
Karin : "Mama sama bang Kevin kok lama banget sih, Karin kan laper" protesnya saat semua nya duduk di meja makan
Kevin : "Iya maaf princes nya abang" ucpanya mengacak pelan rambut Karin yang cemberut
Karin : "Kakak cantik ini siapa bang?" tanyanya saat melihat ke arah Bintang
Kevin : "Namanya Bintang temen sekolah abang, Bi kenalin ini Karin adek gue"
Karin berdiri berpindah duduk di samping Bintang
Karin : "Hai kakak cantik, aku Karin" mengulurkan tangannya di sambut hangat oleh Bintang
Bintang : "Hai nama kakak Bintang" tersenyum manis
Karin : "Waahh...nama kakak cantik, Bintang" melihat langit - langit rumahnya "menerangi di malam hari, kakak juga manis semanis madu" pujinya membuat pipi Bintang merona
Bintang : "Bisa aja, kamu berlebihan"
Karin : "Beneran, kakak itu cantik manis lagi" tegasnya Bintang terkekeh
Kevin : "Karin mau ngak punya kakak ipar kayak kak Bintang?" tanyanya melirik Bintang
Karin : "Mau dong" jawabnya antusias
Kevin : "Kalo gitu doain bang Kevin supaya bisa jadiin kak Bintang kakak ipar kamu"
Bintang membulatkan matanya lagi - lagi pipinya merona
Karin : "Okeee" mengacungkan jempolnya
Mama : "Ngobrol nya di lanjutin nanti ya, sekarang makan dulu" ucapnya mendapati anggukan
Saat selesai makan Karin berdiri mengumpulkan piring kotor, dan tak sengaja menyenggol gelas yang berisi air hingga mengenai seragam Bintang.
Karin : "Aduh kakak cantik maafin Karin ya, Karin ngak sengaja" ucapnya sambil mengelap - ngelap seragam Bintang
Bintang : "Iya ngak papa kok" tersenyum juga mengelap seragamnya
Kevin : "Ya ampun dek hati - hati dong, bajunya kak Bintang jadi basah, nanti kalo masuk angin gimana?" omelnya
Karin menunduk merasa bersalah. Bintang melihat Karin kemudian memberi tatapan tajam pada Kevin
__ADS_1
Bintang : "Heh...lo jangan marah - marah gitu dong kasian kan Karin" sewotnya "Karin kakak ngak papa kok, kamu jangan sedih ya" kembali lembut sambil mengusap lembut rambut panjang gadis kecil itu
Karin : "Tapi baju kakak jadi basah gara - gara Karin, kalo kakak masuk angin gimana?"
Bintang : "Kan kakak bisa pakek baju Karin"
Mama : "Yaudah Karin kamu ajak kakak nya ganti baju sana" ucapnya pada Karin "Dan kamu Kevin jangan kayak gitu sama Karin dia kan ngak sengaja" omelnya
Kevin : "Iya ma maaf"
Mama : "Kamu juga ganti baju sana"
Mereka berdiri, Kevin menuju kamarnya untuk ganti baju. Bintang dan Karin ke kamar Karin untuk mengganti seragam nya. Sedangkan Lina membereskan meja makan.
Tok....tok....tok...
"Masuk" teriakan dari dalam kamar
Ceklek...
Muncullah wajah cantik Bintang. Ia berdiri di ambang pintu mengedarkan pandangannya melihat inci demi inci kamar Kevin.
Ada beberapa hiasan lainnya seperti foto di bingkai sedang yang di pajang di dinding dan yang kecil di atas nakas.
Di sudut ada tempar sampah dan gantungan untuk jaket, topi dan sebagainya. Bintang melihat kamar ini sangat jauh berbeda dengan kamar miliknya. Ia juga berfikir apa reaksi Kevin jika masuk ke dalam kamarnya, aah mengapa juga ia herus memikirkan hal itu.
Kevin mengerutkan keningnya melihat Bintang yang diam mematung di ambang pintu dan masih memakai seragamnya.
Kevin : "Ngapain di situ? Sini masuk" ucanya
Bintang berjalan mendekati Kevin dan duduk di sebelahnya "Kok belom ganti baju?" menaikkan satu alisnya
Bintang : "Baju Karin ngak ada yang muat" jawabnya membuat Kevin tertawa "Kenapa lo ketawa"
Kevin : "Makanya jangan gendut" ledeknya
Bintang : "Enak aja, badan gue sama badan dia emang beda jauh, bukan berarti gue gendut" protesnya
Kevin derdiri berjalan menuju lemarinya mengeluarkan baju kaos berwarna blue navy
Kevin : "Yaudah nih pakek baju gue" menyodorkan baju kaos pada Bintang
__ADS_1
Bintang : "Makasih, gue pinjem kamar mandi" ucapnya di angguki Kevin
Bintang berjalan menuju kamar mandi. Tak lama ia pun keluar mengedarkan pandangannya mencari sang pemilik kamar tapi tidak ada 'Ah mungkin dia udah turun' pikirnya.
Ia keluar dari kamar Kevin berjalan menuju ruang keluarga, di sana sudah ada Kevin, Lina dan Karin sedang menikmati acara tv. Bintang duduk di sebelah Karin ikut menikmati acara tv. Karin terus memandangi Bintang membuatnya salah tingkah.
Bintang : "Karin kenapa sih ngeliatin kakak kayak gitu?"
Karin : "Ngak papa kakak cantik, sederhana, baik, manis lagi" pujinya "Ngak kayak kak Dian" sambungnya
Bintang mengerutkan keningnya
Bintang : "Dian? Siapa?"
Karin : "Kak Dian itu dulu suka sama bang Kevin, tapi bang Kevin ngak suka sama dia"
Bintang : "Kenapa?"
Karin : "Karna dia itu manja, suka dandan, trus dandannya menor lagi kayak tante - tante, Karin ngak suka, beda sama kakak"
Bintang : "Karin ngak boleh ngomong kayak gitu, pendapat orang kan beda - beda, mungkin menurut kak Dian itu bagus dan menurut beberapa orang lainnya juga bagus"
Karin : "Tapi tetep aja Karin ngak suka"
Bintang : "Iya kakak tau Karin ngak suka, tapi tetep aja ngak boleh ngomong kayak gitu, Karin juga perempuan kan, mungkin yang menurut Karin itu bagus belom tentu bagus di mata orang lain, lagi pula ngak boleh ngomong kayak gitu dosa" jelasnya sambil tersenyum. Karin menunduk merasa bersalah
Karin : "Karin janji ngak akan ngulangi lagi"
Bintang tersenyum manis sambil mengelus rambut Karin. Lagi - lagi senyuman itu membuat Kevin terpesona dan tak berkedip.
Mama : "Udah kali liatinnya" sindir sang mama
Kevin yang salah tingkah menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Mereka melanjutkan obrolannya. Sesekali Lina bertanya tentang Bintang dan kedua orang tuanya.
Selamat membaca 😊
Semoga suka 😊
Terima kasih🙏
__ADS_1