
Bayu menapakkan kakinya di lantai rooftop dan tentu semua mata tertuju padanya
"Tumben lama" ucap Bagas
Bayu mendaratkan bokongnya di kursi sebelah kekasih, sebelumnya ia menyabar minuman kaleng "Biasa panggilan alam" jawabnya setelah meneguk minuman yang di tanggapi dengan anggukan
"Hari ini kita jadikan jenguk Danu?" tanya Tania
"Semangat banget" cibir Bayu
"Nggak kok, biasa aja"
"Masa?"
"Apaansih kamu, nggak jelas banget"
"Jadi kok" jawab Crystal "Tapi kayaknya gue agak telat, soalnya ada praktek"
"Kita tungguin kok" balas Tania
"Iya, walaupun mereka nggak mau nunggu, aku akan tetap nungguin kamu sampai kapanpun" ucap Bagas menatap Crystal yang membalas dengan senyuman manis
"Mendadak gue jadi mual" celetuk Tania
"Bilang aja lo iri kan, nggak pernah di gituin sama Bayu" balas Crystal
Bagas merangkul bahu kekasihnya "Bayu mah kalah sweet sama aku"
"Heh, gue bukannya nggak sweet tapi nggak mau ngumbar aja, cukup gue sama pacar gue aja yang ngerasaain" ucap Bayu
"Biasanya sih yang sering di umbar itu nggak akan lama" celetuk Kevin di setujui oleh Bayu dan Tania
"Alah bilang aja lo semua iri sama ke uwuan kita, ya nggak yank" balas Bagas di angguki Crystal
"Sorry ya, kita punya ke uwuan ma-"
Ucapan Kevin terhenti karna mulutnya di bekap oleh Bintang yanh sedari tadi melamun, ntah apa di pikirkannya "Berisik!!" ucapnya kemudian kembali menyandarkan tubuhnya
Kevin menatap kekasihnya "Kamu kenapa?"
"Iya, diem aja dari tadi" timpal Crystal
"Miko!!!"
Bintang langsung menatap Bayu kemudian tertawa mendengus, sahabat kecilnya itu selalu tau apa yang ada di dalam kepalanya
"Ngapain kamu mikirin Miko? di sini ada aku dan kamu masih mikirin cowok lain" protes Kevin
"Nggak gitu Vin, aku cuma lagi mikir ada masalah apa antara Danu sama Miko, itu aja kok"
Kevin melengos "Cih..." sambil menyandarkan tubuhnya
"Kevin jangan gitu dong" Bintang menyenderkan kepalanya di bahu Kevin "Aku cuma nggak mau terjadi sesuatu sam-"
"Danu" potong Kevin
"Semuanya, bukan Danu doang"
"Alesan"
"Terserah kamu lah" Bintang berdiri "Gue duluan" berlalu pergi
"Bintang!! lah kok pergi?"
"Lo sih berlebihan" ucap Tania
"Emang salah kalo gue cemburu?"
"Nggak sih, tapi kan harusnya lo dukung dia, dia lagi pusing gitu" ucap Bagas
"Udahlah, ntar juga baik sendiri" ucap Bayu
"Bintang kalo ngambek nggak akan lama" timpal Crystal
"Balik yuk"
Semua mengangguk kemudian beranjak
*****
Ting.... Tong....
__ADS_1
Ting.... Tong....
ceklek....
Yang membukakan pintu dengan yang bertamu sama - sama terkejut
"Kalian?!"
"Kak Rey?! ngapain di sini?" tanya Bintang
"Ini rumah gue, kalian ngapain di sini?" tanya pemilik rumah yang ternyata senior mereka
"Lo yakin ini rumahnya?" tanya Kevin pada Bagas
"Alka bilang nomor 29" jawab Bagas "Ini bener komplek Merpati?"
"Iya bener" jawab Rey
"Kamu salah kali, Melati mungkin bukan Merpati" Crystal
"Iya lo salah mungkin" timpal Bayu
"Nggak kok, ini buktinya" ucap Bagas lalu menunjukkan alamat yang di kirim Alka lewat apk WA tentu semua memperhatikan pesan tersebut
"Komplek Merpati nomor 29, ya bener sih ini" ucap Tania
"Kalian cari siapa?" pertanyaan dari Rey membuat semua menoleh
"Kita lagi cari rumah temen kita, menurut informasi yang kita dapet, rumahnya di sini" jawab Bintang ramah dan langsung mendapatkan lirikan sengit dari pemuda di sebelahnya
"Siapa namanya?"
