Cewek Tomboy Pujaan Hati

Cewek Tomboy Pujaan Hati
7


__ADS_3

Di dalam mobil hanya kecanggungan yang terasa tidak ada satu pun yang bicara dari Bintang maupun Kevin. Kevin yang tidak tahan dalam keadaan ini memberanikan diri untuk bicara.


Kevin : "Cantik" ucapnya, Bintang langsung menoleh dengan tatapan datar


Bintang : "Makasih" jawabnya singkat "lo juga ganteng" lanjutnya tetap datar kembali melihat ke jalan.


kevin mengerutkan keningnya merasa aneh pada gadis itu, di depan keluarganya bersikap manis dan manja bahkan mungkin cerewet, sedangkan yang dia lihat sekarang sangat berbalik dengan apa yang ia lihat pada saat di rumah tadi, Kevin jadi bingung apa yang terjadi tapi dia tidak ingin bertanya karena iya pikir itu akan mengganggu kenyamanan Bintang.


Beberapa menit menikmati perjalanan yang canggung akhirnya mereka sampai di restoran tempat acara dilangsungkan. Bintang dan Kevin keluar mobil, Bintang terkejut melihat mobil yang ada di parkiran begitu banyak, itu artinya tamunya pun banyak, Bintang mematung di tempat tak berani masuk.


Kevin yang melihat Bintang hanya berdiri di tempatnya


Kevin : "Hei....lo kenapa?" tanyanya mengagetkan Bintang


Bintang : "Ngak papa kok......mobilnya banyak banget pasti di dalam rame"


Kevin : "Yaiyalah rame namanya juga pesta kalo ngak rame bukan pesta namanya, udah ayo masuk" ajaknya sambil memegang tangan Bintang. Bintang menarik tangan Kevin yang menggenggamnya Kevin menoleh


Bintang : "Gue pulang aja deh ngak usah masuk....lagian gue juga ngak kenal siapa yang ulang tahun"


Kevin : "Lah....kok pulang sih, udah sampe sini juga, kan gue yang ngajak lo tenang aja ada gue kok, lagian kan nanti ada Crystal sama yang lain juga, udah ah ngak usah minder ayo masuk"ajaknya lagi dan akhirnya Bintang mengangguk


Belum sampai mereka masuk "Bintang!!!" teriakan itu membuat Bintang dan Kevin berhenti melangkah menoleh ke sumber suara, senyum Bintang mengembang sama lihat segerombolan orang berjalan ke arahnya.


Crystal : "Wah.....lo cantik banget" pujinya histeris pada bintang


Bintang : "Apaan sih biasa aja kalian juga cantik" memuji dua sahabatnya

__ADS_1


Tania : "Sumpah Bi lo cantik banget baru kali ini gue liat lo dandan kayak gini setelah sekian lama, yakan Bay" pujinya sambil melihat Bayu di sampingnya


Bayu : "Bener Bi lo cantik banget gue kangen sama lo yang kayak gini" ikut memuji, Crystal dan Bagas tersenyum mengangguk.


Crystal dan Bagas memang baru mengenal Bintang saat SMA tapi mereka mengetahui masalalu Bintang yang pahit yang membuat dia berubah. Kevin yang tidak tau apa - apa hanya mengerutkan kening. Bintang melihat ke arah Kevin yang kebingungan langsung mengajak masuk.


Sampai di dalam Kevin mengajak teman - temannya menemui Aurel yang berulang tahun.


Kevin : "Hai Rel Happy Birthday ya buat lo, semoga lo sukses kedepannya" ucapnya sambil menyalami dan memberi do'a untuk Aurel.


Aurel : "Aaammiiinnnn makasih ya Vin do'anya dan makasih juga karna udah mau datang ke acara gue, gue seneng banget" balasnya sambil tersenyum bahagia


Kevin : "Sama - sama Rel kan kita temen, oh ya ini buat lo" ucapnya sambil memberikan kotak berukuran sedang di berikan ke Aurel.


Aurel : "Wah..... Apanih? Ngak usah repot - repot bawa ginian, lo dateng aja, gue juga seneng" sambil menerim kotak yang di beri Kevin


Bintang : "Hai Bintang, Happy Birthday ya buat lo, semoga yang lo mau tercapi" mengukurkan tangan sambil tersenyum, di sambut ramah dari Aurel dengan uluran tangan dan tersenyum


Aurel : "Oh....Aurel makasih ya udah dateng ke acara gue, makasih do'anya" jawabnya ramah


Satu persatu bersalaman dan berkenalan pertama dari Crystal, di susul Tania kemudian Bayu yang terakhir Bagas sambil memberikan kado ulang tahun masing - masing kepada Aurel.


