Cewek Tomboy Pujaan Hati

Cewek Tomboy Pujaan Hati
39


__ADS_3

Happy Reading 😊😊


******


Sampai di rumah Bintang menyalami kedua orang tuanya dan abang tercinta, kemudian ikut duduk di karpet, seperti biasa bersandar di bahu Azka.


Azka : "Dari mana lo?"


Bintang : "Biasa, main sama anak - anak" jawabnya bohong mana mungkin ia mengatakan kalau bertemu dengan Danu bisa - bisa Azka mengamuk.


Secara Azka sangat membenci Danu, orang yang sudah membunuh adik sepupunya.


Ntah apa yang merasuki Bintang dan Azka sehingga tidak menimbulkan keributan atau pertengkaran kecil seperti biasa.


Bintang senyum - senyum sendiri mengingat kejadian yang ia alami malam ini di taman. Sedangkan Azka ntah apa yang di pikirnya sehingga tidak menjaili Bintang.


Tanpa di sadari Bintang tertidur di bahu Azka. Azka mengendong tubuh mungil sang adik ala bridal style ke kamarnya.


Ia membaringkan tubuh Bintang secara perlahan agar si empu tidak terganggu. Azka menarik selimut hingga leher, kemudian ia duduk di tepi kasur mengelus pucuk kepala Bintang.


"Gue yakin Dek, suatu saat lo akan bahagia, suatu saat lo bakal dapetin orang yang bener - bener cinta, yang sayang dan akan selalu ngebahagiain lo, lo akan dapet orang yang selalu ngejagain lo dan ngelindungin lo selamanya" ucapnya kemudian mencium kening Bintang dengan lembut.


Azka beranjak dari duduknya dan berjalan meninggalkan Bintang bersama dunia mimpinya.


Setelah pintu tertutup, Bintang membuka mata. Sebenarnya ia sudah bangun saat Azka menggendongnya. Bintang mendengar semua ucapan Azka, ia duduk dan bersandar di kepala ranjang.


"Gue janji sama lo Bang, gue akan selalu bahagia, dan sekarang gue udah nemuin kebahagiaan gue, gue udah nemuin orang yang bikin gue bahagia, dan suatu saat gue juga mau lo bahagia dengan cara lo sendiri" ucapnya menatap pintu berwarna biru itu.


Kring...... Kring..... Kring.....


Suara telfon membuyarkan lamunannya, ia meraih benda pipih tersebut, melihat pada layar handpone tertera nama Kevin. Bintang menepuk jidatnya.


Bintang : "Astaga..... Gue lupa, mampus kena amuk Kevin" gumamnya lalu menggeser tombol warna hijau "Ha.... Hallo Vin" ucapnya ragu


Kevin : "Hallo Bintang, akhirnya lo angkat juga telfon gue, ya ampun Bintang lo kemana aja sih, dari tadi gue telfonin nggak di angkat - angkat, gue kira lo kenapa - kanapa tau nggak? Lo di mana sekarang? Lo di rumah kan? Lo baik - baik aja kan? Bintang kok lo diem aja sih, jawab gue dong, jangan bikin gue khawatir" omelnya panjang lebar, Bintang menjauhkan ponsel dari telinganya selama Kevin mengomel


Bintang : "Nih orang kenapa jadi bawel banget sih?" gumamnya dan kembali mendekatkan ponsel ke telinganya


Kevin : "Hallo Bi.... Bintang lo masih di situ kan? Lo denger gue kan? Jawab dong Bi"


Bintang : "Gimana gue mau jawab, sedangkan lo nyerocos mulu kayak mak - mak komplek" jawabnya mendengus kesal


Kevin : "Ya.... Sorry gue kan khawatir sama lo, gue takut lo kenapa - kenapa, lagian lo kenapa nggak nelfon gue? Kan tadi gue udah bilang, kalo lo udah sampe langsung hubungin gue" kembali mengomel


Bintang : "Udah ngomelnya.... Iya maaf gue lupa, soalnya tadi gue ketiduran jadi nggak sempet ngabarin lo" jelasnya


Kevin : "Ya udah gue maafin, lain kali jangan di ulangin lagi ya, jangan bikin gue khawatir"


Bintang : "Iya nggak lagi, makasih ya udah khawatirin gue" ucapnya tersenyum, pipinya mulai memanas dan memerah untung saja Kevin tidak lihat


Kevin : "Kok makasih sih, lo kan pacar gue, udah seharusnya gue khawatir sama lo, udah tidur gih besok kan sekolah, ntar lo telat lagi"


Bintang : "Tadi lo bangunin gue, sekarang nyuruh gue tidur, mau lo apasih?" kesalnya


Kevin : "Gue kan cuma mau tau kabar lo doang Bi"


Bintang : "Terserah" ketusnya


Kevin : "Yaa jangan marah dong, baru juga jadian, masa lo udah marah sama gue, maaf ya"


Bintang : "Gue nggak marah cuma kesel aja, udah ya gue tidur dulu, capek"

__ADS_1


Kevin : "Maaf ya sayang" pipi Bintang kembali memanas


Bintang : "Hmm"


Kevin : "Yaudah selamat tidur, semoga mimpi indah, dan mimpi gue"


Bintang : "Ngapain mimpiin lo?"


Kevin : "Kan gue pacar lo, masa mimpiin cowok lain"


Bintang : "Emang kenapa kalo mimpiin cowok lain?" godanya


Kevin : "Ya nggak boleh, gue kan cemburu"


Bintang terkekeh


Bintang : "Yaudah iya, semerdeka lo aja, udah ya Assalamualaikum"


Kevin : "Waalaikumsalam, met sleep" jawabnya


Telfon terputus


Bintang meletakkan kembali handponenya, ia senyum - senyum sendiri "Gini kali ya rasanya punya pacar?" gumamnya terkekeh "Gue nggak nyangka, ternyata Kevin bisa lukuhin hati gue, semoga dia bener - bener serius sama gue, dan nggak nyakitin gue" ucapnya lagi kemudian kembali ke dunia mimpi.


