
Pria itu bediri sambil memengangi pinggangnya yang di tendang tadi. Pria itu bernama Danu (cerita tentang Danu nanti ya) ia bersama para anak buahnya mengeroyok seorang pria dan pria tu Kevin.
Azka membantu Kevin berdiri
Azka : "Vin lo ngak papa?" tanyanya dengan raut khawatir
Kevin : "Gue ngak papa bang, makasih" jawabnya berusaha tersenyum
Bintang: "Bang lo bawa dia ke mobil" pintanya langsung di angguki Azka dan membawa Kevin ke mobil
Danu : "Hai Nanda...udah lama ngak ketemu, apa kabar lo?" sapanya dengan senyum miring, Bintang memandangnya jijik
Bintang : "Cih, ngak usah sok manis lo di depan gue, gue ngak butuh" ucapnya dingin
Danu : "Masih galak aja lo sma gue, tapi tetep cantik, itu yang gue suka" godanya
Bintang : "Bacot lo, lo apain temen gue?"
Danu : "Oh...jadi dia tadi temen lo, ngak kita apa - apain kok cuma ngajak main - main aja, dan sejak kapan lo punya temen cemen dan lembek kayak gitu?" ucapnya tertawa remeh bersama teman - temannya
Bintang : "Bukan urusan lo" setelah mengucap itu ia berbalik, tapi langkahnya terhenti
Danu : "Segitu pentingnya dia dalam hidup lo"
Bintang berbalik menatap tajam pada Danu
Bintang : "Hmm dia sangat penting, sangat berharga dalam hidup gue, masalah lo sama gue bukan temen - temen gue dan jangan bawa - bawa mereka" ucapnya dingin penuh penekanan, ia berbalik berjalan mobil
Danu : "Aakkkhhhh.....liat aja Nanda gue akan habisin semua orang yang lo sayang....hmm" ucapnya tersenyum licik
Bintang masuk ke dalam mobik duduk di kursi penumpang sebelah Azka. Tanpa berkata apa pun Azka langsung melajukan mobilnya. Bintang melihat kebelakang ternyata Kevin sedang tidur, lebih tepatnya pingsan.
Bintang merogoh sakunya mengeluarkan benda pipih dan memilih nama seseorang langsung menelponnya.
Tuuut...tuuut...tuuut....
Bayu : "Hallo Nan, kenapa?"
Bintang : "Hallo Bay, lo bisa tolongin gue ngak?"
Bayu : "Lo kayak ke siapa aja, tolongin apa?"
Bintang : "Tolong ambilin motor Kevin di jalan xxxx trus antar ke rumah gue"
Bayu : "Haah!!! Emangnya Kevin kenapa?"
Bintang : "Ntar gue ceritain"
Bayu : "Oh...oke"
Bintang : "Thanks Bay"
Telpon terputus
Di dalam mobil tidak ada yang bicara satupun. Bintang hanya diam dan terus memikirkan Danu dan Kevin. Azka yang tau suasana hati adik tercintanya itu memilih diam, walaupun Azka sering menjahilinya tapi ia sangat mengerti isi hati Bintang. Apa lagi jika sudah menyangkut Danu atau Miko.
Mobil sudah terparkir di perkarangan rumah Bintang, Azka dan Bintang menggotong Kevin masuk ke dalam rumah.
"Assalamualaikum" salamnya bersamaan memasuki rumah, di dalam rumah Ajeng dan Adam yang sedang menonton tv terkejut melihat Kevin babak belur
"Walaikumsalam" jawab mereka bersamaan
__ADS_1
Bunda : "Ya ampun ini kenapa? Apa yang terjadi sama Kevin? Kenapa bisa kayak gini" tanyanya bertubi - tubi
Azka : "Nanti Azka jelasin, sekarang Azka mau bawa dia ke kamar dulu"
Ayah : "Ya sudah bawa dia" ucapnya cemas "Bintang kamu ngak papa sayang? Ada yang luka? Hmm?"
Bintang : "Bintang ngak papa Ayah, Bunda kalian jangan khawatir ya, nanti Bintang cerita, Bintang ke kamar dulu mau mandi" pamitnya di angguki Adam dan Ajeng
Walaupun mereka lega anak - anaknya tida apa - apa tapi mereka tetap cemas pada Kevin.
Di kamar Azka
Azka merebahkan tubuh Kevin perlahan ke atas kasurnya, ia juga mengganti pakaian Kevin. Selesai dengan itu, ia menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Di kamar Bintang
Bintang merendam dirinya dengan air hangat untuk menenangkan pikirannya. Setelah merasakan sedikit tenang ia mengenakan pakaian santainya dan keluar dari kamar mandi.
Tok...tok...tok
"Nanda ini gue Bayu!!!" teriak di balik pintu
"Masuk!!!" ikut teriak
Ceklek....
Bayu sudah tidak terkejut lagi melihat kamar sahabat kecilnya itu.
Bayu : "Nanda, Nanda pusing gue liat kamar lo, udah kayak playground tau ngak"
Bintang : "Berisik lo, terserah gue dong, inikan kamar gue"
Bayu : "Iya deh iya, nih kunci motor Kevin" meletakkan di atas meja rias Bintang kemudian duduk di sofa "Oh...ya emang Kevin kenapa? Kata Bunda dia babak belur? Kok bisa? Kapan kejadiannya? Di mana? Trus sekarang dia di mana? Gimana keadaannya sekarang?" pertanyaan bertubi - tubi ia lontarkan, Bintang mendengus kesal
Bayu : "Ya gue kan khawatir sama dia, walaupun baru kenal"
Bintang diam diam sesaat kemudian duduk di samping Bayu
Bintang : "Danu..." menjawab semua pertanyaan Bayu "Dia muncul lagi, dan dia ngeroyok Kevin" tambahnya, Bayu terkejut mendengar nama Danu
Bayu : "Danu? Dia kenal Kevin dari mana?"
