Cewek Tomboy Pujaan Hati

Cewek Tomboy Pujaan Hati
30


__ADS_3

Setelah pulang dari markas Bagas mengajak Crystal ke taman. Ia berencana ingin mengutarakan perasaannya pada Crystal.


Sekarang Bagas dan Crystal duduk di kursi taman. Keduanya menatap kilauan danau yang di pancarkan oleh matahari.


Crystal : "Lo ngapain ngajak gue ke sini?" tanyanya memecahkan keheningan, karna sedari tadi Bagas hanya diam


Bagas : "Se....sebenarnya gu...gue" jawanbya terbata - bata, Bagas sangat gugup jantungnya sedang berdisco 'kok gue jadi gugup gini sih' batinnya


Crystal : "Gas lo nggak papa? Kok kayak gugup gitu sih, kenapa?"


Bagas mengubah posisinya menghadap Crystal kemudian menggenggam tangan dan menatap wanita yang di depannya dengan serius. Crystal yang di tatap ikutan gugup 'dia mau ngapain? Jangan - jangan dia mau nembak gue? Hah!!! Gue harus gimana nih?' batinya


Bagas menarik nafas dan menghembusnya perlahan.


Bagas : "Crys, gue tau gue nggak romantis, gue nggak jago ngerangkai kata - kata romantis seperti oppa - oppa korea lo itu, tapi gue akan ngejagain lo, ngebahagiain lo dengan cara gue sendiri, gue juga akan berusaha selalu ngelindungin lo semampu gue dan selalu ada buat lo, gue mau deket terus sama lo dan membuat kisah SMA ini lebih indah sama lo, gue sayang sama lo, gue cinta sama lo, lo mau kan jadi pacar gue?"


Setelah mengucapkan itu Bagas merasakan ada ribuan kupu - kupu yang terbang dari dalam perutnya. Perasaannya menjadi lega dan ia juga merasa tidak ada beban lagi karna ia telah mengeluarkan semua yang ada di hatinya.


Bagas tak perduli dengan jawaban dari Crystal yang penting ia sudah mengungkapkan perasaannya. Yaaa walaupun ia berharap Crystal akan menerimanya.


Crystal mematung, diam seribu bahasa. Ia tidak menyangka kalau Bagas akan seberani ini mengungkapkan perasaannya. Ia juga tidak menyangka kalau laki - laki di hadapannya itu benar - benar mencintainya.


Walau ia tau selama ini Bagas selalu menggoda dan mengganggunya tapi ia kira Bagas hanya bercanda. Sebanarnya Crystal sudah lama suka dengan Bagas hanya saja ia takut kalau Bagas tidak serius padanya.


Crystal menatap Bagas ia bisa melihat keseriusan dari mata Bagas.


Dengan perasaan yang tidak karuan Bagas menunggu jawaban dari wanita yang ia suka selama hampir dua tahun ini.


Crystal melihat Bagas kemudian tersenyum dan mengangguk


Crystal : "Iya gue mau jadi pacar lo, gue mau membuat kisah SMA ini lebih indah sama lo"


Bagas membulatkan mata ia tak percaya dengan kata - kata yang keluar dari bibir manis Crystal. Ia seperti sedang bermimpi, Bagas tersenyum bahagia


Bagas : "Se.....se.....serius Crys, lo...lo...nggak bercandakan?" tanyanya terbata - bata menyakinkan, Crystal mengangguk tersenyum malu "Gu....gue ng...nggak mimpi kan?"


Plaak...

__ADS_1


"Kok gue di tampar sih?" ucapnya sambil memegang pipinya


Crystal : "Itu artinya lo nggak mimpi" jawabnya


Lagi - lagi Bagas mengembangkan senyum bahagianya kemudian berdiri


Bagas : "WOOOOO.....AKHIRNYA GUE JADI PACAR CRYSTAL" teriaknya


Crystal tersipu malu, untung saja taman tidak begitu ramai, ia menarik tangan laki - laki yang beberapa menit lalu menjadi kekasihnya untuk kembali duduk.


