Cewek Tomboy Pujaan Hati

Cewek Tomboy Pujaan Hati
19


__ADS_3

Hari ini mata indah Bintang enggan membuka, walau cahaya matahari pagi sudah menghampiri dan menembus jendela kamarnya. Dikarenakan hari ini hari libur jadi Bintang bermalas-malasan, ia menggeliat mengucek matanya dan duduk di kasur sedang mengumpulkan nyawa.


Bintang beranjak menuju kamar mandi ia mengisi bathup dengan air hangat untuk merendam dirinya beberapa menit dan menenangkan pikiran. Setelah berendam ia memakai handuk mengeringkan tubuhnya dan menggunakan pakaian rumah. Ia keluar dari kamar mandi menuju meja rias nya untuk mengeringkan rambut.


Bintang berdiri dan berbalik tiba - tiba


"Aaaaaaaa!!!!" teriaknya


Azka : "Berisik pagi - pagi udah teriak" ucapnya sambil menutup kedua telinganya dengan jari telunjuk


Bintang : "Ya abisnya lo ngagetin" mendengus kesal sambil melipat kedua tangannya di dada "sejak kapan lo di situ?" tanyanya sambil berjalan dan duduk di sofa sebelah Azka


Azka : "Dari lo keluar kamar mandi, udah ngak penting, dek temenin gue ke mall yuk, gue bosen nih" rengeknya


Bintang : "Ogah males, lagian gue ngak suka ke mall"


Azka : "Gitu lo dek sama gue, giliran Kevin yang ngajak lo mau - mau aja, giliran gue ngak mau" ucapnya dengan wajah sedih yang dibuat - buat


Bintang : "Lah kenapa jadi bawa - bawa dia? Kenapa lo ngak pergi sama temen - temen lo aja?"


Azka : "Temen gue sibuk, mereka pergi sama pacarnya, ayolah dek temenin abang lo yang jomblo ini, ngak kasian lo sama gue kalo gue jalan sendirian di mall, please mau yaaa" memohon dengan wajah memelas


Bintang ingin tertawa mendengar perkataan Azka yang menyedihkan tapi ia tahan. Merasa iba pada abang tercinta akhirnya Bintang mengiyakan ajakan Azka. Azka tersenyum merasa senang iapun berdiri dan keluar dari kamar Bintang dengan berlari kegirangan.


Tidak lupa sebelum keluar ia mengecup pipi sang adik tercintanya sebagai tanda terima kasih. Bintang menggelengkan kepala melihat kelakuan sang abang.


Setelah keduanya bersiap mereka meminta izin kepada Ajeng dan Adam untuk pergi jalan - jalan. Mereka pergi menuju mall menggunakan mobil Azka yang berwarna hitam sangat cocok dengan Azka memberi kesan maco dan gagah.


Di dalam mobil sama seperti di rumah selalu ada pertengkaran kecil karena siapa lagi kalau bukan karena kejahilan Azka. Tapi bukan hanya pertengkaran sesekali candaan dan tertawa bersama.


Kringgg.......Kringgg....Kringgg


Telfon Bintang berbunyi menghentika aktivitas mereka. Bintang melihat hpnya tertera nama Kevin, ia menggeser tombol hijau.


Bintang : "Hallo"


Kevin : "Hallo Bintang, lo lagi dimana?"


Bintang : "Emm...gue lagi pergi sama bang Azka"


Kevin : "Oh..ya udah kalo gitu"


Bintang : "Emangnya ada apa?"


Kevin : "Ngak papa, tadinya gue mau ngajak lo pergi, tapi lo udah pergi duluan"


Bintang : "Sorry ya Vin, next time aja ya"


Kevin : "Iya ngak papa kok Bi, oke, lo hati - hati ya, bye"


Kevin : "Iya, makasih, bye"

__ADS_1


Telfon terputus


Azka : "Siapa? Kevin?" tanyanya Bintang mengangguk "Dia bilang apa?" tanyanya lagi


Bintang : "Katanya dia mau ngajak gue pergi, tapi ngak jadi keduluan sama lo" jawabnya santai Azka mengangguk "Emangnya kita mau ke mana sih?"


Azka : "Kan gue udah bilang kita mau ke mall"


Bintang : "Ck, kan gue udah bilang kalau gue ngak suka ke mall"


Azka tidak mengubris perkataan Bintang yang protes ia tetap fokus pada jalanan.


Mobil milik Azka terparkir di lobi salah satu mall terbesar di ibu kota. Mereka turun dan masuk ke dalam mall, Azka menggandeng tangan Bintang. Bintang tidak menolak dan mempermasalahkannya karna Azka adalah abangnya, abang tersayangnya.


Azka mengajak Bintang masuk ke dalam salah satu toko sepatu untuk melihat - lihat. Bintang tertarik dengan satu model sepatu yang belum ia punya, dan mencari zise nya lalu menuju kasir.


Bintang mengerutkan dahi saat melihat Azka yang sedang memilih - milih heels.


Bintang : "Lo mau beli buat gebetan lo bang?" tanyanya dan ikut melihat - lihat


Azka : "Jangan ngehina lo, gue ngak punya gebetan" jawabnya masih memilih


Bintang : "Lah trus buat siapa? Buat Bunda? Bunda mana suka pake heels, eh suka sih tapi bukan yang beginian modelnya, yang agak rendahan kalo setinggi ini sih ketinggian ntar bisa - bisa betis Bunda jadi bengkak" mengomel panjang lebar, ntah kenapa ia memgomel seperti itu tapi Azka sudah biasa dengan itu.