******


Pagi ini sang surya bersinar dengan sangat cerah, seakan ikut merasakan kebahagiaan yang di rasakan Bintang pagi hari ini.


Sinarnya menyapa setiap jengkal ruangan di kamar, tempat seorang gadis yang sudah siap dengan seragam kebanggan siswa SMA, Putih Abu - Abu.


Bintang terkejut saat membuka pintu, karna Azka sudah berdiri di sana dengan pose tangan yang mengepal di atas seperti ingin mengetuk pintu.


Bintang : "Ngapain lo di situ?"


Bintang : "Rese lo, harusnya lo bersyukur gue bangun pagi, jadi lo nggak perlu teriak - teriak" omelnya, Azka memutar bola matanya


Azka : "Ada Kevin tuh di bawa" ucapnya datar


Bintang : "Hah? Kevin? Ngapain?" Azka mengangkat kedua bahunya


Azka : "Jemput lo kali" Bintang mengangguk,


kemudian ia menutup pintu kamarnya dan berjalan beriringan dengan Azka menuruni tangga menuju meja makan.


Bintang : "Pagi Ayah, pagi Bunda" sapanya seperti biasa menciumi pipi pasangan insan yang sudah nerumur, kemudian duduk di samping Azka "Pagi Vin" sapanya tersenyum manis


Kevin : "Pagi juga Bintang" jawabnya sambil tersenyum manis menampakkan deretan gigi putihnya


Azka : "Tumben lo nyapa Kevin sambil senyum kayak gitu" tanyanya curiga


Bintang : "Jangan mulai deh lo"


Mereka mulai sarapan seperti biasa selalu diiringi dengan kejailan Azka,


Bintang : "Ayaamm gueeeee" teriaknya karna Azka mengambil ayam goreng miliknya "Balikin nggak, ayam gue" mencoba mengambil kembali ayamnya


Azka mengangkat tangannya tinggi - tinggi agar Bintang tidak bisa menjangkaunya.


Azka : "Bagi dong ayamnya, jangan makan sendiri"


Bintang : "Nggak mau, balikin"

__ADS_1


Azka : "Pelit banget lo, dikit doang"


Bintang : "Ayaaahhh...." rengeknya


Ayah : "Abang balikin ayamnya" mau tak mau Azka mengembalikan ayamnya, Bintang menjulurkan lidahnya merasa menang "Bintang nggak boleh pelit sama Abang, ayo bagi ayamnya"


Bintang : "Tapi Yah...."


Ayah : "Bagi ayamnya"


Bintang menghela nafas, mau tak mau ia membagi ayam kesukaannya pada sang Abang.


Azka : "Botak lo lama - lama kebanyakan makan ayam" ucapnya melanjutkan makannya


Bintang : "Apa hubungannya botak sama ayam?"


Azka : "Lo liat noh kartun Udin dan Idin, kepalanya jadi botak gara - gara kebanyakan makan ayam" Bintang mendengus


Bintang : "Mereka emang botak dari lahir, bego di pelihara"


Bunda : "Kalian ini udah dong, nggak malu sama nak Kevin?" ucapnya frustasi


"Iya Bun maaf" ucap Azka dan Bintang bersamaan


Bintang melihat ke arah Kevin yang tersenyum ke arahnya, kemudian melanjutkan makan.


Ayah : "Oh ya Bintang, kamu berangkat bareng Kevin kan?" Bintang mengangguk "Jadi Ayah pekek mobil kamu ya"


Bintang : "Lah emang mobil Ayah kenapa?"


Ayah : "Mobil Ayah masuk rumah sakit (bengkel), jadi harus rawat inap selama tiga hari" jelasnya


Bintang : "Yaudah iya nggak papa"


Ayah : "Kevin, kamu nggak papa kan jemput dan anter Bintang tiga hari ke depan?"


Kevin : "Nggak papa kok Yah, tiap hari juga Kevin mau" tersenyum ke arah Bintang yang juga tersenyum simpul


Ayah : "Makasih ya Kevin" Kevin mengangguk "Ayo lanjut makannya"


*******


Sudah dua minggu Bintang dan Kevin menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih. Semua sahabat dan orang tua bahkan Azka sudah tau tentang hubungan mereka.


Sejauh ini hubungan mereka baik - baik saja bahkan sekarang Bayu dan Tania juga sudah berpacaran.


Sekarang Bintang menduduki sofa tua di rooftop, tempat favoritnya untuk menenangkan diri.


Jujur semenjak berpacaran dengan Kevin hatinya selalu gelisah, ia selalu memikirkan hal - hal buruk akan terjadi pada Kevin dan penyebabnya sudah pasti karna Danu.


Sebenarnya bukan pada Kevin saja, tapi pada semua orang di sekitarnya. Bintang masih bergelut dengan fikirannya, tanpa di sadari sekarang sahabat dan kekasihnya sudah ada di sana.


Braaakk.....


Bagas : "Woy...bengong aja lo, mikirin apasih?" teriaknya sambil memukul meja di depannya. Bintang terlonjak kanget dan langsung menatap tajam pada Bagas


Crystal : "Tau nih, kesambet baru tau rasa lo" timpalnya duduk di samping Bagas


Bayu : "Lo mikirin apaansih Nan? Kayaknya serius banget, lo punya masalah? cerita sama kita"


Bintang tidak menjawab dan masih terdiam. Bayu bisa merasakan kegelisahan di hati sahabat kecilnya itu

__ADS_1


"Danu?"


__ADS_2