Cewek Tomboy Pujaan Hati

Cewek Tomboy Pujaan Hati
57. Mila Anggini Putri


__ADS_3

Seorang gadis yang ceria, bertampang pas - pasan namun memiliki kulit putih yang bersih, rambut hitam lurus sepunggung dan berprestasi di sekolahnya.


Ia sudah menjadi anak yatim sejak usia 12 tahun, Ayahnya seorang Masinis dan mengalami kecelakaan yang parah sehingga menewaskan sang Ayah.


Ibunya bernama Sri Ningsih, seorang pembuat kue dan di jual tiap pagi di pasar, terkadang juga Ibu Ningsih menerima pesanan kue untuk pesta atau acara tertentu. Rasa kue buatan Ibunya sudah terkenal enak di area kawasan pasar dan lingkungan rumahnya.


Semenjak sang Ayah meninggal Mila membantu Ibunya berjualan kue saat sekolah, ia menaruh kuenya di kantin jika tidak ketahuan pihak sekolah ia berjualan di dalam kelas.


Mila lulus dengan nilai terbaik, maka dari itu ia mendapatkan beasiswa dari pihak sekolah untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ia dan sang Ibu pindah dari rumah lama ke rumah yang lebih dekat dengan kampus dan pasar.


Meskipun rumah yang di tempati itu kecil, namun sangat nyaman dan sejuk. Rumah tersebut ia beli dengan uang tabungannya yang sudah di tabung sejak masuk SMA.


Pagi itu, Mila di bangunkan dengan suara alarm. Dengan semangat ia beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi, mengingat hari ini adalah hari pertamanya masuk ke Universitas.


25 menit Mila keluar dari kamar mandi sudah lengkap dengan pakaiannya untuk ke kampus. Mila keluar dari kamar dan berjalan menuju meja makan, sejak bangun tidur hingga dirinya sampai di meja makan senyuman manis tidak pernah luntur.


"Selamat pagi Ibu ku yang cantik" sapa Mila dengan semangat


"Eh, kamu udah bangun? Baru aja Ibu mau bangunin kamu" ucap Ningsih setelah meletakkan semangkuk nasi goreng "Semangat banget kamu"


"Harus dong Bu, hari ini kan hari pertama Mila ke kampus setelah menunggu 1 bulan lebih" balas Mila dengan senyum merekah


Ningsih ikut tersenyum "Belajar yang rajin, yang bener, beasiswa itu susah lo dapetnya, jangan di sia - siain"


"Siap Ibu ku tercinta" ucap Mila memberi hormat

__ADS_1


"Ayok kamu sarapan dulu, biar nggak lemes" ucap Ningsih di angguki oleh Mila dengan semangat


*****


Mila turun dari angkot dan menapakkan kakinya di depan gedung kampus tempatnya menimba ilmu. Kakinya mulai mengayun memasuki kampus. Dengan senyum merekah ia melihat sekeliling sambil terus berjalan hingga....


Bugh....


Dirinya menabrak seorang pria sampai - sampai kertas yang di pegang pria itu berserakan, dengan cepat Mila mengumpulkan kertas - kertas itu dan memberikannya pada pria tersebut.


"Maaf kak, aku nggak sengaja" ucap Mila tertunduk takut


"Iya nggak papa, lain kali hati - hati ya" balas pria itu


"Lo Mahasiswi baru ya?" tanya pria itu


"Iya kak" jawab Mila


"Fakultas apa?"


"Fakultas Ekonomi"


"Udah tau kelasnya?" Mila menggeleng "Ayok gue anter"


"Hah?!"

__ADS_1


Mila mendongakkan wajahnya, ia mematung menatap mata tajam pria itu, meski tajam namun mampu membuatnya terpesona pada pria tersebut, hanya dengan menatap matanya. Kemudian dengan cepat ia menyadarkan diri.


Mila mengerutkan keningnya saat pria di hadapannya itu hanya diam, ia mengibas - ngibaskan tangannya "Kak!!"


"Eh iya" pria itu tersadar lalu berdehem "Ayok gue anter lo ke kelas"


"Nggak usah kak, makasih, aku bisa sendiri" tolak Mila


"Bentar lagi kelas di mulai, mau telat di hari pertama masuk?"


Mila menggaruk tengkuknya yang tak gatal, benar kata pria itu, ia tidak ingin memberi kesan buruk di hari pertama di kampus, namun ia tidak mengenal pria ini karna dirinya memang sedikit tertutup dengan orang baru.


"Jangan kelamaan mikir, ayok gue anter, gue bukan orang jahat kok" ucap pria itu lagi


Dengan ragu Mila mengangguk lalu mengikuti langkah pria itu. Mereka berhenti melangkah begitu sampai di depan sebuah ruangan dengan beberapa orang di dalamnya.


"Ini kelasnya" ucap pria itu


Mila mengamati suasana kelas tersebut, kemudian kembali menoleh pada pria yang mengantarnya "Makasih ya kak, udah di anterin" sambil tersenyum


"Sama - sama, kalo gitu gue pergi dulu, bye" ucap pria itu berlalu pergi


Mila menatap punggung pria itu sambil terus melambaikan tangannya "Baik banget, ganteng lagi" gumamnya "Eh, sadar Mil, kamu siapa? Dia siapa?" menepuk - nepuk jidatnya "Huh!!"


Mila melangkah masuk ke dalam kelas dan duduk di kosong, ia duduk sambil mengamati isi dari kelas yang di tempatinya, sebuah senyuman kembali hadir di wajah sederhananya.

__ADS_1


__ADS_2