
Selesai makan Bintang mengajak kevi ke toko buku untuk memebeli novel Limited Edition yang berada di mall tersebut. Sampai di toko buku Bintang langsung mencari novel tersebut, Kevin hanya membututi di belakang karena ia tidak begitu suka baca.
Bintang : "Mbak maaf novel yang ini udah keluar belum ya?" ia bertanya pada penjaga toko buku tersebut karena sudah lelah mencari sambil menunjukkan cover dari novel yang tertera di layar Hpnya
Penjaga : "Maaf mbak kalo novel itu masih dalam pengiriman, tiga hari lagi baru sampai" jelasnya tersenyum ramah
Bintang : "Oh..tiga hari lagi, boleh ngak kalo saya pesan satu, tiga hari lagi saya kesini lagi"
Penjaga : "Maaf mbak kami tidak menerima pesanan"
Bintang : "Kalo gitu pisahin satuuuu aja mbak buat saya, saya janji tiga hari lagi saya ke sini"
Penjaga : "Maaf mbak tetap tidak bisa, itu sudah menjadi prosedur toko kami untuk tidak menerima pesanan"
Bintang menghela nafas dengan wajah sedihnya
Bintang : "Yaudah deh mbak makasih ya" tersenyum kecut
Bintang keluar dari toko tersebut dengan raut wajah sedih, karena novel yang ia cari tidak ada. Kevin yang melihata ekspresi Bintang jadi bingung bagaimana cara agar Bintang tidak merasa sedih lagi.
Kevin : "Bintang!!! gimana kalo kita cari di toko buku yang lain, siapa tau ada" hiburnya
Bintang : "Ck, sama aja kalo satu toko buku ngak ada semua toko buku juga ngak ada"
Kevin : "Kan kita belom nyari Bi, lo udah bilang ngak ada aja, jangan suuzon dulu"
Bintang : "Siapa yang suuzon, gue udah serinh kayak gini makanya gue bilanh kayak gitu, ketauan lo ngak pernah baca buku" tuduh nya sambil menunjuk Kevin
Kevin : "Siapa bilang gue ngak pernah baca buku, pernah kok" membela diri
Bintang : "Buku apa?" tanyanya penasaran
Kevin : "Buku pelajaran" jawabnya asal mendapat tinjuan di lengan membuatnya meringis kesakitan
Bintang : "Rese lo" ucapnya kesal
Kevin : "Sakit Bi, lo mukul keceng banget, tenaga lo kuat juga" memegang lengannya dan meringis kesakitan
Bintang : "Ya abisnya lo nyebelin" ketusnya
Kevin : "Lo kan tadi nanya gue pernah atau ngak baca buku? Ya gue jawab pernah, buku pelajan, salah gue di mana?" ucapnya masih mengusap - usap lengannya. Bintang mencibir
Bintang : "Terserah" ucapnya memperbesar langkahnya meninggalkan Kevin
Kevin : "Bi.....Bintang jangan ngambek dong!!!" teriaknya mengejar Bintang "Bintang udah dong jangan lari - lariannya gue capek" ucapnya ngos - ngosan saat Bintang berhenti
Bintang : "Cemen lo baru gitu aja udah ngos - ngosan"
__ADS_1
Kevin : "Kan gue belum pemanasan" alibinya
Bintang : "Alesan lo" ucapnya datar "Udah yuk pulang" ajaknya
Kevin : "Ya kok pulang sih, gue kan belom puas jalan - jalan sama lo, bentar lagi yaaaaa jangan pulang dulu" rengeknya seperti anak kecil yang tidak ingin pulang, Bintang bergidik geli
Bintang : "Geli gue liat li kayak gitu"
Kevin : "Bentar lagi aja ya pulangnya, gue masih mau main sama lo" bujuknya dengan wajah memelas
Bintang : "Ngak ada ini udah sore, ntar kalo Bunda marah gimana? Trus kalo gue ngak boleh pergi lagi gimana?" jawabnya asal
Kevin : "Cieee berarti lo mau dong pergi sama gue lagi?" godanya sambil menaik turun alisnya
Bintang merasakan pipinya yang memanas dan mulai memerah karena ucpannya sendiri. Ia bejalan duluan dengan langkah cepat menutupi pipinya yang memerah. Kevin terkekeh lalu menyusul.
