang masuk ke dalam sebuah gedung tua diikuti oleh teman - temannya. Ia langsung menghampiri Danu yang duduk di sofa tuanya. Danu tersenyum melihat kedatangan Bintang, ia pun langsung berdiri.


Danu : "Wah...wah...akhirnya lo dateng juga ke istana pangeran lo ini, selamat datang princes ku yang cantik" sambutnya dengan senyum yang merekah


Bintang : "Nggak usah basa - basi lo, gue ke sini mau mengakhiri ini semua" ucapnya yang super duper datar


Danu : "Hahahahaha!! Masih galak aja lo, tapi itu yang bikin gue tambah suka" seringainya "Ini semua nggak bisa di akhiri, kecuali....lo hidup selamanya sama gue, hahaha" ujarnya dengan senyum liciknya


Bintang : "Cih....jangan harap gue mau hidup sama orang brengsek kayak lo, sampai kapan pun gue nggak mau" amarahnya sudah mengebu - gebu, ingin sekali rasanya ia memukuli wajah pria yang ada di depannya ini "Gue ke sini mau ngajak lo battle antara lo sama gue, kalo lo menang gue turuti semua kemauan lo, tapi kalo kalah" menjeda ucapannya "Lo pergi dari sini dan nggak usah ganggu hidup gue lagi, gimana?" tantangnya tersenyum miring


Danu : "Oke nggak masalah"tersenyum remeh "Siapin semuanya" ucapnya kepada anak buahnya, ia melangkah mendekati Bintang "Siap - siap jadi milik gue Nanda ku sayang" tersenyum miring lalu pergi


Bintang menatapnya dengan penuh kejijikkan, ia yakin akan memenangkan pertrungan ini. Jangan meremehkan Bintang dalam kemampuan bela dirinya, sejak kecil ia sudah di ajarkan ilmu bela diri.


Bima : "Nanda, lo serius lawan dia?" raut khawatir


Pandu : "Dia itu licik Nan" timpalnya


Bayu : "Katanya kita ke sini mau nyerang dia, tapi kenapa lo ngajak dia battle?"


Caka : "Trus kenapa lo ngajak kita ke sini?"


Bintang : "Kalian mau mati sia - sia? Huh? Nggak liat tu anak buahnya segitu banyak, gue ngajak kalian buat jaga - jaga" jelasnya "Udah kalian tenang aja, gue nggak akan kenapa - napa dan gue akan menangin battle ini" ucapnya dengan yakin, semua mengangguk kemudian berjalan ke tempat battle.


****


Bintang dan Danu sudah berada di lingkarang merah. Bintang menatap Danu dengan wajah datarnya, ia sudah tidak sabar untuk menghajar pria brengsek di depannya itu. Sedangkan Danu mengukir senyum liciknya.


Lonceng pertanda mulainya pertarungan sudah di bunyikan. Mereka saling tatap sambil mengelilingi lingkaran merah tersebut, Makin lama makin mendekat.


Bintang dan Danu mulai menyerang satu sama lain, mereka saling menendang, saling memukul, dan berusaha menjatuhkan lawan.


*Bbrraaakkk.....


Bbaaggh....


Bbiiggh....


Bbuuggh....


Bbrruuukkk*.....


Mereka mendapat pukulan satu sama lain, Bintang mengatur nafasnya, ia memegang bibirnya yang menyeluarkan darah segar. Danu juga terkena pukulan bertubi - tubi, di sekitar mata, di pipi, dan beberapa di tubuhnya.

__ADS_1


Danu : "Ternyata tenaga lo kuat juga, sayang" tersenyum miring


Bintang : "Bacot lo, serang gue brengsek" teriaknya


Bintang kembali menyerang Danu


*Hyaaaa....


Bbrraaakkk....


Bbrruuukkk....


Bbuuggh.....


Bbiiggh....


Bbaagggh*....


Cukup lama terjadi baku hantam, dan akhirnya Danu terjatuh lebih dulu dan tidak berdaya, nafasnya terengah - engah, wajahnya babak belur dan terdapat banyak luka.


Tak jauh berbeda dengan Danu, Bintang juga sama babak belurnya, dan beberapa luka memar di tangan dan kakinya akibat serangan yang bertubi - tubi.


Tapi ia tidak terjatuh, ia tetap berdiri menatap Danu yang terkulai lemah sambil mengatur nafas.


Bintang : "Bangun lo brengsek, ini belom selesai!!!" teriaknya dengan sisa tenaganya


Danu : "Lo menang... Hah... Hah... Gue ngaku kalah... Hah... Hah... Gue nggak akan ganggu lo lagi" lirihnya masih terbaring lemah sambil mengatur nafasnya


Bintang : "Apa gue bisa pegang omongan lo? Hah... Hah... Hah..." masih berdiri


Danu : "Iya... Hah... Hah... Gue janji... Hah... Hah..."


Bintang menjatuhkan badannya karna sudah tidak memiliki tenaga lagi. Bayu dan yang lainnya membantunya dan membawanya kembali ke rumahsakit.


******


Di ruangan Azka


Setengah jam setelah Bintang pergi, Kevin terbangun dari tidurnya dan meninggalkan mimpi indahnya. Ia mengedarkan pandangannya tapi tidak menemukan sosok gadis pujaan hati, ia hanya melihat Azka yang masih terbaring di ranjangnya.


Kevin berfikir mungkin Bintang sedang berjalan - jalan di luar karna bosan. Ia beranjak dari duduknya berjalan mendekati ranjang Azka, ia menatap wajah Azka cukup lama. Karna wajah yang penuh dengan luka itu berhasil membuat gadisnya menangis dan sedih.


Sudah lama Kevin menunggu tapi Bintang tidak kunjung datang. Hatinya gelisah, ia merasa khawatir.


******

__ADS_1


Maaf kalo feel kurang dapet 🙏


__ADS_2