Crystal : "Lo apaan sih, malu tau"


Bagas : "Gue terlalu seneng Crys" ucapnya cengengesan, Crystal tersenyum malu pipinya memerah "Berarti sekarang kita udah jadian?"


Crystal : "Iya Bagas sekarang kita udah jadian dan resmi pacaran" jelasnya tersenyum lebar


Bagas : "Makasih ya kamu udah nerima aku jadi pacar kamu"


Crystal : "Iya sama - sama, gue juga makasih sama lo"


Bagas : "Jangan 'lo - gue' tapi 'aku - kamu'" ucapnya, Crystal tertawa kecil


Bagas menarik tubuh wanita yang sudah sah menjadi kekasihnya itu ke dekapannya, memberitahu betapa bahagianya ia saat ini.


"Pulang yuk, udah sore" ajak Crystal diangguki Bagas.


Bagas menggandeng tangan Crystal menuju motornya, Crystal menundukkan kepalanya menyembunyikan rona merah di pipinya.


*****


Bangun tidur Bintang berjalan menuju balkon, ia berdiri di balkon itu menikmati tiap bulir yang jatuh membasahi membasahi bumi.


Untungnya hari ini hari libur untuk para murid, jadi ia menikmati kesukaannya yaitu bermain di bawah rintik hujan.


Bintang menentangkan tangannya dan memejamkan mata membiarkan bulir demi bulir menghampiri dan membasahi wajahnya. Ia tidak peduli jika nanti akan di omeli oleh sang Bunda karna bajunya yang basah.


Kegiatannya terhenti saat ada suara yang mengganggu telinganya, Bintang mendengus kesal.

__ADS_1


"Bintang!!!" teriaknya, Bintang berjalan menuju pintu masih dalam keaadan basah


Ceklek..


Azka terkejut melihat baju yang di pakai sang adik basah


Azka : "Lo abis ngapain, basah kuyup gitu" tanyanya


Bintang : "Biasa" jawabnya santai


Azka : "Di omelin Bunda tau rasa lo"


Bintang : "Kalo Bunda nggak tau, dia nggak akan ngomel, ngapain lo ke sini?"


Azka : "Bunda nyuruh sarapan"


Bintang : "Yaudah gue mandi dulu"


Azka : "Cepet lo, kalo lama gue kasih tau Bunda, kalo lo main ujan" ancamnya lalu pergi


Bintang tidak mengubris lansung menutup pintu berjalan menuju kamar mandi.


Selesai mandi ia duduk di meja riasnya mengeringkan rambutnya. Bintang melihat keluar ternyata ternyata hujan sudah mereda.


Bintang : "Pagi Ayah, Bunda" sapanya saat sampai di meja makan dan mencium pipi orang yang bearti dalam hidupnya


Ayah : "Pagi sayang"


Bunda : "Pagi, kok kamu lama bangunnya?"


Azka : "Main ujan Bun" lapornya, Bintang memberi tatapan tajam


Bunda : "Bintang sampai kapan sih kamu berenti main hujan hah? Nanti kalau kamu masuk angin trus sakit gimana? Jangan bikin Bunda khawatir dong sayang" omelnya


Bintang mendengus kesal karna Azka sudah mengadu, Azka tertawa pelan


Bintang : "Nggak bisa Bun, itukan udah jadi kesukaan Bintang, lagian Bintang udah kebal dengan ujan, jadi Bunda nggak usah khawatir ya" ujarnya

__ADS_1


Ayah : "Iya Bun lagian Bintang udah udah biasa jadi nggak bakal sakit, kan Bunda sendiri yang ngenalin ujan sama Bintang" tambahnya, Ajeng menghela nafas dan mengangguk pasrah.


__ADS_2