
Bintang : "Gue minta sama lo, berhenti ngelakuin ini semua" memulai pembicaraan
Danu : "Sayangnya gue nggak mau, dan nggak akan mau"
Bintang : "Mau sampe kapan lo kayak gini terus?"
Danu : "Sampai lo jadi milik gue"
Bintang : "Denger ya Danu Aksara, sampai kapanpun, lo nggak akan pernah miliki gue, dan gue nggak mau hal itu terjadi" ucapnya penuh penekenan
Danu : "Denger ya Ananda Bintang Willow ku sayang, dan sampai kapanpun gue akan terus berjuang buat dapetin lo, dan gue akan ngancurin siapa pun yang ngalangin gue" ucapnya tersenyum miring.
Bintang menatapnya tajam dan mengepalkan tangannya.
Bintang : "Gila lo"
Danu : "Iya, gue emang gila, dan lo yang buat gue gila"
Bintang : "Sampai kapan pun gue nggak akan ngebiarin hal itu terjadi, permisi" ucapnya lalu berdiri meninggalkan Danu yang masih tersenyum
Danu : "Nanda.....Nanda....sampai kapan pun lo nggak akan pernah lepas dari genggaman gue" memandangi punggung Bintang yang menjauh.
*****
Bintang memukul - mukul stir mobilnya
"Arghhh.... bisa gila gue lama - lama kayak gini" teriaknya "Gue harus cari cara supaya gue bisa lepas dari manusia brengsek itu" ucapnya kesal
Bintang menjalankan mobilnya dan berhenti di sebuah taman. Ia duduk di salah satu kursi kosong yang ada sandarannya. Bintang manatap pemandangan yang ada di depannya dengan tatapan kosong.
****
Di taman yang sama Kevin sedang berjalan menyusuri taman tersebut. Ia melihat mobil yang sudah tidak asing lagi dari penglihatannya. Ia mengedarkan pandangannya mencari pemilik mobil, sampai matanya bertemu dengan sosok wanita pujaan hati.
Kevin berniat ingin mengutarakan perasaannya saat ini juga ia sudah tidak bisa menahannya lagi, tentang di terima atau tidak itu urusan nanti. Yaaaa walaupun ia berharap akan di terima oleh Bintang.
Kevin berjalan mendekati Bintang dan duduk di sampingnya. Tapi Bintang tidak menyadari kedatangan Kevin, ia tetap melihat ke depan.
Kevin : "Bintang" panggilnya sambil memegang bahu Bintang, sontak Bintang kaget dan langsung menoleh
Bintang : "Haah!!!....astaga.... ngagetin aja lo, kalo gue jantungan gimana?" ucapnya sambil memegang dada dan mengatur nafasnya
Kevin : "Lagian lo bengong aja dari tadi, mikirin apa sih?" tanyanya
Bintang : "Mikirin lo" jawabnya santai
Kevin : "Mikirin gue? Ngapain lo mikirin gue?"
Bintang : "Karna gue sayang sama lo makanya gue mikirin lo"
Bintang membulatkan matanya, ia terkejut atas ucapannya, kenapa ia bisa keceplosan seperti itu, hingga pipinya mulai memanas dan memerah.
Kevin pun juga terkejut mendengar ucapan Bintang barusan. Tapi ia tersenyum, hatinya sangat senang dan bahagia, sekarang Kevin sudah tau jawaban Bintang bahkan sebelum ia menyatakan perasaannya.
__ADS_1
Kevin memberanikan diri untuk menyatakan persaannya. Ia memegang kedua bahu Bintang dan memutar menghadapnya, ia menatap dalam mata hitam pekat milik Bintang.
Begitu pun dengan Bintang yang ikut menatap dalam mata milik Kevin, jantungnya berdegub kencang.
Kevin : "Anandan Bintang Willow dengerin gue, gue bukan seorang puitis yang pandai merangkai kata - kata indah, Gue bukan orang bijak yang pandai merangkai kata - kata motivasi yang memukau, Gue bukan orang romantis yang pandai memilih kata - kata untuk merayu wanita, Gue Kevin Bagaskara yang hanya mencintai gadis tomboy, cuek, jutek, dingin, judes, dan galak, Gue Kevin Bagaskara mencintai seorang gadis yang mempunyai mata yang indah, senyum yang manis, Gue Kevin Bagaskara mencintai dan menyayangi gadis yang ada di hadapan gue sekarang, Ananda Bintang Willow lo mau kan jadi pacar gue?"
Setelah mengucapkan itu Kevin merasa lega karna sudah mengeluarkan semua yang ada di hatinya.
Bintang menunduk rasanya ia ingin menangis karna terharu mendengar kata - kata yang keluar dari mulut Kevin. Ia tidak menyangka Kevin bisa berkata seperti itu.
Seketika Bintang teringat pada Danu, jika Danu tau ntah apa yang akan di lakukannya pada Kevin. Tapi ia tidak peduli dengan apa yang akan Danu lakukan nantinya, yang terpenting sekarang dengan ia menjadi pacar Kevin, ia bisa menjaga Kevin dari sasaran Danu. (Kayaknya kebalik ya guys, wkwkwkwk biarin aja deh)
Bintang kembali mendongakkan kepalanya menatap mata Kevin yang terlihat tulus dan menunggu jawabannya. Ia langsung memeluk Kevin.
