Cewek Tomboy Pujaan Hati

Cewek Tomboy Pujaan Hati
56. Danu Aksara?


__ADS_3

Bugh....


Azka yang sedang berjalan sambil memeriksa kertas laporan tentang BEM tak sengaja bertabrakan dengan seorang gadis cantik dengan dandanan yang sederhana, alhasil kertas yang di pegangnya berserakan.


Ia langsung berjongkok untuk mengumpulkan kertas - kertas yang berserakan, dan gadis itu pun juga membantunya.


"Maaf kak, a..aku ng..nggak sengaja" ucap gadis itu takut sambil menyerahkan kertas pada Azka


Azka menerima kertas tersebut sambil berkata "Iya nggak papa, lain kali hati - hati ya"


"I...iya kak, sekali lagi a..aku minta maaf"


"Lo mahasiswi baru ya?" tanya Azka


"Iya kak" jawab gadis itu sambil menunduk


"Fakultas apa?"


"Fakultas Ekonomi"


"Udah tau kelasnya?" gadis itu menggeleng "Ayok gue anter"


"Hah!!?"


Gadis itu mendongak dan mata teduhnya bertemu dengan mata tajam Azka. Sesaat Azka terdiam seperti terhipnotis dengan mata teduh itu, ia merasakan ada yang aneh pada dirinya, satu kata yang ada di pikirannya 'Beda' ya mata itu berbeda dari mata - mata gadis lain yang sering ia temui.


"Kak!?" gadis itu mengibas - ngibaskan tangannya di depan wajah Azka membuatnya tersadar


"Oh ya" Azka berdehem kecil "Ayok gue anter lo ke kelas"


"Nggak usah kak, makasih, aku bisa sendiri kok" tolak gadis itu


"Bentar lagi kelas di mulai, mau telat di hari pertama masuk?"


Gadis itu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil berfikir, lebih tepatnya takut karna ia tidak mudah akrab terhadap orang baru.


"Jangan kelamaan mikir, gue bukan orang jahat kok" ucap Azka seolah tau isi kepala gadis itu dan akhirnya mendapat anggukan


******


"Hai!!" sapa seorang pria dengan senyuman manis dan di balas dengan senyuman manis pula


"Hai!!"


"Duh pacar aku tambah cantik aja deh"


Bintang menggigit bibir bawahnya "Apaan sih, gombolan kamu receh"


"Tapi pipinya merah gitu" goda Kevin


"Aku laper" ucap Bintang mengalihkan pembicaraan


Kevin terkekeh kemudian menutkan jarinya dengan jari kekasih "Ayok kantin"


"Ke rooftop aja, tadi Bayu nyuruh aku ke sana"

__ADS_1


"Kita ke kantin dulu, selesai makan baru ke rooftop"


"Langsung ke rooftop aja, di sana ada makanan kok, ya...ya"


Kevin menghela nafas "Aku lemah kalo kamu kayak gini, yaudah ayok"


Bintang tersenyum lebar "Ayok"


*****


Mereka menapakkan kaki ke lantai rooftop, di sana sudah ada yang lainnya. Bintang duduk di samping Tania sambil mencomot cemilan di tangan Crystal, sedangkan Kevin mengambil minuman kaleng lalu duduk di kursi kayu dan meminumnya.


"Lama lo berdua" ujar Bagas


"Lo tau sendiri Dosen kelas gue itu kayak apa" balas Bintang "Oh ya, ada hal penting apa?"


"Ada yang mau ketemu" jawab Bayu


"Siapa?"


"Tuh di sebelah lo" ucap Crystal sambil menunjuk


Bintang menoleh, matanya membulat sempurna kemudian ia berdiri, menatap pria yang sedang berdiri tak jauh darinya.


"Danu?"


Pria itu tersenyum miring "Ingatan lo tajam juga" ucapnya, ya pria itu Danu "Hai Nan, apa kabar?"


Bintang melangkah mendekati Danu "Ini beneran lo? Danu Aksara?"


Bintang meneliti penampilan Danu dari atas sampai bawah, penampilan saat pertama kali mereka bertemu, saat mereka berteman, saat mereka dekat, saat mereka menghabiskan waktu di bangku SMP, Danu yang hangat, Danu yang selalu membela dan melindunginya saat di ganggu kakak kelas, itu salah satu alasan mengapa ia menyukai Danu dulu.


Ia sangat merindukan sahabat terbaiknya itu, sampai masalah itu datang, semua hancur, membuatnya kehilangan sepupu satu - satunya sekaligus kehilangan sahabat terbaiknya, kehilangan sosok Danu yang selalu ada untuknya, yang selalu melindunginya


Dan sekarang semua itu kembali, Danu nya kembali.