"Hm.... Danu Aksara" jawab Bayu
"Mungkin kita salah alamat, kita pergi dulu kak" ucap Bintang
"Kalian nggak salah alamat kok" ucapan Rey menghentikan pergerakan juniornya yang hendak pergi
"Maksudnya?" tanya Crystal
"Ini bener rumah Danu, ayok masuk" ajak Rey melangkah lebih dulu
"Gue jadi bingung dah" timpal Bagas
"Bukannya tadi dia bilang ink rumah dia ya?" sahut Crystal
"Trus Danu tinggal di sini juga gitu?" Bayu menggaruk kepalanya "Gimana sih?"
"Dari pada bacot, bingung sendiri, mending kita masuk biar dapet penjelasan" ucap Kevin berjalan lebih dulu dengan menggandeng tangan Bintang di susul dengan yang lainnya
*****
"Maaf lama"
Semua mendongak, melihat dua pria yang berjalan mendekat dan duduk bersebelahan di sofa
"Iya nggak papa" balas Bintang sedikit tersenyum
"Gimana keadaan lo?" tanya Bayu
"Udah sehat gue, gini doang mah nggak ada apa - apanya" jawab Danu "Eh, BTW makasih ya lo udah nolongin gue, kalo nggak lo mungkin gue udah jadi bubur"
"Santai kali, kayak ke siapa aja"
"Gas!!" panggil Kevin dan yang di panggil menoleh
"Paan?"
"Kasih"
"Kasih apa?"
Kevin memutar bola matanya "Itu yang di tangan lo"
Sontak Bagas melihat tangannya "Oh ya lupa hehe, Dan ini buat lo" sambil meletakkan parsel buah ke atas meja
"Pikun" ejek Tania
"Bilang aja mau di bawa pulang lagi" timpal Bintang
"Gue beneran lupa" bela Bagas
__ADS_1
Danu terkekeh "Makasih ya, tapi nggak perlu bawa ginian, sakit gue nggak parah - parah amat" ucapnya kemudian memanggil asisten rumah tangganya
Bersamaan dengan perginya sang asisten rumah tangga Rey berdiri, mengambil tasnya di sofa dan menyandangnya "Gue kampus dulu"
Danu mendongak "Iya hati - hati lo"
Rey tersenyum kilas pada tamunya "Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Bintang menatap punggung sang senior hingga menghilang di balik pintu dan teguran dari pemuda di sebelah membuatnya menoleh "Apaan sih?"
"Biasa aja kali liatnya"
"Aku biasa aja tuh liatnya" balas Bintang kemudian menoleh pada Danu "Lo nggak mau jelasin sesuatu gitu?"
"Jelasin apa?" Danu berbalik tanya
"Tentang kak Rey" sahut Crystal
"Kalian kenal?"
"Dia senior kita di kampus" jawab Bagas
Danu mengangguk "Dia itu abang gue"
"Hah!!?"
"Maksudnya?" tanya Tania
"Setau gue lo anak tunggal" ucap Bintang
"Gue emang anak tunggal, kita saudara satu ayah" jelas Danu yang membuat mereka kembali terkejut
"Jadi maksudnya sebelum bokap lo nikah sama nyokap lo, dia nikah sama nyokapnya kak Rey?" tanya Bagas
"Pertanyaan lo apansih Gas, bikin pusing aja" ucap Kevin
"Tau nih, berbelit - belit" timpal Tania
"Yang bener itu, bokapnya Danu nikahin nyokapnya kak Rey, setelah itu baru nikah sama nyokapnya Danu" jelas Bayu yang sama tidak jelasnya dengan dan langsung mendapat toyoran dari Kevin, Bagas dan Crystal
"Sama aja ege"
Bintang menggelengkan kepalanya sedangkan Danu tertawa pelan
"Pokok intinya gitu" ujar Bayu "Ya kan Dan?"
"Ya gitu lah, yang jelas gue sama dia satu ayah" tutur Danu
"Sejak kapan lo tau?" tanya Bintang
"Nyokap gue taunya udah lama semenjak gue pindah ke luar negri, kalo gue sendiri baru tau setelah pulang ke sini" jelas Danu dan yang di beri penjelasan mengangguk paham
******
Author : Perasaan gue eps ini kurang dapet feelnya
Bayu : Baru aja gue mau komen gitu
Kevin : Komen ae lu kayak netijen
Bagas : Tapi gue setuju sam Author, di sini gue kurang bacot
Crystal : Bilang aja kamu takut sama Author
Bagas : Takut kenapa?
Bintang : Takut di bikin ******
Bagas : Nggak tuh B aja
Author : Yakin!!?
Bagas : Peace ✌️ jangan Thor gue belom kawin sama Crystal
Tania : Mampusin aja Thor, gedek gue
Bagas : Gitu lo sama gue Tan, jangan Thor, gue beliin coki - coki deh
Author : Gue nggak suka coki - coki, sukanya kinderjoy sama susu pisang kayak si Juki
__ADS_1