
Selamat membaca
Sedang asik berbincang tidak terasa hari sudah mulai sore. Bintang berpamitan untuk pulang kepada Lina dan Karin. Tapi Karin melangnya untuk pulang.
Karin : "Kak Bintang ngak boleh pulang, nginep di sini aja ya" pintanya memasang wajah imutnya
Bintang : "Ngak bisa kakak harus pulang, lain waktu kakak main ke sini lagi ya, lagi pula besok kan harus sekolah"
Karin : "Maaaa....suruh kak Bintang nginep di sini ya" rengeknya
Mama : "Ngak bisa sayang, kak Bintang harus pulang nanti orang tuanya khawatir" ucapnya lembut membuat Karin cemberut memajukan bibir bawahnya
Bintang : "Karin lain kali aja ya, kakak janji akan nginep di sini tapi ngak bisa sekarang" hiburnya, seketika Karin kembali tersenyum
Karin : "Bener ya, awas kalo boong, kalo kakak boong Karin marah sama kakak" ancamnya
Bintang terkekeh dan mengangguk, kemudian Karin memeluk Bintang "Makasih ya kak"
Bintang : "Iya, yaudah kalo gitu kakak pulang dulu ya" melepaskan pelukannya, beralih menyalami Lina "Tante Bintang pamit dulu Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" jawab Lina dan Karin Bersamaan
Kevin : "Kevin antar Bintang dulu ya ma, Assalamualaikum" menyalami Lina dan mengacak rambut Karin
"Waalaikumsalam" jawabnya lagi
Setelah mengantar Bintang pulang dan berpamitan dengan orang tuanya Bintang Kevin kembali ke rumahnya. Ia memasuki rumahnya mengucap salam dan berbasa - basi dengan mamanya lalu masuk ke dalam kamar untuk membersihkan diri.
Selesai ritual bersih - bersih ia merebahkan dirinya di atas kasur king zise miliknya menatap langit - langit yang berwarna putih. Baru sebentar ia memejamkan matanya kembali membukanya karna
Tok....tok...tok...
Kevin mendengus kesal
Kevin : "Siapa?" teriaknya
Karin : "Karin bang" ikut teriak
Kevin : "Masuk"
Ceklek....
Karin masuk melihat abangnya sedang berbaring di kasur dengan melipat kedua tangannya di letakkan ke belakang kepalanya di jadikan bantal.
Kevin : "Ngapain lo ke sini?" tanyanya dengan mata terpejam
Karin : "Anterin Karin ke rumah kak Bintang" pintanya duduk sila di samping Kevin
__ADS_1
Sontak Kevin langsung membuka mata dan menoleh Karin
Kevin : "Mau ngapain lo kesana?"
Karin : "Karin kangen sama kak Bintang"
Kevin : "Lebay lo, belom juga lama orangnya pulang"
Karin : "Karin kan ngak punya kakak cewek buat di ajak main, Karin nyaman banget sama kak Bintang, ayolah.... bang... anterin Karin ya ke rumah kak Bintang" rengeknya
Karin : "Ngak bisa Rin gue capek, besok aja ya" bujuknya
Karin : "iiiihhhh.... Bang Kevin pelit" memasang wajah sedih
Kevin tak tega melihat Karin yang sedih. Ia mendudukkan badannya menghadap Karin yang membuang mukanya. Kevin memegang ke dua pipi Karin dan mengunyelnya
Karin : "iiiihhh....lepasin bang" kesalnya
Kevin : "Besok weekend gue bawak Bintang nginep di sini bareng lo"
Karin langsung mengembangkan senyumnya
Karin : "Beneran bang" tanyanya antusias
Kevin : "Gue ngak bisa janji" menggaruk tengkuknya
Kevin : "Kalo dianya ngak mau atau orang tuanya ngak boleh gimana? Gue kan ngak bisa maksa"
Karin : "Gimana kalo Karin juga ikut, biar Karin yang bilang ke orang tuanya kak Bintang" tawarnya
Kevin menghela nafas ia lupa kalau adik nya itu punya 1000 akal.
