
Bintang pulang diantar oleh Kevin menggunakan mobil, karna saat pergi ke cafe tadi hujan jadi Kevin menjemputnya pakai mobil.
Di dalam mobil Bintang hanya diam ia memikirkan cara untuk mengembalikan Crystal seperti dulu. Kevin sesekali melirik ke arah Bintang ia ingin mengajaknya mengobrol
tapi tidak tahu harus membahas apa.
Karna merasa bosan akhirnya Kevin menghidupkan radio memutarkan beberapa lagu kesukaannya untuk mengisi keheningan.
Dengan harapan agar Bintang merespon atau bicara sesuatu tapi hasilnya tetap sama, Bintang tetap tidak mengeluarkan suara. Telinga Bintang menikmati alunan musik tapi pikirannya masih tentang Crystal.
Beberapa waktu kemudian mobil terparkir di perkarangan rumah Bintang. Bintang dan Kevin keluar dari mobil.
Bintang : "Masuk dulu Vin?" tawarnya sedikit tersenyum
Kevin : "Tumben, biasanya juga diusir" sindirnya
Bintang : "Gue udah niat baik ya mau nawarin lo masuk" galaknya
Kevin : "Iya iya makasih atas tawarannya, tapi maaf gue pulang aja udah malem, kan besok sekolah"
Bintang : "Hmm" jawabnya singkat
Kevin : "Jangan ngambek dong, ntar gue makin cinta" godanya mendapat tatapan tajam dari Bintang "Yaudah iya gue pulang dulu"
Bintang : "Hmm makasih ya udah anterin gue pulang"
Kevin : "Sama-sama" ucapnya sambil mengangguk "Bintang!!" panggilny
Bintang : "Hmm...?" menaikkan satu alisnya
Kevin : "Besok gue jemput lo ya?" belum sempat Bintang menjawab Kevin kembali bersuara "Pokoknya lo harus mau ngak boleh nolak, oke!!"
Bintang : "Yaudah iya, jemput gue besok" Sambil mengangguk dan tersenyum
Kevin : "Yes akhirnya gue bisa berangkat sekolah bareng lo" tersenyum girang
Bintang : "Lebay lo"
Kevin : "Lo ngak tau sih gimana rasanya, gue seneng banget bisa berangkat sekolah bareng lo"
Bintang : "Mendingan sekarang lo pulang, sebelum gue berubah pikiran" ancamnya
Kevin : "Jangan dong, jangan di berubah pikiran, yaudah gue pulang dulu ya, bye....Bintang sampai ketemu besok"
Bintang : "Bye....hati - hati lo" ucapnya Kevin mengangguk kemudian masuk mobil
Bintang menggeleng sambil tersenyum melihat mobil Kevin keluar dan meninggalkan perkarangan rumahnya. Setelah mobil Bintang tidak terlihat, Bintang masuk ke dalam rumah.
Bintang : "Assalamualaikum, Bintang pulang" salamnya sambil berjalan menuju ruang keluarga
"Walaikumsalam" jawab Ajeng dan Adam bersamaan. Bintang menyalami punggung tangan dan mencium pipi mereka
Bunda : "Kamu tadi pulang di antar siapa?"
Bintang : "Kevin Bun"
__ADS_1
Ayah : "Kevin temen baru kamu itu?"
Bintang : "Iya Yah, bang Azka mana?"
Bunda : "Ada di kamarnya"
Bintang : "Owh....yaudah Bintang ke kamar dulu mau istirahata" pamitnya diangguki Ajeng dan Adam.
Bintang menaiki satu persatu anak tangga sambil memikirkan Crystal, bahkan selama membersihkan diri pun ia masih memikirkan sahabatnya itu. "Kok bisa ya crystal jadi kayak gitu?" bertanya pada dirinya yang sedang merebah kan tubuhnya di atas kasur ternyamannya dan menatap langit-langit kamarnya yang berwarna abu-abu.
"Gimana caranya supaya gue bisa ngembaliinn Crystal kayak dulu?" ia kembali berfikir dan memejamkan matanya menuju dunia mimpi yang lebih indah dari kenyataan.
Tok....tok....tok....
Azka : "Bintang bangun udah pagi, ntar lo kesiangan!!!" teriak dibalik pintu
Bintang menggeliat suara itu merusak mimpinya yanh indah "Bintang cepatlah ada Kevin di bawah" Azka kembali berteriak membuat mata Bintang yang enggan membuka terbelalak kaget
Bintang : "Oh iya gue lupa" menepuk jidatnya "Iya - iya bentar lagi gue turun!!!" ikut teriak
Azka : "Cepet awas lo kalo lama"
Bintang : "Iya - iya bawel"
Bintang turun dari kasurnya menuju kamar mandi dan besiap pergi ke sekolah.
