
Matahari sudah menjulang tinggi, sinarnya menembus jendela kamar yang penuh warna. Namun sang empunya masih bergelut dengan dunia mimpi.
Tok... Tok... Tok...
"Woy!!... Kebo bangun lo!!"
Bintang menggeliat, sungguh teriakan itu merusak mimpi indahnya "Berisik!!"
"Udah siang ini, bangun atau gue dobrak nih pintu!?"
"Iya - iya, gue bangun!!"
30 menit kemudian
Bintang sudah mengenakan pakaian rumahnya, duduk di kursi depan meja rias sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"Bagus, anak perawan jam segini baru bangun" omel Azka saat sang adik sudah duduk di meja makan
Bintang menyengir "Sekali - kali bangun siang, mumpung hari libur" ia melirik ke piring yang di geser sang abang, berisi nasi goreng "Ayamnya mana?"
"Jadi adek nggak bersyukur banget lo, udah di bangunin, di bikinin sarapan juga, masih aja protes"
Mendengar itu Bintang tersenyum lebar "Makasih ya Abang ku tercinta, tersayang, terganteng, terbaik sedunia, gue makan apapun yang lo masak" ia berucap sambil memilih - milih sendok dan garpu
"Yaudah, kalo gitu besok gue masak beling"
"Lo pikir gue kuda lumping" Bintang menyuapkan sesendok nasi goreng ke kulutnya "Em... Enak banget"
"Iya dong Azka, oh ya tadi Bima telfon, mobil lo udah kelai di benerin, jadi bisa di ambil hari ini"
Bintang merespon dengan anggukan sambil terus melahap sarapannya membut sang abang tersenyum.
"Eh, gimana habis jemput mobil kita jalan - jalan" ucap Bintang dengan mukut yang masih penuh
"Telen dulu yang di dalam mulut, keselek baru tau rasa lo" omel Azka
"Gimana?" desak Bintang setelah meminum susu putih
"Boleh juga, bosen di rumah"
"Perginya agak siangan, biar sekalian makan di luar"
"Bilang aja lo males masak"
"Tau aja lo"
"Dasar pemalas" cibir Azka
"Biarin" balas Bintang acuh
*****
Mila menatap dirinya di cermin, mengenakan celana dasar hitam panjang, kemeja putih, rambut di ikat dengan rapi, make-up tipis, ia berniat untuk mencari kerja untuk menambah kebutuhan ekonomi keluarganya.
Kedatangan Mila membuat perhatian sang Ibu yang sedang menonton tv teralihkan, ia melihat amplop coklat di tangan sang anak "Kamu yakin mau kerja? Nanti kuliah kamu terbengkalai"
"Ibu tenang aja, Mila cari kerja yang bisa sepulang kuliah"
__ADS_1
Ningsih mengela nafas, anak semata wayangnya itu memang keras kepala "Yaudah, karna anak Ibu ini keras kepala, Ibu do'ain semoga kamu dapet kerja yang bagus, yang nyaman, yang halal dan nggak mengganggu kuliah kamu"
"Aammiiiinnn, makasih ya do'anya Ibu ku tercinta"
Cup....
"Kalo gitu, Mila pergi dulu Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam, hati - hati ya sayang"
Setelah mencium punggung tangan sang Ibu Mila keluar dari rumah, ia berdiri depan rumahnya untuk menghentikan angkot.
*****
Seusai menstandarkan motor dan melepas helmnyab, Azka berjalan masuk ke dalam sebuah bengkel milik sahabat sang adik, meski tak terlalu besar namun cukup ramai apalagi letaknya yang trategis.
"Bang" sapa Bima saat Azka menghampirinya
"Apa kabar Bim?" tanya Azka sekedar basa basi
"Sehat bang, lo sendiri"
"Gue juga sehat, bengkel lo maju juga, rame"
"Ya lumayan lah"
"Pandu mana?"
"Lagi pergi nganter mobil"
*****
"Kita kemana dulu nih?" tanya Azka begitu mereka masuk ke dalam mall
"Jalan aja dulu, keliling - keliling gitu, ntar kalo ada toko yang diskonan, nah baru singgah"
"Dasar emak - emak pemburu diskon"
"Sembarangan ngatain gue emak - emak" Bintang memukul keras lengan Azka membuatnya meringis "Sekarang itu lagi tanggal tua, jadi harus hemat"
Azka mengelus - ngelus lengannya yang bekas pukulan sang adik "Kasar banget lo jadi cewek" cibirnya "Kenapa lo nggak pergi sama Kevin?"
"Nggak papa"
"Kalian lagi berantem ya?"
"Nggak kok, baik - baik aja"
Setelah mengucapkan itu, Bintang memeluk Azka dari samping, membuat sang abang memgerutkan keningnya
"Gue kangen aja, jalan bareng abang gue yang ganteng ini"
Azka melengos "Peres lo"
"Orang serius juga" Bintang melepaskan pelukannya sambil cemberut
"Yaudah" Azka mengalungkan tangannya ke leher Bintang "Ayok jalan, kita kunjungin semua toko yang ada diskonannya" ucapnya kemudian tertawa saat Bintang juga tertawa
__ADS_1
Sesuai perkataan, Azka menemani Bintang masuk ke dalam toko yang di tunjuk olehnya, mulai dari toko baju, celana, aksesoris, hinggan sepatu, tapi untung saja adiknya itu bukan tipe yang suka beli - beli barang brendid. Dan sekarang ia rela mengantri di kedai es cream hanya untuk adik tercinta.
"Nih" Azka menyodorkan satu cup es cream rasa trawberry, favorit sang adik
"Makasih"
Bintang mulai memakan es creamnya begitu pun dengan Azka yang juga memakan es cream rasa favoritnya, yaitu vanila.
"Bang!?"
"Hm"
"Lo nggak ada niatan buat pacaran gitu?"
Azka terdiam sejenak sambil memakan es creamnya yang hampir habis "Ada sih"
"Trus?"
"Belom nemu aja"
Bintang merubah posisi duduknya menjadi menghadap Azka, ia menatap sang abang dengan serius.
"Kenapa lo?" tanya Azka
"Lo kasih tau gue, kriteria cewek idaman lo itu kayak apa? Ntar gue cariin, yang imut, yang lucu, yang manis, yang ramah, yang lembut, yang jutek, yang galak, yang..."
"Yang sederhna, pekerja keras, penurut dan nggak banyak macem - macem" potong Azka.
"Sederhana? Pekerja keras? Penurut? Dan nggak banyak macem - macem? Emang ada cewek kayak gitu?"
Azka melirik Bintang yang tampak sedang berfikir "Ada"
"Hah!? Seriusan? Siapa?" tanya Bintang penasaran
"Rahasia" jawab Azka sambil tersenyum
"Gitu lo sekarang main rahasia - rahasiaan sama gue"
"Ntar ada saatnya, gue kenalin ke elo, lagi pula belum terlalu dekat, baru ketemu dua kali"
"Oke, gue tunggu janaji lo, awas aja kalo nggak jadi"
"Iya bawel" Azka mengacak gemas rambut adiknya
*******
Kayaknya aku nggak jadi up 3 eps deh, 2 aja ya
Maklum sibuk, maaf ya, bukan maksud php
Jangan marah
Peace✌
Selamat membaca
Komen yang banyak guys
__ADS_1