
Bintang berjalan cepat mendekati seorang gadis yang sedang membereskan buku - buku yang berserakan di lantai, mungkin gadis itu terjatuh karna kerepotan membawa begitu banyak buku, pikirnya.
"Makasih ya, udah di bantuin" ucap gadis itu
"Iya sama - sama" balas Bintang
"Bintang!!"
Bintang mendongak melihat wajah gadis yang di kenalinya, ternyata "Mila!! Lo kuliah di sini juga?"
"Iya, aku dapet beasiswa dari SMA aku"
"Berarti lo pinter dong"
"Nggak pinter - pinter amat kok, kamu berlebihan" balas Mila
"Oh ya, gimana kaki lo?"
"Udah baikan kok"
"Hm, sekali lagi gue minta maaf ya" ucap Bintang, sekarang mereka sudah berdiri
"Iya nggak papa, udahlah nggak usah di bahas lagi, udah lewat juga"
Bintang mengangguk "Lo ngapain bawa buku banyak kayak gini?"
"Tadi di suruh sama Dosen, anterin ini ke Perpus" jawab Mila
"Gue bantuin ya"
"Nggak usah Bi, aku bisa sendiri kok"
"Udah nggak usah sungkan, gue bantuin"
"Yaudah kalo kamu maksa"
Sampai di perpus Bintang juga membantu Mila menyusun buku - buku yang mereka bawa.
"Makasih ya Bi, udah bantuin aku" ucap Mila
"Sama - sama Mil" balas Bintang "Oh ya, yang kemarin itu lo mau kemana? Bawa - bawa map gitu?"
"Aku lagi cari kerja, buat bantu ibu sama nambah - nambah uang kuliah"
Bintang mengangguk sambil ber - oh tanpa suara, ia mengeluarkan dompet dari tas dan mengambil sesuatu di dalamnya "Mil!!" panggilnya dan saat gadis itu menoleh ia memberikan sebuah kartu nama
"Coba lo dateng ke sana, gue denger cafe itu lagi buka lowongan, tapi nggak tau di bidang apa" jelas Bintang
Mila tersenyum lebar dengan mata berbinar menatap secarik kertas di tangannya kemudian melihat Bintang "Makasih ya Bintang, kamu baik banget" ungkapnya
__ADS_1
"Makasih mulu dari tadi, bosen gue dengernya" ucap Bintang di buat kesal kemudian terkekeh "Anggap aja sebagai permintaan maaf"
Mila menanggapi dengan senyuman dan keduanya kembali sibuk menyusun buku.
*****
Mila menatap gedung yang ramai orang keluar masuk untuk mengisi perut, dengan setelan rapi, menggunakan rok span hitam, kemeja putih dan rambut di ikat rapi.
Ya hari ini ia akan melakukan interview, setelah dua hari yang lalu mengirim lamaran kerja ke cafe yang di rekomendasikan oleh teman barunya. Bintang, eits tunggu, apa mereka berteman? Ah anggap saja teman.
Mila duduk di kursi depan ruangan yang ia yakini itu adalah ruangan untuk melakukan interview.
"Mila Anggini Putri"
Mila mendongak "Saya mbak"
"Silahkan masuk"
Sebelum mengikuti wanita yang memanggilnya, Mila menghela nafas berkali - kali untuk menghilangkan rasa gugupnya.
"Alhamdulillah" desah Mila begitu keluar dari itu setelah 20 menit lamanya "Akhirnya dapet kerja juga, walaupun jadi cleaning service, yang penting halal, aku harus bilang makasih sama Bintang"
*****
Bintang berdecak kesal saat bel rumahnya berbunyi, pasalnya ia sedang asik menonton film kartun kesukaannya, dan dengan terpaksa ia mempause DVD lalu berjalan ke depan untuk membuka pintu.
Ting... Tong...
Ting... Tong...
"Iyaaa sabar kali" teriak Bintang
"Lama lo, ngapain aja sih? Pegel nih" omel Azka
Bintang ingin menjawab namun di urungkan karna menyadari sesuatu, akhirnya ia melontarkan pertanyaan "Mobil gue mana?"
"Gue jual" jawab Azka asal
Bintang kembali ingin melontarkan pertanyaan, namun langsung di hentikan oleh Dika "Stop!! Berantemnya ntar aja di dalam"
"Kita nggak sanggup kalo harus berdiri di sini, sampe kalian selesai" Riyan ikut menimpali
"Ehe... Sorry - sorry, gue nggak sadar kalo ada kalian" sesal Bintang "Ayok masuk"
"Gitu dong" sahut Aldy yang langsung merangkul Rey dan Azka melangkah masuk ke dalam rumah di susul Roy, Dika, dan Riyan
"Gue tanya sekali lagi, mobil gue mana?" tanya Bintang begitu mereka sudah duduk di ruang keluarga
"Dia nggak mau jalan, jadi gue tinggal" jawab Azka
__ADS_1
"Maksudnya mogok?" dan mendapati respon anggukan dari sang abang "Lagi?"
"Bosen kali sama lo, minta di beli baru"
Pletak
"Adek durhaka lo, jitak pala gue" kesal Azka sambil mengusap kepalanya
"Lo pikir beli mobil semurah beli kaset kartun?" omel Bintang
"Makanya kalo punya duit itu di tabung, bukannya malah beli kaset kartun" Azka balik omel
"Suka - suka gue dong, gue kan beli kaset nggak pakek duit lo"
"Mereka emang gitu ya?" tanya Roy sambil menyaksikan 2 beradik itu adu mulut
Dika dan Riyan mengangguk bersama
"Hampir tiap hari, tiap jam, tiap menit, tiap detik" jelas Riyan
"Dan tiap mereka bernafas" timpal Dika
"Tapi kalo di kampus, nggak kayak gini" ucap Roy
Dan lagi Dika dan Riyan mengangkat bahu bersamaan
"Nggak ngerti itu mah" jawab Riyan
'Lucu juga' batin Rey dengan senyum kecilnya tapi hanya sebentar "Stop!!" semua menoleh ke arah Rey termasuk Azka dan Bintang "Kita ke sini mau ngerjain tugas atau nontonin kalian debat" tanya Rey
Azka menyikut Bintang membuatnya tersadar "Lo sih ngajak debat, gue ke sini ajak mereka buat ngerjain tugas"
Bintang menatap sengit ke pemuda di sebelahnya "Siapa yang ngajak debat sih? Gue cuma nanya soal mobil, udah ah gue ke kamar aja"
"Woy!! Adek durhaka!!" teriak Azka saat mendapat jitakan dari sang adik yang sudah lari menaiki tangga sambil cekikikan
"Adek lo lucu juga" celetuk Aldy yang langsung mendapat tatapan yang berbeda dari ke - 5 sahabatnya "Biasa dong ngeliatnya, nggak usah segitunya"
"Dia udah punya pacar" peringat Dika
"Ya gue nungguin dia putus aja" balas Aldy santai
"Walaupun udah putus, gue nggak akan nyerahin dia ke playboy kayak lo" ucap Azka
"Eits, santai bro, bukan selera gue"
"Iya, karna selera lo itu, yang mukanya Cina lehernya Ambon" sahut Riyan
"Hahahaha!!..."
__ADS_1
"Sialan!!"