Kevin terdiam atas perlakuan Bintang yang tiba - tiba memeluknya. Ia tidak tau pertanda apa ini, dan ia harap ini pertanda baik.
iklan*****
Bayu : "Woy.... Thor kok jadi Kevin yang duluan sih? Katanya gue duluan, giamana sih?"
Author : "Sorry Bay, kalo lo duluan gue males mikir dan gue nggak nemu kata - kata yang pas buat lo, lagian gue kasian sama Kevin"
Bayu : "Nggak asik lo Thor, PHP - in gue"
Kevin : "Sabar aja Bay, jangan ngelawan lo sama Author, bisa abis"
Bayu : "Yaaa gue kesel aja, kan dia bilang gue yang duluan"
Author : "Bacot lo Bay, lo mau gue bikin mati hah!!!?"
Author : "Nah gitu dong nurut sama Author"
Kevin : "Tuh Bay, hati - hati lo, kayaknya si Author lagi PMS"
Bayu : "Iya, kayanya lagi dalam mood senggol bacok"
Author : "Berisik lo berdua, lanjut nggak nih?"
"LANJUUUT!!!"
******
Bintang : "Gue sayang sama lo Vin, gue cinta sama lo, dan gue mau jadi pacar lo" ucapnya masih memeluk Kevin
Kevin membulatkan matanya, ia melepaskan pelukannya dan menatap mata Bintang tak percaya atas jawaban yang ia dengar.
Kevin : "Lo serius kan Bi? Lo nggak boong kan?" tanyanya menyakinkan, Bintang mengangguk
Bintang : "Iya gue serius, gue mau jadi pacar lo" jawabnya tersenyum lebar
Kevin mengembangkan senyumnya, ia langsung memeluk Bintang dan meluapkan kebahagiaannya, di balas baik oleh Bintang.
Kevin : "Makasih....makasih Bi, gue bahagiaaaa banget" ungkapnya masih memeluk Bintang
__ADS_1
Bintang : "Iya sama - sama Vin, gue juga bahagia banget" jawabnya "Gue sayang sama lo Vin" tambahnya
Kevin : "Gue juga sayang sama lo Bi" balasnya
Kevin melepaskan pelukannya kemudian mencium punggung tangan Bintang, menyalurkan semua kebahagiaan yang ia rasa kan saat ini.
Mereka saling tatap dan saling melemparkan senyuman. Bintang mengalihkan wajahnya, menatap ke depan menyembunyikan kepiting rebusnya.
Kevin : "Cieeee...blushing" godanya menoel - noel pipi Bintang
Bintang : "Apaan sih" menepis tangan Kevin, Kevin terkekeh "Oh ya, kok lo bisa ada di sini? Karin sama siapa?" tanyanya mengalihkan pembicaraan
Kevin : "Gue bosen di rumah sakit makanya gue jalan - jalan, Karin sama mama, besok juga boleh pulang" jelasnya Bintang mengangguk
Kevin terus menatap Bintang yang masih melihat ke depan, senyuman terukir di wajah Kevin. Ia masih tidak menyangka kalau gadis yang ada di hadapannya saat ini telah resmi menjadi kekasihnya.
Bintang menoleh pada Kevin dan mengerutkan keningnya melihat Kevin yang sedari tadi menatapnya sambil senyum - senyum sendiri.
Bintang : "Lo kenapa negeliatin gue kayak gitu?" tanyanya
Kevin : "Emangnya gue nggak boleh ngeliat muka pacar gue sendiri" godanya
Bintang : "Apaan sih lo" memalingkan wajahnya "Oh ya, gue harus pulang udah malem, takutnya Bunda khawatir"
Kevin : "Gue anterin ya?"
Bintang : "Nggak usah, gue bisa pulang sendiri, gue kan bawa mobil, mendingan lo balik ke rumah sakit, kasian nyokap lo sendirian jagain Karin" tolaknya membuat Kevin cemberut
Kevin : "Yaudah kalo lo nggak mau" ucapnya memanyunkan bibirnya, Bintang mengangkat sebelah alisnya
Bintang : "Dih...sok - sok ngambek, nggak cocok lo, udah ah gue balik" berdiri dari duduknya, Kevin ikut berdiri mengikuti Bintang menuju parkiran
Bintang : "Gue pulang dulu ya, lo hati - hati ke rumah sakit, salam sama tante dan Karin" ucapnya saat sampai di depan mobilnya
Kevin : "Iya ntar gue sampein, lo juga hati - hati pulangnya, jangan ngebut, ntar kalo udah sampe langsung kabarin gue" omelnya
Bintang : "Bawel lo"
Kevin : "Biarin, kan bawelnya ke pacar gue sendiri" Bintang mendengus
Bintang : "Iya - iya semerdeka lo aja, gue pulang dulu, Assalamualaikum"
Kevin : "Waalaikumsalam hati - hati ya sayang"
Bintang : "Geli gue dengernya..... Bye" melambaikan tangan dan melajukan mobilnya meninggalkan Kevin
*****
Like dan komennya kak
Semoga suka
Maaf typo🙏
__ADS_1
Terima kasih