
Kevin keluar dari toilet berjalan menuju kelas. Ia melihat gadis yang sangat amat di kenalinya sedang berjalan di depannya.
Kevin : "Bintang!!!" panggilnya
sontak saja membuat Bintang berhenti dan menoleh
Bintang : "Kenapa?" tanyanya
Kevin : "Bareng ke kelas" jawabnya plus cengiran
Bintang memutar bola matanya
Bintang : "Kirain ada apaan, ayok"
Mereka berjalan beriringan menuju kelas
Kevin : "Lo dari mana?" tanyanya tengah berjalan
Bintang : "Perpus" jawabnya singkat
Kevin : "Ngapain?"
Bintang : "Mancing"
Kevin : "Gue serius"
Bintang : "Pertanyaan lo ngak berfaedah"
Kevin mendengus
Kevin : "Oh...ya Bi mama mau ketemu sama lo"
Bintang : "Ngapain?"
Kevin : "Mau ngajakin mancing" jawabnya sambil terkekeh, Bintang memberi tatapan tajam "Iya....iya bercanda, gue kemarin cerita tentang lo, trus dia mau ketemu sama lo, mau bilang makasih katanya"
Bintang : "Kapan?"
__ADS_1
Kevin : "Kalo lo mau pulang sekolah nanti, itupun kalo ngak ada aca....." ucapnya terpotong
Bintang : "Oke"
Kevin mengembangkan senyumnya kemudian keningnya saat melihat Bintang berhenti
Kevin : "Kenapa berenti?"
Bintang mengeluarkan ponsel
Bintang : "Mau ngasih tau bang Azka" Kevin mengangguk
Bintang : "Hallo"
Azka : "Kenapa?"
Bintang : "Ntar ngak usah jemput gue"
Azka : "Kenapa? Lo mau kemana? Sama siapa?"
Bintang : "Banyak nanya lo, mau pergi sama Kevin"
Bintang : "Rese lo, oh...ya jangan lupa kau tau Bunda, jangan bilang yang macem - macem lo" ancamnya
Azka : "Iya bawel, ntar gue bilang dan gue kasih tau Bunda kalo lo jalan - jalan sama Kevin, udah ya gue masih ada kelas, Bye..."
Menutup telfon sepihak
Kevin : "Gimana?"
Bintang : "Udah, yuk kelas" Kevin mengangguk
****
Sekarang motor Kevin sudah terparkir di halaman rumahnya. Bintang turun dari motor ntah kenapa ia merasa merasa aneh jantungnya terpompa lebih cepat dari biasanya, ia merasa deg - degan.
Bintang memegangi dadanya mengerutkan keningnya 'Gue kok deg - degan gini ya, kayak mau ketemu mertua aja, perasaan kalo ngerjain soal MTK sama guru killer ngak kayak gini amat' bantinya
__ADS_1
Bintang mematung di tempat ia tak sadar kalau Kevin memanggilnya dari tadi
Kevin : "Bintang lo kenapa? Lo sakit?" pertanyaan Kevin membuat Bintang sadar dari lamunan
Bintang : "Ha??...ng...ngak papa" jawabnya terbata - bata
Kevin : "Yaudah ayo masuk" sambil tangan Bintang
Ntah kenapa Bintang menurut tanpa berontak seperti biasa. Jantungnya semakin bedegup kencang seperti sedang berdisco saat Kevin menggenggam tangannya.
"Assalamualaikum" salam Kevin memasuki rumah masih menggenggam tangan Bintang
"Waalaikumsalam" jawab wanita paruh baya menyambut Kevin dan Bintang dengan senyum manis, Kevin mencium punggung tangannya wanita itu
Kevin : "Ma kenalin ini namanya Bintang yang nolongin Kevin kemarin"
Bintang menyalami lina mama Kevin
Bintang : "Bintang tante" sembari tersenyum manis sambil memperkenalkan diri
Mama : "Oh...jadi ini yang namanya Bintang, nama kamu cantik secantik orangnya manis lagi" pujinya seketika pipi Bintang memanas dan memerah
Bintang : "Tante berlebihan, tante juga cantik" ucapnya membalas pujian
Mama : "Tapi kamu lebih cantik, kamu kan masih muda....ya udah kalian pasti belum makan, ayo masuk kita makan sama - sama mama udah masak buat kalian"
Bintang : "Makasih tante" tersenyum manis
Kevin melongo saat melihat senyum Bintang yang amat manis, ia belum pernah melihat Bintang tersnyum manis sebelumnya.
Kevin mengikuti dua wanita beda usia itu menuju meja makan.
Di meja makan sudah duduk gadis yang cantik berambut luruspanjang sepinggangg, memakai pakaian seusianya, mungkin usianya sekitar 14 tahunan.
Vote, like, komennya ya
Kritik dan sarannya juga ya supaya aku bisa belajar nulis novel yang lebih bagus lagi
__ADS_1
Terima kasih