
Bintang melihat gedung hotel tempat acara keluarga Crystal. Ia mengerutkan keningnya melihat gedung tersebut tampak sepi.
"Bapak yakin ini tempatnya?" tanya Bintang
"Yakin non, non Crystal sama keluarganya sudah ada di dalam" jawab pak Adi
"Tapi kok parkirannya sepi ya pak"
"Mungkin masih pada di jalan, kan acaranya jam 8"
Bintang melihat jam yang melingkar manis di pergelangannya masih jam 19:50 "Makasih ya pak udah di anterin"
"Sama-sama non, itu sudah menjadi tugas saya" balas pak Adi
Bintang tersenyum kemudian turun dari mobil, pak Adi pun kembali melajukan mobilnya. Setelah mengamati sekitar Bintang melangkah masuk ke dalam hotel lalu menghampiri meja resepsionis.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya resepsionis bernametag Mita dengan ramah
"Saya ke sini mau menghadiri pesta teman saya, namanya Crystal, ruangannya yang mana ya?" tanya Bintang
"Oh nona Crystal, sebentar ya" ucap Mita di angguki Bintang "Alan!!"
Pria yang bernama Alan mendekat "Iya mbak"
"Tolong antarkan nona ini ke tempat pestanya nona Crystal" perintah Mita
"Baik mbak" balas Alan "Mari nona saya antarkan"
Bintang tersenyum pada Mita kemudian mengikuti Alan.
"Ini ruangannya nona" ucap Alan begitu mereka sampai di depan sebuah ruangan dengan pintu tertutup di lantai 24
Bintang melihat sekeliling, lagi-lagi hanya ada kata sepi dan dari dalam ruangan pun tidak terdengar suara musik atau pertanda adanya pesta.
"Masnya yakin ini ruangannya?" tanya Bintang
"Yakin nona, ini ruangannya" jawab Alan
"Tapi kok sepi banget ya mas"
"Nona masuk saja, di dalam pasti ramai, kalau begitu saya permisi dulu" pamit Alan
"Iya mas, makasih ya" balas Bintang, Alan mengangguk kemudian pergi
Bintang mulai melangkahkan kakinya memasuki ruangan tersebut, rasa takut, heran, dan semacamnya berkecamuk di fikirannya.
Tiba-tiba cahaya lampu membuat matanya silau, dengan telapak tangan Bintang menutupi wajahnya.
Perlahan ia menurunkan tangannya dan melihat seorang pria yang sangat di rindukannya duduk di kursi tunggal dengan gitar di pangkuannya, di bawah sorot lampu yang tak jauh darinya berdiri.
*I found a love....
For me....
Darling just dive right in....
And follow my lead....
Wel i found a girl....
__ADS_1
Beautiful and sweet....
I never knew you were the someone waiting for me....
Cause we were just kids when we fell in love
Not knowing what it was
I will not give you up
This time....
But darling just kiss me slow
Your heart is all i own
And in your eyes you're holding mine
Baby i'm....
Dancing in the dark
With you between my arms
Barefoot on the grass
Listening to our favorit song
When you said you looked a mess
I whispered underneath my breath
Setelah menyanyikan setengah dari lagu Ed Sheeran yang berjudul Perfect.
Kevin meletakkan gitarnya kemudian bangkit dari duduknya, lalu mengambil sebucket bunga mawar merah yang ada di atas meja. Ia berjalan mendekati sang pujaan hati yang mematung di tempatnya.
"Bintang, happy anniversary 2 yeara sayang" ucap Kevin sambil tersenyum lebar
Bintang tidak sanggup lagi menahan air mata bahagia yang menggenang di pelupuk matanya, ia langsung memeluk pria yang berstatus kekasihnya dengat erat dan di balas dengan erat pula.
Kevin memejamkan mata sambil mengelus punggung gadisnya dengan lembut memberikan kehangatan yang tidak di berikan selama 2 hari ini.
Begitu pun dengan Bintang, ia memeluk prianya dengan erat, meluapkan rasa rindu yang tertahan.