Bintang tak kuasa menahan air matanya, ia sangat merindukan sahabat terbaiknya itu "Gue kangen lo, Dan" ungkapnya


"Gue juga kangen lo, Nan" balas Danu


"Boleh gue peluk lo?"


Danu sedikit terkejut mendengar permintaan itu "Asal pawang lo nggak marah" melirik Kevin yang menatap mereka tanpa ekspresi


Astaga!!


Bintang hampir lupa kalau dirinya sudah punya kekasih, ia menoleh pada Kevin dan memberikan tatapan seolah meminta izin untuk memeluk pria di hadapannya saat ini.


Kevin menatap kekasihnya yang juga menatap dirinya, ia tau tatapan itu, sungguh ini berat saat membiarkan kekasih berpelukan dengan pria lain di hadapan kita sendiri.


Ia menoleh pada Bayu saat pria itu menepuk pundaknya dan mengangguk seolah menyuruhnya untuk memberi izin pada Bintang, ia juga menoleh pada ketiga sahabatnya yang ikut mengangguk.


Kevin menghela nafas kemudian kembali menoleh pada kekasih yang menunggu jawabannya, lalu ia mengangguk sambil tersenyum.


Bintang tersenyum lebar kemudian menoleh pada Danu dan langsung memeluk pria itu, meluapkan segala kerindauan yang di pendamnya selama kurang lebih 4 tahun.

__ADS_1


Danu memejamkan mata sambil mengusap rambut Bintang dengan lembut. Rasa sesal menghampirinya, ia menyesal pada masa lalunya yang telah membuat semuanya hancur.


Jika tau kejadiannya akan seperti ini, ia tidak akan melakukan taruhan itu, taruhan yang menjadi akar permasalahan semua ini. Akibat taruhan itu ia kehilangan sahabat - sahabatnya, ia kehilangan gadis kecil yang selalu meminta perlindungannya.


Danu membuka mata, melonggarkan pelukannya hingga terlepas "Jangan lama - lama, ntar gue di cakar sama pawang lo"


Bintang terkekeh sambil menghapus air matanya, menoleh pada kekasih yang menyaksikan dirinya berpelukan dengan Danu.


Ia menghampiri Kevin, menatapnya dengan lekat "Maaf"


Kevin tersenyum "Nggak papa, aku ngerti kok"


"Sakit ya?" tangan Bintang menyentuh dada bidang Kevin


"Sedikit"


Bintang memeluk Kevin "Maaf" cicitnya


"Iya sayang, nggak papa"


"Makasih"


Kevin mengecup pucuk kepala kekasihnya


"Hai Vin!!" sapa Danu "Sorry ya" ucapnya merasa tak enak


Pelukan Kevin dan Bintang terlepas "Nggak papa, tapi kali ini aja, besok - besok nggak gue ijinin"


Danu terkekeh lalu mengangguk "Gimana kabar lo?"


"Sangat bahagia" jawab Kevin "Lo sendiri?"


"Baik, dan sekarang sama bahagianya kayak lo" Danu menarik nafas dan menghembuskannya


"Gue mau ngucapin banyak - banyak makasih buat kalian, karna udah mau maafin semua kesalahan gue, kesalahan terbesar gue karna nyakitin kalian, dan makasih juga karna kalian mau nerima maaf dari gue" Danu menjeda ucapannya "Kita masih bisa jadi temen kan?"


"Nggak!!" sahut Bayu yang langsung mendapat tatapan heran, Danu langsung menunduk


"Maksud lo apa?" tanya Bintang


"Yank!!" tegur Tania


"Tapi sahabat" sambung Bayu membuat Danu kembali mendongak "Dari dulu, lo, gue, Nanda, dan Tania sahabat, sampai sekarang di tambah Kevin, Bagas dan Crystal... dan kita akan terus jadi sahabat sampai kapan pun, sampai kita nikah, sampai punya anak, punya cucu, dan sampai kita kembali ke Tuhan"


Danu tersenyum, tak tau lagi kata apa yang keluar dari bibirnya selain "Makasih"


"Nggak perlu" sahut Bagas "Sahabat nggak ada kata maaf dan makasih, kita lupain semuanya"


"Oke!! Udah selesai melow - melownya" celetuk Crystal sambil menghapus air matanya "Gue nggak mau ngeluarin air mata lagi"


"Setuju" timpal Tania "Ini bukan waktunya maaf - maafan karna ini bukan lebaran"


Bagas menghampiri Danu lalu merangkulnya "Sebelum lo pergi ke luar negri, gue kan pernah bilang, kalo lo pulang nanti, lo harus bawa gandengan, mana?"


"Bule di sana nggak ada yang cocok, gue lebih suka yang lokal" ucap Danu di sertai kekehan

__ADS_1


Bagas mengiring Danu untuk duduk, dan mereka berbincang - bincang dengan ceria.


__ADS_2