
Kevin dan Bintang berjalan menuju ruang keluarga, di sana sudah ada Ajeng, Adam, Azka dan teman - temannya. Bintang duduk lesehan sebelah Azka dan mencomot cemilan yang ada di tangan sang abang. Kevin juga duduk lesehan di sebelah Bintang, teman - temannya juga duduk di karpet sedangkan Adam dan Ajeng duduk di sofa seperti biasa.
Ayah : "Nak Kevin bagaimana keadaan kamu?" tanya nya
Kevin : "Alhamdulillah sudah sehat Yah" jawabnya
Ayah : "Baguslah kalo begitu Ayah lega dengernya, pasti Bintang ngurus kamu dengan baik" ucapnya melirik sang putri
Bintang mendengus kesal, teman - temannya tertawa pelan sedangkan Azka tertawa keras, Kevin hanya terkekeh
Kevin : "Iya, Bintang sangat baik merawat Kevin sampai sembuh" godanya melirik Bintang, wajah Bintang memerah
Bintang : "Lebay lo" ucapnya berusaha datar.
Kevin terkekeh melihat Bintang salah tingkah
Kevin : "Ekhem...Ayah, Bunda dan bang Azka Kevin mau terima kasih atas kebaikan kalian selama Kevin di sini, dan...Kevin minta maaf karna udah ngerepotin kalian" ia menghela nafas dan mengubah posisi duduk menghadap Bintang "Emm...dan buat lo gue mau makasih karna lo udah mau ngerawat gue sampe sembuh, gue ngak tau apa jadinya kalo ngak ada lo sama bang Azka yang nolongin gue, sekali lagi makasih buat semuanya" ucapnya tulus
Bintang diam seribu bahasa mendengar perkataan Kevin
Bintang : "Sok puitis lo" memalingkan wajahnya Kevin terkekeh
Kevin : "Emm...Kevin juga mau pamit pulang ke rumah hari ini"
Bunda : "Ngak nunggu sampe bener - bener pulih dulu?"
Kevin : "Ngak usah Bunda, Kevin udah sehat kok, kalo di sini trus mama pasti khawatir" ucapnya kemudian berdiri, semuanya pun ikut berdiri
Bagas : "Kita juga mau pamit Bunda, udah sore"
Mereka menyalami Ajeng, Adam, Azka secara bergiliran
"Assalamualaiku" salamnya bersamaan
__ADS_1
"Waalaikumsalam" jawabnya bersamaan
Tanpa berkata Bintang langsung mengantarkan mereka ke depan rumah
Bintang : "Lo bisa bawa motor kan?"
Kevin : "Yang sakit itu muka bukan kaki" tersenyum manis "Yudah gue pulang ya, sekali lagi makasih" pamitnya
Bintang hanya mengangguk ia terpesona melihat senyuman pria itu. Jantungnya berdebar dua kali lebih cepat. Ketiga motor itu meninggalkan Bintang yang masih mematung di depan rumahnya. Ia memegang dadanya "gue kanapa? Kok jatung gue berdebar gini?" gumamnya pada diri sendiri.
Bintang kembali memasuki rumahnya dan kembali duduk di tempatnya. Dan seperti biasa Azka selalu menjahilinya tapi tak terlalu di tangganpi oleh Bintang.
Bintang pergi ke sekolah diantarkan oleh Azka menggunakan motor agar tidak terjebak macet. Ia memasuki sekolah dan berjalan di koridor menuju kelas, seperti biasa ia memasang wajah datar.
Selama berjalan tak banyak dan tak sedikit pria yang menggodanya, tapi ia tak memperdulikannya dan terus berjalan. Memasuki kelas lalu duduk di kursinya dan seperti biasa sahabatnya masih sama tidak ada keceriaan, tawaan, candaan, dan lainnya di pagi hari, hal itu membuat Bintang menjadi sedih. Ia merindukan itu semua, ia merindukan sahabatnya itu 'gue janji akan ngembaliin kehangatan kita kayak dulu lagi' batinnya
Tak lama ibu Jelita memasuki kelas dan memulai pelajaran.
Crystal : "Gue ke toilet dulu kebelet" ucapnya datar dan anggukan sebagai jawaban ia pun berlalu pergi semua melihat punggung yang semakin menjauh
Braaakkk...
Sontak saja semua terlonjak kaget
Tania : "Sumpah gue udah ngak tahan ngeliat Crystal kayak gini trus, gue mau dia kayak dulu lagi, udah hampir satu bulan" ucapnya frustasi
Bagas : "Ngagetin aja lo, untung gue ngak jantungan" sambil mengelus dadanya
Bayu : "Gue juga ngak tahan, mau sampe kapan dia kayak gitu, kita harus ngelakuin sesuatu" sarannya
Bintang diam memikirkan sesuatu
Kevin : "Gue punya sesuatu, kalian mau liat?" ujarnya semua melihat ke arahnya, ia mengotak - atik ponselnya "Nih" menyodorkan benda pipih itu, memperlihatkan foto seorang pria yang sedang merangkul wanita dengan mesra. Semua terkejut membulatkan matanya
__ADS_1
Bintang : "Lo dapet dari mana foto itu?"
Kevin : "Kemarin, waktu gue pulang dari rumah lo, gue mampir ke taman, trus ngeliat mereka gue foto, dan gue ngikutin mereka, gue sempet denger pembicaraan mereka, tapi waktu gue mau rekam hp gue mati" jelasnya
Bintang : "Mereka ngomongin apa??"
Kevin : "Ternyata Aril cuma mau manfaatin Crystal, dia cuma mau morotin doang buat biaya kuliah, beberapa bulan lagi dia wisuda, selesai wisuda dia mau ninggalin Crystal dan parahnya lagi dia mau ngabisin tubuh Crystal" jelasnya dengan suara pelan
Bagas mengepalkan tangan rahangnya mengeras mendengar penjelasan Kevin, semua mengeram menahan amarah
Braaakkk...
Bagas : "Ngak, ini ngak bisa di biarin, gue ngak rela dan ngak akan ngebiarin siapapun nyentuh Crystal sedikit pun, apa lagi sama cowok brengsek kayak dia" ucapnya mengeram emosinya memuncak
Kevin : "Lo sabar Gas, kita juga marah, kita juga ngak mau hal itu terjadi"
Bayu: "Kevin bener, kita selesain dengan kepala dingin jangan pakek emosi, kita harus cari cara buat ngebongkar kebusukan dia"
Bintang : "Dia suka cewek tomboy kan?" tanyanya tersenyum sinis
Semua mengerutkan keningnya
Bayu : "Maksud lo apa Bi?" tanyanya curiga
Bintang : "Kalian diem aja, ikutin laur gue tunggu hasilnya"
Vote, like dan komennya kak
Kritik dan sarannya juga ya, maaf kalo ceritanya membosankan aku baru belajar 🙏😊
Semoga suka😊
Terima kasih 🙏
__ADS_1