Bintang : "Bukan Danu namanya kalo ngak tau tentang gue" mengepalkan tangannya
Bayu : "Aaaarrrgghh....kenapa sih dia harus muncul lagi?" mengacak rambutnya "Kevin tau?" Bintang menggeleng
Bintang : "Gue rasa ngak, dan gue harap dia ngak tau, dan ngak berurusan sama si brengsek itu" ucapnya menggeram
Bayu : "Trus di mana Kevin sekarang?"
Bintang : "Di kamar bang Azka"
Bayu beranjak disusul Bintang menuju kamar Azka. Saat di kamar Azka Kevin belum sadarkan diri.
Bintang : "Belum sadar bang?"
Azka : "Blom, tapi lukanya udah gue obatin, udah ke bawah aja biarin dia istirahat dulu" ujarnya Bintang dan Bayu mengangguk.
Mereka duduk di sofa ruang keluarga dan menceritakan semuanya kepada orang tuanya. Dan mengatakan agar Ajeng dan Adam tidak ikut campur dalam urusan ini karena Bintang tidak ingin mereka menjadi korban.
Awalnya Ajeng menolak dan ingin melaporkan ini ke kantor polisi tapi Bintang mencegahnya dan memohon agar Ajeng mempercayainya untuk menyelesaikan masalah ini. Dengan segala bujukan dan usaha Bintang meyakinkan akhirnya Ajeng mengikuti dan mempercayai semuanya kepada putrinya itu.
__ADS_1
Selesai makan malam Bayu pamit pulang. Bintang membawa makanan ke kamar Azka untuk Kevin. Ia meletakkan makanan yang di bawanya di atas nakas milik Azka dan duduk di pinggir kasur menatap wajah Kevin yang penuh dengan luka dan mulai membiru.
'Ternyata ganteng juga' batinnya ia tersenyum kecil 'Sorry Vin gara - gara gue lo jadi kayak gini, gue janji ini ngak akan ke ulang lagi' batinnya
Ketika ingin beranjak tangannya di genggam, Bintang menoleh ia melihat tangan besar yang menggenggamnya, tangan itu milik Kevin. Bintang kembali duduk di pinggir kasur.
Bintang : "Masih sakit ya?" tanyanya datar padahal ia sangat khawatir
Kevin : "Udah ngak kok?" sambil menggeleng
Bintang : "Bohong...gue sentuh ni" ancamnya sambil menganggat jari telunjuknya
Kevin : "Kalo di sentuh ya sakit Bi"
Bintang : "Selain muka lo, apa lagi yang sakit?"
Kevin : "Semuanya tapi bukan sakit, cuma nyeri aja"
Bintang : "Lo nginep di sini aja ya, gue udah kasih tau nyokap lo, tapi dia ngak tau kalo lo sakit" sedikit lembut dan tersenyum, Kevin ikut tersenyum
Kevin : "Makasih ya Bi"
Bintang : "Iya sama - sama, tuh gue udah bawain makanan, di makan ya" sambil menunjuk ke atas nakas
Kevin : "Suapi" rengeknya
Bintang : "Ngak!! makan aja sendiri manja banget jadi cowok" kembali ketus
Kevin : "Gue kan lagi sakit Bi, nyeri semua ini, susah gerak" memelas
Bintang menghela nafas mau tak mau dengan berat hati ia menyuapi Kevin.
Bintang : "Yaudah gue suapi, ini karna lo lagi sakit, jadi jangan gr lo" ucapnya
Kevin senyum penuh kemenangan, suap demi suap masuk ke mulut Kevin sampai habis tak tersisa.
Selesai makan Bintang kembali meletakkan piring yang sudah kosong ke atas nakas dan memberi Kevin minum. Azka pun masuk ke dalam kamar.
Azka : "Gimana keadaan lo?" tanyanya duduk di sofa
Kevin : "Udah mendingan bang" Azka mengangguk "Makasih ya bang udah nolongin gue"
Azka : "Santai aja, oh ya kok lo bisa ketemu Danu?"
Kevin : "Danu? Cowok yang tadi siang?" lagi - lagi Azka mengangguk "Gue ngak tau, tiba - tiba aja dia nyegat gue di jalan"
Bintang : "Trus?" tanyanya penasaran
Kevin : "Dia nanya ada hubungan apa gue sama lo, ya gue bilang aja temen kelas, trus dia nyerang gue" jelasnya
Bintang : "Lo ngak ngelawan gitu?"
Kevin : "Awalnya sih ngelawan, tapi gue kuwalahan apa lagi mereka main keroyokan"
Bintang : "Lain kali kalo lo ketemu sama dia lagi ngak di tanggapin" ucapnya memperingati "Lo bisa mati, yaudah gue ke bawah dulu, lo istirahat, cepet sembuh ya" berdiri mengambil piring kotor "Oh ya motor lo aman ada di bawah tadi di anterin sama Bayu" lanjutnya
Kevin : "Thanks ya Bi" Bintang mengangguk berlalu pergi 'Gue tau lo khawatir sama gue' batinnya
Jangan lupa vote, like, dan komennya ya kak
Kritik dan sarannya juga
__ADS_1
Terima kasih🙏
Selamat membaca 😊