Mereka berjalan menuju mobil dan pulang. Dalam perjalanan pulang mereka sibuk dengan urusan masing - masing, Kevin yang fokus pada jalanan dan Bintang melihat gedung - gedung dari jendela.
Mobil Kevin sudah terparkir di perkarangan rumah Bintang. Bintang menawarkan untuk masuk tapi Kevin menolak karena sudah sore, setelah Bintang mengucapkan terima kasih Kevin pamit dan pergi bersama mobilnya.
Setelah mobil Kevin menghilang dari pandangan. Bintang masuk ke dalam rumah mengucap salam dan mencium punggung tangan dan pipi orang tuanya seperti biasa yang ia lakukan.
Bintang berjalan menaiki tangga menuju kamarnya, ia merebah kan tubuhnya di kasur yang super nyaman dengan memakai sprei kartun kesukaannya yaitu cars berwarna merah (yang mobil bisa bicara itu). Ia sangat menyukai kartun kecuali barbie ia juga menyukai clup bola ya walau hanya menonton setidaknya ia mengerti.
Setiap dinding kamarnya dihiasi dengan kartun - kartun kesukaannya dengan warna yang berbeda. Seperti Toys Story yang berwarna coklat, Spongebob yang berwarna kuning, Boboiboy perpaduan warna merah, coklat dan biru seperti karakternya dan ada juga clup bola kesukaannya Manchester United yang berwarna merah dan Real Madrid berwarna biru dan putih. Kamarnya dominan dengan warna kesukaannya yaitu merah.
Kebayang kan dinding kamarnya kayak apa kalau kalian masuk pasti pusing. Tapi bagi Bintang itu yang membuatnya nyaman. Bintang juga mengoleksi beberapa action figures seperti Naruto, Marvel, Super Hero dan koleksi mengenai bola tapi hanya logo karena ia tidak banyak mengetahui tentang bola hanya suka menonton itu pun jika club kesukaannya bertanding.
Selain dinding perabotan seperti sofa, meja tv, lemar, rak buku, meja belajar, karpet dan tempat tidur juga berkarakter kartun dan berbeda warna. Kamar Bintang sangat berwarna warnet tapi tidak dengan hatinya yang layu dan mati. Tapi tak lama lagi hati Bintang akan berwarna-warni seperti kamarnya.
Makan malam dilaksanakan seperti biasa dengan ke berisika, kejahilan dan pertengkaran kecil antara Azka dan Bintang. Adam dan Ajeng hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan putra putrinya it. Ya itu sudah biasa. Selesai makan Bintang membantu Ajeng membersihkan meja makan dan mencuci.
Setelah selesai dengan pekerjaannya, Bintang dan Bundanya duduk di sofa ruang keluarga untuk bersantai dan bercengkrama pasti dengan pertengkaran antara dua beradik itu. Bintang dan Azka duduk bersila di karpet dengan posisi Bintang menyandarkan kepalanya pada bahu Azka.
Ayah dan Bundanya duduk di sofa agak berjauha, bukan karena bermusuhan melainkan mereka tidak ingin memamerkan kemesraan di hadapan anak-anak mereka. Katanya sama seperti mengajarkan anak-anaknya hal yang tidak baik.
Bintang : "Auuu...sakit" ia meringis sambil memegang kepalanya karna Azka yang jail menarik rambutnya. Bintang meninju lengan Azka dengan kuat hingga si empu meringis kesakitan
Azka : "Aaakkhh....sakit dek, biru nih" sambil mengusap - ngusap lengannya
Bintang : "Alah...lebay lo, baru gitu doang"
Bintang kembali menyenderkan kepalanya pada bahu Azka. Dan ya seperti biasa Azka kembali menjahili Bintang dengan memukul bantal sofa ke kepala Bintang bagian atas. Bintang yang kesal dan marah langsung memukul bantal sofa pada muka Azka, dan akhirnya mereka saling pukul - pukulan pake sofa bantal.
