Cewek Tomboy Pujaan Hati

Cewek Tomboy Pujaan Hati
71. Calon Istri?


__ADS_3

Ceklek....


Azka keluar dari kamar dengan fokus pada layar pipih di tangannya, saat di meja makan fokusnya teralihkan pada sepiring nasi goreng dan segelas susu putih, sebuah senyuman terukir di bibirnya.


Cup


Azka menoleh "Selamat pagi Abang gue tersayang!!" sapa sang adik dengan ceria seperti tidak terjadi apa-apa kemarin, Azka kembali tersenyum "Pagi juga Adek gue yang cantik"


"Sekarang lo duduk, sarapan ya" Bintang mendorong bahu Azka "Tapi maaf nih, gue nggak bisa nemenin lo, gue buru-buru ke kampus"


"Lo udah sarapan?"


"Belom, tapi gue bawa bekel"


Cup


"Gue pergi dulu, Assalamualaikum" pamit Bintang langsung berlari keluar dari rumah "Gue sayang lo Bang!!" teriaknya


Azka tertawa pelan sambil menggelengkan kepala "Gue juga sayang lo, Dek"


*****


Kevin menuruni motor kesayangannya yang di parkirkan di halaman kampus, setelah melepas helm ia merapikan rambutnya yang sedikit berantakan


"Kevin!!"


Kevin menoleh pada seorang gadis yang memanggil namanya "Lo ngapain ke sini?"


Gadis tersebut langsung memeluk tubuh kekar Kevin "Aku kangen banget sama kamu"


Sesaat Kevin tertegun, kemudian dengan cepat ia mendorong gadis itu hingga pelukannya terlepas "Jangan sentuh gue" ucapnya dengan penekanan


"Kok kamu gitu sih sama aku" gadis itu kembali memeluk Kevin "Kita udah lama nggak ketemu, jadi aku kangen sama kamu"


"Lepas!!" Kevin terus meronta melepas pelukannya


"Nggak akan!! Aku nggak akan lepasin kamu!!"


"Jangan buat gue berlaku kasar sama lo!!"


"Aku nggak peduli"


Kevin terus saja berusaha melepaskan pelukan itu hingga…


"Kevin!!"


Kevin berhenti meronta, bersamaan dengan gadis itu ia menoleh ke "Bintang!!" dengan cepat ia mendorong gadis itu lalu menghampiri kekasihnya yang ntah sejak kapan ada di sana "Bintang!! Ini nggak seperti yang kamu liat, kamu jangan salah pa-"


"Dia siapa?" tanya Bintang datar


Kevin menelan ludahnya kemudian menoleh saat gadis yang memeluknya tadi mendekat dan mengulurkan tangannya "Gue Dian, calon tunangannya Kevin"


Kevin menepis tangan gadis yang mengaku Dian itu "Jangan sembarang lo kalo ngomong" ia kembali menatap Bintang "Kamu jangan percaya, dia boong"


"Kevin!! Kok kamu gitu? Emang dia siapa sih?"


"Namanya Bintang, calon istri dan calon ibu dari anak-anak gue" jawab Kevin lantang membuat kedua gadis itu terkejut


"Apa? Calon istri?"


"Iya calon istri gue, jadi gue minta sama lo, jangan ganggu hidup gue lagi"

__ADS_1


"Aku nggak percaya"


"Terserah"


"Liat aja, suatu saat nanti kamu akan jadi milik aku"


"Sampai kapanpun gue nggak akan milik lo"


Dian menatap Bintang dengan tajam lalu beralih menatap Kevin "Kamu akan menyesal" setelah mengatakan itu ia pergi dengan perasaan kesal, marah, dendam dan segalanya, Kevin menghela nafas lega.


"Calon istri?" tanya Bintang


Kevin menatap Bintang "Iya, kamu kan emang calon istri aku"


"Kapan ngelamarnya?"


"Kalo kamu mau, pulang kampus nanti aku sama Mama ke rumah buat ngelamar kamu"


"Apaan sih? Aku masih mau kuliah"


"Jaman sekarang banyak kok yang masih kuliah udah nikah, bahkan masih SMA"


"Itu kan karna ada alasannya, mungkin di jodohin atau karna kecelakaan, aku nggak mau nikah sekarang, aku mau wisuda dulu, kerja dulu, bahagiain orang tua aku"


"Oke kalo gitu, nggak masalah, aku akan tunggu kamu selama itu"


Bintang mengigit bibir bawahnya menahan senyuman yang akan terbit


"Kalo mau senyum, senyum aja nggak usah di tahan kayak gitu" goda Kevin menoel pipi kekasih dan tak lama senyuman itu pun terbit "Senyum gini kan makin cantik, aku jadi makin cinta"


Bintang tertawa pelan "Oh ya, cewek tadi itu siapa kamu?" tanyanya sambil melangkah bersama Kevin


Bintang tampak berfikir kemudian mengangguk "Inget"


"Nah, cewek tadi orangnya"


"Ooohh" respon Bintang sambil maggut - manggut


"Kamu sama Bang Azka gimana? Masih diem - dieman?"