Bunda : "Bintangnya udah bangun?" tanya Bunda saat Azka datang dan duduk di meja makan
Azka : "Udah Bun, lagi mandi bentar lagi juga turun" jelasnya Ajeng mengangguk
Bintang : "Pagi Bunda, pagi Ayah, pagi bang Azka" sapanya sambil tersenyum dan menciumi pipi mereka
Bunda : "Pagi sayang, kamu ngak nyapa Kevin?" Ajeng melirik ke Kevin yang tersenyum, Bintang diam sesaat kemudian duduk di samping Azka
Bintang : "Pagi Vin" senyum sesaat
Kevin : "Pagi Bintang" tersenyum menampilkan deretan giginya yang rapi dan putih 'seneng banget gue di sapa sama Bintang' batinnya
Azka : "Ngak sekalian di cium" godanya mendapat tatapan tajam dari Bintang
Bintang : "Jangan mulai deh bang" ucapnya ketus
Ajeng menggelengkan kepala melihat kelakuan anak - anaknya
Bunda : "Nak Kevin ayo di makan jangan malu - malu" ucap seraya menunjuk makanan di atas meja
Kevin : "Makasih tante" tersenyum manis Ayah : "Jangan panggil tante, tapi Bunda sama Ayah" katanya sambil tersenyum melirik Bintang, Bintang mendengus kesal dengan ucapan sang Ayah
Bintang : "Ayah..." ucapnya berdecak kesal
Ayah : "Emangnya kenapa? Bayu sama Bagas juga manggilnya gitu, kan biar lebih akrab iya kan nak Kevin?"
Kevin : "Iya om...eh maksud Kevin Ayah" Bintang menatap ke arah Kevin yang di tatap tersenyum seraya menaik turunkan alisnya
Bintang : "Diem lo, pagi - pagi udah ngerusak mood gue" ucapnya ketus
__ADS_1
Ayah : "Bintang ngak boleh kayak ke tamu, Ayah ngak pernah ajarin kamu kayak gitu" ucapnya tegas
Bintang : "Iya Ayah maafin Bintang" lirihnya
Ayah : "Oh...ya nak Kevin kamu sudah punya pacar?" pertanyaan Adam membuat Bintang membulatkan mata
Kevin : "Belum Yah"
Ayah : "Oh...Bintang juga belum punya pacar" sambil melirik Bintang
Bintang : "Ayah apaansih nanya kayak gitu?" tanyanya dengan wajah yang di buat kesal menutupi rasa malu, pipinya yang memanas dan mulai memerah
Ayah : "Ngak ada maksud apa - apa kan kamu memang jomblo" Azka tertawa terbahak - bahak mendengar ucapan sang Ayah
Bintang : "Diem lo bang" ketusnya dengan wajah yang masih merah
Ayah : "Nak Kevin titip Bintang ya"
Bintang : "Emangnya Bintang anak kecil apa di jagain segala"
Kevin : "Iya, Ayah jangan khawatir Bintang aman kok sam Kevin" Bintang mendengus kesal berusaha menyembunyikan wajahnya yang merah "Oh ya Ayah boleh ngak nanti pulang sekolah Kevin ajak Bintang jalan - jalan?" belum sempat Adam menjawab sudah di potong oleh Bintang
Bintang : "Ngak gue ngak mau" ketusnya
Bunda : "Bintang ngak boleh nolak ajakan orang kayak gitu, emang apa salahnya sih pergi sama Kevin?"
Bintang : "Tapi Bintang ngak mau Bun, nanti Bintang pulang di jemput sama bang Azka"
Azka : "Ngak bisa, gue ngak bisa jemput lo, gue ada kuis"
Bintang : "Ck, rese lo bang" Bintang cemberut sedangkan Azka senyum mengejek "Yaudah deh Bintang berangkat dulu" berdiri menyalami Adam dan Ajeng "Assalamualaikum ayu Vin" ajaknya Kevin mengangguk ikut menyalami Adam dan Ajeng
Kevin : "Kevin berangkat dulu Ayah, Bunda, bang Azka Assalamualaikum"
"Walaikumsalam" jawab mereka bersamaan "Hati - hati ya nak Kevin" ucap Adam
Di dalam mobil suasana hening yang ada hanya kecanggungan, tapi tak lama
Bintang : "Lo kenapa sih pakek izin ke Ayah segala" ucapnya dengan ketus
Kevin : "Lah bukannya kalo ngajak anak orang pergi emang harus izin ya?"
Bintang : "Tapi gue ngak mau pergi sama lo" berdecak kesal
Kevin : "Emang kenapa sih Bi? Lo ngak mau pergi sama gue, salah gue apa sama lo?" dengan nada kesal
Bintang : "Gue ngak biasa aja pergi dengan orang yang baru di kenal"
Kevin : "Kita bukan baru kenal kemarin, tapi udah berbulan - bulan, tapi lo tetep aja ngak mau deket dan temenan sama gue, gue kan cuma mau deket sama lo, salah gue apasih Bi sampe lo segitu ngak maunya temenan sama gue" ucapnya frustasi
Mendengar itu Bintang diam seribu bahasa, ia merasa bersalah pada Kevin atas sikapnya. Ia bukannya tidak mau dekat dengan Kevin, ia hanya trauma pada laki - laki.
Mobik Kevin terparkir rapi di halaman sekolah. Bintang dan Kevin keluar dari mobil berjalan beriringan menuju kelas. Banyak pasang mata yang melihat mereka tidak suka, dan macam - macam cibiran.
Bintang sudah terbiasa di cibir dan telinganya sudah kebal, sedangkan Kevin tidak peduli dan bermasa bodo.
__ADS_1
Tiba di kelas Bintang melihat teman - temannya hanya diam tanpa suara, tanpa keributan, tanpa celotehan, tanpa omelan, tanpa cerita yang tidak penting, tanpa tawaan, tanpa keceriaan yang ada hanya keheningan dan kecanggungan hal itu membuat Bintang sedih.