Bunda : "Aduh...udah dong!! kalian ini berantem terus" ucapnya frustasi melihat tingkah anaknya, sedangkan ayah hanya terkekeh
Bintang : "Bang Azka yang duluan Bun" mengadu dengan manja
__ADS_1
Azka : "Dih...sok manja lo"
Bunda : "Abang udah dong jangan jail terus, ngak bisa apa kalian rukun sebentar aja, Bunda pusing liat kalian bertengkar terus" ucapnya dengan lembut penuh sayang. Bintang menjulurkan lidah merasa menang karena di bela oleh sang Bunda
Azka : "Iya Bun maaf" ucapnya mengalah dengan wajah yang di buat sedih
Ayah : "Kalian ini kalo ngak ketemu kangen, kalo ketemu berantem trus" ikut mengomeli
Azka : "Kalo ngak berantem ngak seru Yah, ya ngak?" mencolek dagu Bintang
Bintang : "iiihhh...apasih colek - colek emangnya gue sabun colek" jawabnya kesal
Ayah : "Oh ya Bintang kamu tadi ke mana aja sama Kevin?" tanya Adam mengalihkan pembicaraan
Bintang : "Ke mall Yah" jawabnya singkat
Ayah : "Tumben kamu ke mall, biasanya juga ngak mau kalo ngak di paksa sama Tania dan Crystal"
Bintang : "Ngak ada tempat lain Yah selain mall" jawabnya asal
Azka : "Ngak ada tempat lain? atau karna di ajak Keviiiin???" godanya, Bintang mencibir
Ayah : "Menurut Ayah Kevin anaknya baik"
Bintang : "Kok Ayah ngomong kayak gitu? maksud Ayah apa?" mengerutkan keningnya
Ayah : "Ngak ada maksud apa - apa, Ayah hanya menilai, dulu waktu kamu kenalin Bagas, Ayah juga nilai dia kan? Jadi apa salahnya Ayah menilai Kevin?"
Bintang : "Ngak ada yang salah sih Yah, cuma aneh aja Ayah kan baru kenal sama Kevin, udah nilai kayak gitu"
Azka : "Emangnya kalo mau nilai orang harus ketemu terus gitu?"
Bintang : "Ya ngak juga sih, udah ah Bintang ke kamar dulu, mau ngerjain tugas, Bintang ke kamar dulu ya" pamitnya kemudian berdiri "Selamat malam Ayah, Bunda, bang Azka" menciumi pipi mereka satu - persatu dan berjalan menuju kamarnya.
Walaupun Azka sering menjailinya tapi ia tetap sayang dan tetap menciumi pipi sang kakak untuk menyapa atau berpamitan. Bintang melakukan itu hanya di dalam rumah.
Bunda : "Bunda sedih liat Bintang kayak gini, Bunda mau Bintang kayak dulu lagi" ucapnya sedih setelah Bintang masuk ke kamar. Adam mendekatkan duduknya langsung merangkul dan mengelus pundak Ajeng lembut sebagai memberi ketenangan
Ayah : "Bunda yang sabat ya, Ayah yakin suatu saat nanti Bintang kita akan kembali" ucapnya menenangkan.
Azka melihat Ajeng yang sedih ikut duduk di sofa samping Bundanya dan memeluk Ajeng dari samping
Azka : "Bunda jangan sedih dong, bener kata Ayah suatu saat Bintang akan kembali, Azka yakin sebentar lagi Bintang kita akan kembali, Azka juga janji akan mengembalikan Bintang" ucapnya meyakinkan sang Bunda
Ajeng mengangguk dan tersenyum, ia berterima kasih telah di berikan dua laki - laki tampan dan perkasa di dalam hidupnya.
Like dan komennya kakak😊
__ADS_1
Lambang hatinya juga ya
Terima kasih🙏