Aurel : "Wah.....makasih ya kadonya, jadi enak nih" semua tertawa. Aurel melihat ke arah Kevin dan mendekatkan bibirnya ke telinga Kevin berkata "Cewek lo?" bisiknya melirik Bintang


Kevin : "Do'ain aja" ikut bebisik, keduanya tertawa pelan


Aurel : "Ya udah deh gue mau nganter ini dulu ya, kalian nikmati pestanya, jangan malu - malu ya" katanya kemudian beranjak pergi setelah semua mengangguk dan tersenyum.

__ADS_1


Hari semakin malam dan tamu pun semakin ramai berdatangan. Semua orang menikmati pestanya ada yang berjoget menikmati musik ada yang makan dan minum yang telah disediakan. Sama halnya dengan sahabat-sahabat Bintang seperti Bayu dan Bagas yang menari sesekali merayu wanita- wanita yang ada di sana karena mereka berparas tampan jadi mereka mudah berinteraksi. Begitu juga dengan Crystal dan Tania yang mencari mangsa.


Kevin berbicara dengan teman-teman di sekolah lamanya sesekali melihat ke arah Bintang dan mengawasinya takut - takut ada yang mengganggunya. Sedangkan Bintang hanya duduk ditempat yang disediakan untuk tamu dengan memegang segelas minuman. Bintang memang tidak mudah bergaul seperti sahabatnya yang lain itu karena masa lalunya.


Merasa sudah banyak minum Bintang pun ingin ke toilet karena perutnya sudah penuh dengan air. Ia mencari Kevin atau Aurel untuk bertanya dimana toilet tapi dia tidak menemukan dua orang itu. Akhirnya iya bertanya kepada pelayan yang melayani beberapa pemuda.


Bintang : "Maaf mas"


Pelayan : "Ada yang bisa saya bantu"


Bintang : "Saya mau tanya toilet dimana ya?"


Pelayan : "Oh toilet sebelah sana mbak, dari sini lurus terus belok kiri nah disana toiletnya"


Bintang : "Oh sebelah kiri ya, makasih ya mas"


Pelayan itu mengangguk dan tersenyum


Setelah mencuci tangan Bintang keluar dari toilet sambil merapikan pakaiannya. Tiga Bintang melangkah tapi tiba-tiba


"Nanda" suara berat itu memanggilnya, suara yang amat ia kenal, suara yang tidak ingin didengar telinganya, suara yang mengubah hidupnya, yang menghancurah hatinya dua tahun lalu.


Bintang membalikkan badan matanya membulat sempurna setelah ia mengetahui siapa yang memanggilnya. Seketika emosinya meluap, tangannya pengepal, matanya menatap tajam pada pria itu. Matanya berkaca-kaca saat mengingat apa yang telah pria itu lakukan padanya dua tahun yang lalu. Bagaimana cara pria itu mempermalukannya di depan umum.


"Hai.....nan apa kabar?" tanyanya dengan senyuman seolah ia tak bersalah tapi Bintang menatapnya tajam. Melihat Bintang yang menatapnya tajam ia mencoba memegang tangan Bintang tapi belum sempat pria itu menyentuhnya langsung ditepis oleh Bintang. "Ngak usah sentuh gue "ucapnya dingin.


Mendengar ucapan Bintang pria itu cepat meraih tangan Bintang dan menggenggamnya dengan erat "Maafin gue Nan gue tau gue salah, gue minta maaf sama lo" Bintang yang tadinya berontak berhenti mendengar ucapan pria itu, ia tersenyum miring "Apa? Maaf? Hmm...semudah itu lo bilang maaf setelah apa yang udah lo lakuin ke gue dulu!!! Hah!!!!" teriaknya sambil melepaskan tangannya. "Iya gue tau lo marah sama gue, gue tau gue salah, maka dari itu gue minta maaf samalo, please maafin gue Nan" kembali menggenggam tangan Bintang.

__ADS_1


Bintang berontak berusaha melepaskan tangannya namun hasilnya nihil tangan pria itu terlalu besar dan kuat.


__ADS_2