Kevin menatap Karin kemudian ia tersenyum dan mengangguk, Karin tersenyum bahagia dan memeluk Kevin
Karin : "Makasih ya bang"
Kevin : "Iya sama - sama" mengelus rambut panjang Karin
'Karin aja yang baru satu kali ketemu langsung nyaman, apa lagi gue, lo emang spesial Bintang' batinnya
Jalanan ibu kota pagi ini tampak lengang tak macet seperti biasa. Kevin menlajukan motornya dengan kecepatan sedang hingga sampai ke sekolah. Ia memakirkan motornya di tempat biasa.
Kevin melihat parkiran masih sepi hanya ada beberapa motor di sana dan beberapa mobil di tempat khusus guru. Ia berjalan di koridor yang masih sepi menuju kelas, ternyata di kelas masih sepi karna ia datang lebih awal.
Tak lama kemudian sekolah pun mulai ramai, satu persatu murid mulai berdatangan termasuk teman - temannya. Senyum Kevin mengembang saat melihat Bintang datang.
"Pagi cantik" sapa Kevin plus senyum manis kepada Bintang menunjukkan deretan giginya yang putih.
__ADS_1
Bintang tak tak mengubrisnya ia sudah biasa di sapa seperti itu setiap pagi. Ia terus berjalan menuju kursinya diikuti Kevin.
Pelajaran pertama telah selesai, sekarang semua murid keluar dari kelas melangkah menuju tujuan masing-masing. Ada yang ke perpustakaan, ada yang ke ruang bk karena bermasalah, dan juga pergi ke kantin.
Di kantin sudah duduk Bintang dan kelima sahabatnya. Bintang berfikir sejenak sebelum memulai aksinya, ia sudah merencanakan sesuatu tapi tidak mengatakan pada sahabatnya. Ia tak ingin melibatkan sahabat - sahabatnya dan ingin mengerjakannya sendiri.
Bintang : "Crys" panggilnya, Crystal menoleh sebagai jawaban "gue boleh pinjam handpone lo ngak?"
Crystal : "Buat apa? Handpone lo?"
Bintang : "Ngubungin bang Azka, bilang kalo ngak usah jemput, handpone gue mati, gue lupa cas" alibinya
Crystal : "Emangnya lo mau ke mana?" sambil memberikan handponenya
Bintang : "Mau pergi"
Kevin : "Kemana? Sama siapa?"
Bintang : "Kepo lo" ucapnya pada Kevin "Gue pinjem ya Crys" di angguki Crystal
Ia berjalan menjauh dari mereka. Setelah rasa sedikit jauh ia memulai aksinya. Bintang menyalin nomor Aril ke handponenya.
"Temuin gue di taman dekat komplek B jam 5 sore, Bintang" ~send
"Selesai" gumamnya tersenyum
Bintang kembali lagi ke meja dan mengembalikan handpone Crystal.
Bintang : "Thanks ya Crys" ucapnya sambil mengembalikan handpone
Crystal : "Sama - sama, santai aja"
***
Kini Crystal berjalan di koridor sekolah menuju kelas, langkahnya terhenti saat melihat sahabatnya dari jendela. Ia melihat para sahabatnya sedang bersenda gurau dan tertawa bersama tanpa dirinya. Crystal merasa sedih dengan keadaannya sekarang ini, ia terpaksa melakukan ini semua.
Crystal sangat merindukan sahabatnya it, senda guraunya, candaannya, terbawa bersama, cerita bersama, saling tukar curhat, menceritakan oppa - oppo korea.
Bahkan ia merindukan Bagas yang selalu mengganggu dan menggoda nya. Crystal merindukan itu semua, ia ingin mengakhiri ini semua dan ingin kembali pada sahabatnya.
"Gue kangen kalian" gumam nya
Tak terasa air mata sudah tak bisa di bendung lagi, jatuh begitu saja dan mengalir di pipi Crystal. Dengan cepat ia hapus kembali memasang wajah datarnya seperti biasa lalu masuk ke kelas.
Semoga suka😊
Like dan komennya ya 😊
__ADS_1
Terima kasih 🙏