
Awalnya Danu tidak suka pada Bintang. Karna ia berparas tampan jadi ia yakin wanita manapun akan menyukainya. Maka dari itu Danu mengajak Miko untuk taruhan mendapatkan Bintang.
Dengan berjalannya waktu Danu jadi suka dan mencintai Bintang sepenuh hati. Saat Bintang tau ia menjadikannya barang taruhan. Bintang jadi menjahuinya bahkan membencinya
Sejak saat itu Danu tidak rela siapapun mendekati Bintang dan ia berusaha untuk mendapatkan Bintang kembali, apapun caranya.
Tapi Bintang selalu lari dan menolaknya. Danu menjadi sakit hati, hatinya hancur, rasa cintanya berubah menjadi benci dan rasa dendam untuk menghancurkannya. Maka dari itu Danu selalu menyakiti orang di sekitar Bintang.
Bima : "Sekarang rencana lo apa?" tanyanya dengan serius
Bintang melihat ke arah Baim dan memberikan kode untuk membawa Kevin menjauh. Baim yang mengerti kode itu langsung menghampiri Kevin
Baim : "Vin kata Bintang lo suka gambar?" Kevin mengangguk "Lo suka grafiti?"
Kevin : "Suka, tapi gue nggak tau cara bikinnya"
Baim : "Yaudah kalo gitu, biar gue ajarin"
Kevin : "Tapi..."
Alka : "Udah nggak ada tapi - tapian kita nggak gigit kok, ayok" Kevin mengangguk mengikuti Baim dan Alka dari belakang
Saat rasa Kevin sudah cukup jauh Bintang mulai bicara
Bintang : "Sebenarnya gue nggak punya rencana apa - apa, dan gue mau Kevin yang terakhir" Dev melengos
Dev : "Gue kira lo punya rencana sampe - sampe kodein Baim" ucapnya melempar kulit kacang pada Bintang
Bintang : "Ck, gue nggak mau aja Kevin gr denger ucapan gue dia yang terakhir, ntar dia mikir yang aneh - aneh lagi"
Bima : "Udah nggak usah di pikirin, biar Danu jadi urusan kita" Bintang mengangguk "Nih" memyodorkan beberapa pilox
Bintang : "Apaan nih?"
Caka : "Umpan buat mancing, ya pilox lah"
Bintang : "Maksud gue buat apaan?"
Bima : "Tuh dinding udah kangen sama lo" melirik arah dinding
Bintang : "Ck, nggak ah males"
Bayu : "Lo males apa karna ada Kevin?" godanya Bintang memutar bola matanya "Udahlah Nan nggak usah di tutupin dia harus tau kebiasaan lo"
Bima : "Gue liat Kevin orangnya baik"
Bintang : "Kenapa jadi bahas dia sih"
__ADS_1
Pandu : "Makanya ambil tu pilox, nggak denger tuh dinding udah manggil"
Crystal dan Tania lebih dulu mengambil pilox dan berjalan ke dinding yang kosong.
Bintang menghela nafas "Yaudah iya" pasrahnya, berdiri mengambil pilox berjalan mendekati Kevin, Baim dan Alka
Bima : "Hubungan Nanda sama Kevin gimana?" tanyanya, karna memang selama ini Bayu dan ketiga sahabatnya sering cerita tentang Bintang dan Kevin
Bayu : "Masih sama, Nanda masih nutup hati, tapi sikapnya udah mulai berubah sama Kevin" jelasnya
Caka : "Gue yakin Kevin bisa balikin Nanda kita" ucapnya menatap Kevin, semua mengangguk setuju
Bagas berdiri menghampiri Crystal dan Tania. Seperti biasa lagi dan lagi ia menggoda Crystal. Tapi kali ini Crystal tidak mengomel seperti biasa melainkan tersipu malu. Mungkin ia sudah mulai membuka hatinya untuk Bagas, semoga saja.
Di tempat Bayu, Bima, Pandu, Dev, Caka, dan Raka, mereka berbincang - bincang sambil mengenang masa lalu. Sesekali membicarakan wanita dengan candaan dan tawaan.
Di tempat Bintang, Kevin, Baim, dan Alka sedang membuat grafiti. Kevin hanya melihat karna ia tidak bisa membuatnya. Bintang melihat Kevin hanya diam, lalu ia menghampirinya.
Bintang : "Punya lo mana?" tanyanya sambil melihat ke dinding, Kevin menggeleng sambil nyengir "Kenapa?"