"Udah nggak, kita udah nggak diem-dieman lagi, lagi pula aku nggak bisa lama-lama marah sama Bang Azka"


Kevin mengusap pucuk kepala kekasihnya "Aku akan bantuin kami untuk ngeyakinin Bang Azka, semangat ya sayang"


"Makasih" balas Bintang tersenyum


*****


Ningsih tersentak saat tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang, kemudian tersenyum


"Selamat pagi Ibu Mila yang cantik"


"Pagi juga sayang, semangat banget"


"Harus dong, setiap hari kita harus semangat, iya kan?"


"Harus itu, ayok kita sarapan dulu"


Mila mengangguk dan berjalan ke meja makan, belum sempat bokongnya mendarat sudah terdengar suara ketukan di pintu


"Siapa yang datang pagi-pagi gini?" tanya Ningsih melongokkan kepalanya ke arah pintu

__ADS_1


Mila menggeleng "Nggak tau Bu, Mila bukain dulu" setelah mendapat anggukan, ia beranjak berjalan menuju pintu "Kak Azka!!"


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


"Maaf pagi-pagi udah ganggu" ucap Azka merasa tak enak


"Nggak papa kok, nggak ganggu, ayok masuk"


Azka mengucapkan terima kasih kemudian mengikuti Mila masuk menuju ruang tamu


"Siapa yang dateng sayang?" tanya Ningsih yang datang dari dapur


"Kak Azka, Bu"


Azka mengulurkan tangannya menyalami Ningsih "Assalamualaikum, tante apa kabar?"


"Waalaikumsalam, Alhamdulillah baik, ayok silahkan duduk"


Azka mengangguk, mengikuti perintah tuan rumah yang menyuruhnya duduk


"Ada perlu apa nak Azka ke sini?"


"Nggak terlalu penting tante, cuma mau ngajak Mila berangkat bareng ke kampus" jawab Azka


"Oooh... Berangkat bareng" goda Ningsih pada putrinya yang tampak menahan senyum "Nak Azka udah sarapan? Ayok kita sarapan bareng" tawarnya


"Maaf tante, bukannya menolak, tapi Azka udah sarapan di rumah"


"Yah sayang banget, Mila nya belum sarapan, mau nunggu?"


"Mila bawak bekel aja, nanti sarapannya di kampus, nggak enak sama kak Azka kalo harus nunggu"


Azka ingin berucap tapi langsung di sela oleh Ningsih "Yaudah kalo gitu, ibu siapin dulu bekalnya" ucapnya di angguki oleh sang putri dan Azka


"Kak Azka kok nggak bilang mau ke sini?" tanya Mila saat ibunya sudah tidak terlihat


"Nggak sengaja lewat"


"Kalo dari rumah Kak Azka ke sini, trus ke kampus, kan harus muter"


"Tadi ada urusan sama temen sekitar sini, makanya mampir"


Mila mengangguk "Ohh gitu... Eh kalo gitu aku ambil tas dulu" ucapnya kemudian beranjak setelah di balas anggukan oleh sang senior


*****


"Kurang ajar!!" gumam seorang gadis sambil memandang Azka berjalan bersama Mila


"Beraninya dia deketin Azka gue, liatin aja, gue nggak akan bikin perhitungan sama dia, Azka milik gue, cuma milik gue, nggak ada yang boleh milikin dia selain gue" tatapannya yang tajam di tujukan pada Mila yang sedang tertawa


"Tawa itu nggak akan berlangsung lama, sebentar lagi penderitaan lo datang" tercetak senyum licik di bibirnya


Puk... Puk... Puk... Puk...


Terdengar suara tepukan tangan dari belakang gadis itu, seorang berdiri di sebelahnya dengan tangan yang di masukkan ke dalam saku, gadis itu melirik sekilas


"Kalo sampai terjadi sesuatu sama mereka, apa lagi Mila" pemuda itu menatap gadis di sebelahnya dengan tajam "Nyawa lo sebagai gantinya" ancamnya berlalu pergi


"Aargh.... Sial!! Kenapa sih dia selalu ikut campur? Gue harus singkirin dia dulu, setelah itu baru mereka"

__ADS_1


__ADS_2