Azka : "Bawel lo, nyerocos mulu, bukan buat gebetan gue ataupun Bunda, tapi buat lo" jawabnya membuat Bintang terkejut matanya membulat


Bintang : "Haah!!! buat gue?, ngaco lo kalo ngomong, walaupun lo beliin gue ni sepatu bang ngak akan gue pakek" ujarnya penuh penekanan


Bintang : "Emangnya kalo cewek harus pakek heels gitu?"


Azka : "Iya, dan gue ngak mau punya adek setengah cewek kayak lo" sambil menoyor pelan kepala Bintang "Mbak ini ada ukuran ngak?" tanyanya pada pegawai di sana, pegawai itu mengangguk dan langsung mencari ukuran yang di inginkan


Bintang : "Ngak pokoknya gue ngak mau bodo amat, mbak maaf ya ngak usah di cari, ngak jadi permisi mbak" omelnya kemudian tersenyum pada pegawai itu lalu menarik tangan Azka untuk pergi dari tempat itu


Azka : "Lo ngapa sih Bi? Lepasin sakit tau, emangnya gue kambing di tarik - tarik" menghempas tangan Bintang hingga terlepas


Bintang : "Ck, lagian lo rese, gue ngak mau pakai tu sendal atau sejenisnya itu" ucapnya kesla


Azka : "Tapi Bi..." belom sempat meneruskan perkataannya Bintang sudah memotongnya


Bintang : "Ngak, ngak ada sampe kapan pun gue ngak akan mau, kalo elo masih maksa gue, gue ngak akan mau ngomong sama lo lagi" ancamnya kemudian berjalan duluan, Azka menghela nafas ia lupa kalau adiknya ini keras kepala


Kruyuk....kruyuk....kruyuk


Suara perut yang berasal dari dua insan yang sedarah


Bintang : "Bang cari makan yuk laper nih" rengekbya sambil memegang perut


Azka : "Sama gue juga laper"


Mereka sampai di cafe berada di dalam mall tersebut, dan mencari tempat duduk. Mereka duduk di pojok, Bintang mengedarkan pandangannya ia terpesona akan konsep dari cafe tersebut, yaitu konsep kartun.

__ADS_1


Setiap dinding di cat berbagai warna dan tercantum macam - macan kartun hampir semua kartun termasuk barbie. Salah satunya ada kartun kesukaannya Bintang.


Di setiap sudut terdapat rak kecil yang berisi berbagai Action Figure walaupun tidak asli tapi bisa menarik perhatian. Bintang takjub akan tempat makan ini yang sangat sama dengan seleranya dan kesukaannya yaitu kartun. Bahkan celemek yang di pakai pelayan pun berkarakter kartun. Bintang memutuskan cafe ini akan menjadi tempat favoritnya.


Azka : "Woi curut bengong aja lo" ucapnya menyadarkan Bintang yang melongo


Bintang : "Ya gue kan takjub sama ni tempat"


Azka : "Lo pesen apa?"


Bintang : "Samain aja sama lo, tapi minumnya jus alpukat"


Azka : "Ya udah yang ini dua, minumnya saya yang ini dan jus alpukat satu" ucapnyasambil menunjuk makanan yang ada di daftar menu


Pelayan : "Ada lagi mas?" tawarnya


Bintang : "Mmm...ada dissert?"


Pelayan : "Ada mbak, kita punya es criem, cake, dan yogurt" jelasnya


Bintang : "Oh yaudah mbak nanti aja saya pesannya"


Pelayan : "Baik tunggu sebentar, saya permisi dulu" tersenyum lalu pergi


Bintang : "Gila nih tempat bagus banget, kenapa ngak dari dulu lo ajak gue ke sini bang" ucapnya takjub masih melihat ke segala inci dari cafe


Azka : "Cafe ini baru buka satu bulan, sebenarnya gue udah mau ngajak lo dari kemarin - kemarin, tapi ngak sempat tugas gue numpuk, makanya baru sekarang terwujudnya" jelasnya


Bintang : "Lo emang tau selera gue bang"


Azka : "Azka" menyombongkan diri


Tak lama makanan yang mereka pesan datang dan langsung melahapnya. Setengah makan Bintang memesan es criem rasa strawberry rasa kesukaanya. Setelah makan dan merasa lelah berkeliling mall mereka memutuskan untuk pulang.


Pertengahan pulang Bintang melihat ada segerombolan laki - laki sedang berkelahi. Azka menghentikan laju mobilnya ia penasaran siapa yang bekelahi, mereka mengamati gerombolan itu.


Bintang membulatkan matanya saat tau siapa yang berkelahi, tanpa berkata apa pun pada Azka ia langsung keluar dari mobil dan berlari menuju TKP.


Baaagg...


Satu tendangan mendarat di pinggang salah satu pria yang amat sangat Bintang kenal hingga pria itu terjatuh.


Pria itu menoleh memastikan siapa yang telah berani menendangnya, ia tersenyum miring saat melihat siapa yang menendang nya. Bintang mengepalkan tangannya, nafasnya tak beraturan, rahangnya mengeras matanya memerah, amarahnya menggebu - gebu ingin sekali ia memakan pria yang ada di hadapannya sekarang.


Jangan lupa vote, like, dan komen ya


Kritik dan sarannya juga ya


Selamat membaca 😊


Terima kasih 🙏

__ADS_1


Maaf kalau typo


__ADS_2