"Kamu jahat, gara-gara kamu aku bolos pelajaran selama 2 hari, gara-gara kamu aku di omelin sama bang Azka karna bolos, karna kamu hati aku nggak tenang, karna kamu pikiran aku nggak karuan, kacau, kamu jahat, pokoknya kamu jahat" Bintang mengeluarkan semua uneg-uneg di dalam hatinya
Kevin terkekeh mendengar ucapan yang keluar dari mulut kekasihnya, ia mempererat pelukannya "Iya aku jahat, maaf ya"
"Nggak mau, kamu harus bayar semuanya" balas Bintang
Kevin melepas pelukannya dan menangkup pipi Bintang, dengan ibu jarinya menghapus air yang mengalir di sana "Aku akan bayar semuanya, malam ini aku akan bikin kamu bahagia"
Masih dengan sisa-sisa segukan Bintang mengikuti Kevin yang membawanya ke arah balkon. Di sana sudah ada meja bundar dengan taplak berwarna putih, lilin di tengahnya, makanan dan minuman yang berhadapan, serta 2 kursi dengan pita di bagian belakangnya.
Cahaya lampu malam kota metropolitan dan kerlap kerlip bintang serta cahaya bulan yang terang di langit membuat suasana semakin indah dan romantis.
Kevin menarik kursi dan mempersilahkan sang kekasih untuk duduk di ikuti dengannya yang duduk di sebrangnya, mereka makan malam dengan romantis.
Selesai makan Kevin mengajak Bintang untuk berdansa dengan iringan lagu Perfect~Ed Sheeran. Selama berdansa mereka bertatapan satu sama lain dengan tatapan penuh cinta.
__ADS_1
Senyuman manis tidak pernah luntur dari wajah cantik Bintang begitu juga dengan Kevin yang selalu mengembangkan senyumannya.
Jika ada alat untuk mengukut kadar kebahagiaan, mungkin alat tersebut akan rusak karna tidak sanggup menghitung kadar kebahagiaan yang mereka rasakan saat ini.
*****
22:45
Kevin menghentikan laju mobilnya di depan rumah sang kekasih, ia keluar dari mobil dan berjalan memutar ke bagian penumpang lalu membukanya.
"Silahkan tuan putri"
Bintang tersenyum lalu keluar dari mobil "Terima kasih pangeran" balasnya
Kevin menutup pintu mobil kemudian berjalan ke depan pintu rumah bersama Bintang.
"Makasih ya untuk malam ini, aku bahagia banget" ungkap Bintang sambil tersenyum manis
"Aku akan selalu bikin kamu bahagia kedepannya, dan air mata yang keluar dari mata kamu adalah air mata kebahagiaan bukan kesedihan" ucap Kevin dengan menggenggam tangan Bintang lalu mengecupnya dengan lembut
Bintang mengangguk "Kamu langsung pulang atau mampir dulu?"
"Langsung pulang aja, udah malem juga, besok aku jemput kamu ya"
"Iya, yaudah kamu hati-hati pulangnya, kalo udah sampe kabarin aku"
"Iya sayang" Kevin mencubit pipi Bintang dengan gemas "Aku pulang dulu, Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" balas Bintang
Kevin masuk ke dalam mobil, setelah melambaikan tangan dan di balas lambaian tangan juga, ia melajukan mobilnya meninggalkan rumah sang kekasih.
Setelah mobil Kevin tidak terlihat Bintang masuk ke dalam rumah dengan perasaan yang amat sangat bahagia. Ia menoleh ke arah sofa, terlihat sang abang sedang menonton tv.
"Abang!!" seru Bintang langsung duduk dan memeluk Azka dari samping "Kok belom tidur?"
"Adek kesayangannya belom pulang, gimana bisa tidur?" jawab Azka sambil mengelus rambut Bintang dengan lembut
Bintang tersenyum "Gue sayang lo Bang" ungkapnya
Azka menatap sang adik dan tersenyum "Gue juga sayang lo Dek" balasnya "Gimana? Kevin udah bayar semuanya?"
Bintang mengerutkan dahinya "Jadi lo tau?"
"Iya tau"
"Kok lo nggak kasih tau gue?"
"Kalo gue kasih tau lo, kasian Kevin dong"
"Iya juga sih" Bintang mengangguk "Sejak kapan lo tau?"
"Dari lo cerita malem itu, trus besoknya gue nemuin Kevin, gue nanya sama dia dan gue sempet mau nonjok dia, tapi setelah dia jelasin mau bikin suprise buat lo, yaudah gue ikut aja" jelas Azka
"Pantesan respon lo beda, nggak kayak biasanya" ucap Bintang
"Udahlah, udah di bayar juga kan?"
Bintang tersenyum "Iya sih"
__ADS_1
"Ayok tidur, udah malem, besok kuliah pagi kan?" ucap Azka di angguki Bintang