Kevin : "Gue nggak tau cara bikinnya"
Bintang : "Yaudah sini gue ajarin, Al, Im gue ke sana dulu ya" pamitnya diangguki kedua nya, ia mengajak Kevin sedikit menjauh "Nah sekarang lo tulis nama lo, gue tulis nama gue" ucapnya
Bintang mulai menyemprotkan isi pilox pada dinding dan menulis namanya. Setelah selesai ia melihat Kevin yang masih terdiam
Kevin : "Ntar nggak sebagus punya lo"
Bintang : "Ngak papa namanya juga belajar, ayok"
Kevin mulai menyemprotkan piloxnya menulis namanya. Bintang pun mulai mengajari tahap demi tahap hingga akhir.
Sesekali Bintang tertawa melihat coretan Kevin. Kevin tersenyum karna bisa membuat Bintang tertawa lepas dan itu membuatnya bahagia.
Kevin : "Tuh kan punya gue nggak sebagus punya lo" ucapnya cemberut saat melihat grafitinya selesai. Punyanya tidak begitu buruk tapi tidak sebagus punya Bintang
Bintang : "Salah lo sendiri, gue kan udah ajarin, udah nggak usah cemberut namanya juga tahap awal" hiburnya
Kemudian Bintang mengajak Kevin kembali ke tempat duduk untuk pamit pulang.
Bintang : "Eh...gue pulang duluan ya, udah sore nih ntar di cariin Bunda" pamitnya sambil mengambil ranselnya
Dev : "Di cari Bunda atau mau jalan - jalan" godanya semua tertawa, Bintang tersenyum simpul
Bintang : "Apaab sih nggak usah ngeledek deh, Crys, Tan kalian?" memgalihkan pembicaraan
Dengan kompak Crystal dan Tania menoleh pada Bayu dan Bagas
__ADS_1
Bayu : "Bentar lagi kalian duluan aja, ntar ganggu lagi" godanya
"Yaaaaaaaaa....." mereka bersorak bersamaan
Wajah Bintang semakin merona
Bintang : "Udah ah gue balik dulu, bye..." meninggalkan teman - temannya yang masih tertawa
Bima : "Hati - hati lo" teriaknya mendapat acungan jempol
Setelah mengantar Bintang pulang dan berpamitan Kevin melajukan motornya pulang ke rumah. Memakirkan motor merah kesayangannya di halaman rumah.
Kevin : "Assalamualaikum ma" salamnya sambil mencium punggung tangan Lina
Mama : "Waalaikumsalam, sayang kamu dari mana aja sih, jam segini baru pulang, mana nggak ngabarin lagi" omelnya
Kevin : "Maaf ma, tadi main sama temen, hp Kevin mati"
Mama : "Yaudah lain kali jangan ulangin lagi, mama kan jadi khawatir"
Kevin : "Iya ma maaf, janji ngulangin lagi, yaudah Kevin ke kamar dulu ya" Lina mengangguk
Saat di kamar ia melihat gadis kecil yang sedang tidur di atas kasurnya. Mungkin gadis itu tertidur karna menunggunya.
"Ngapain dia tidur di sini?" gumamnya
"Woy Rin bangun, ngapain lo tidur di sini" menguncang pelan lengan Karin
Karin terbangun langsung duduk diam sejenak mengumpulkan semua nyawanya
Karin : "Abang dari mana aja sih, lama banget pulang dari sekolahnya, Karin tungguin dari tadi juga" omelnya
Kevin duduk di pinggir kasur menghadap Karin
Kevin : "Ngapain lo nungguin gue?"
Karin : "Besok kan weekend"
Kevin : "Trus" mengerutkan keningnya
Karin : "Abang kan janji mau ngajak Karin ke rumah kak Bintang, trus ajak kak Bintang tidur di sini" jelasnya "Abang nggak lupa kan?" tanyanya mengintimidasi
Sebenarnya Kevin tidak lupa hanya saja pura - pura lupa agar Karin tidak menagihnya. Ternyata ia salah malah jadi lupa beneran, tapi bagaimana cara menolaknya. Ia tidak ingin di bilang memanfaatkan adiknya untuk mendekati Bintang.
Kevin : "Yaudah, besok kita ke sana, tapi kalo kak Bintang nya nggak mau nggak usah di paksa ya"
Karin : "Iya Karin janji nggak akan maksa kak Bintang, makasih bang Kevin" ucapnya kemudian mengecup pipi Kevin sebagai tanda terima kasih dan berlari keluar kamar
__ADS_1
Kevin berdiri berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai ia kembali menghempaskan tubuh ke kasur nyamannya kemudian memejamkan mata menuju dunia mimpi.