Cewek Tomboy Pujaan Hati

Cewek Tomboy Pujaan Hati
81.Perjodohan


__ADS_3

"Assalamualaikum" Kevin sesaat terdiam di ambang pintu dan mengerjep saat sang mama menarik nya untuk mendekat ke ruang tamu yang di duduki beberapa orang asing bagi nya


"Kenalin ini Kevin anak saya" ucap Lina pada tamu nya seraya tersenyum "Kevin kenalin ini rekan bisnis mama, pak Bara Saputra dan ini istri nya Susi"


Kevin menyalami kedua tamu Lina serta menyebutkan nama nya sekedar basa basi


"Dan yang ini anak nya, Amelia Putri" Kevin dan putri dari Bara itu saling berjabat tangan di iringi senyuman "Ayo kita duduk"


Kevin hanya diam dan menuruti permintaan sang mama


"Amel ini kuliah di kampus kamu juga loh"


"Iya Kevin tau, pernah liat"


"Jadi kalian sudah saling kenal" ucap Bara, pria ber jas rapi berwarna hitam


"Pernah ketemu bukan berarti kenal Pa" balas Amel dengan menyilangkan kedua tangan nya


"Tapi sekarang udah kenal kan" Bara menghela nafas lalu sedikit memperbaiki letak dasi nya "Jadi kapan pertunangan nya?"


"Apa? pertunangan?"


Pria paruh baya yang sedikit berjambang itu mengerutkan dahi nya "Kamu belum kasih tau anakmu?"


Kevin menoleh pada Lina yang tampak gugup "Pertunangan apa Ma? siapa yang mau bertunangan?"


"Kevin" Lina mengelus punggung putra nya dengan lembut "Jadi mama dan pak Bara sepakat mau menikahkan kamu dengan Amel, tapi sementara kalian tunangan dulu"


Pemuda yang masih menyandang tas di punggung nya itu termenung berusaha mencerna apa yang terjadi saat ini, ia memejamkan mata berharap semua ini hanya mimpi dan kabar yang baru saja di dengar tidak benar, namun harapan nya sirna, semua nya nyata "Kevin nggak mau"

__ADS_1


Gadis bernama Amel yang duduk manis di sebelah ibu nya menyungging senyuman, bagus, batin nya


"Maksud nya?"


Kevin berdiri menatap pria paruh baya yang mungkin usia nya sama dengan sang papa "Maaf om sebelum nya jika saya terkesan tidak sopan, tapi saya tidak mau menikah dengan Amel anak om, permisi" setelah mengatakan itu ia pergi


Lina menatap punggung putra nya yang menaiki anak tangga dengan hentakan kaki yang cukup keras


"Apa-apaan ini? saya merasa terhina"


"Mo-mohon maaf pak, maaf kan saya, mungkin Kevin kaget mendengar kabar ini, tapi saya janji akan bicara dengan anak saya dan akan saya pastikan dia mau menikah dengan Amel"


"Pa, kita kasih aja dia waktu" ucap Amel yang di setujui oleh Susi sambil mengusap lengan suami nya


Bara sedikit melunak "Baik, saya kasih kamu waktu untuk bicarakan hal ini dengan putra kamu itu" ucap nya dan setelah nya mereka pergi dari kediaman Lina


*****


Ia melirik sekilas pada Lina yang memasuki kamar dan duduk di sebelah nya, tak ada kata yang keluar dari mulut wanita yang sudah melahirkan nya ke dunia ini.


"Perusahaan Mama merosot drastis" Lina memulai bercerita setelah cukup lama terdiam "Butuh investor besar untuk bantu kembali stabil, Mama udah kemana-mana cari investor nggak ada yang mau, dan cuma pak Bara yang mau bantu, tapi dengan syarat kamu nikah sama putri nya, Amel"


"Jadi Mama tega jual Kevin"


"Mama juga nggak mau, tapi Mama nggak punya pilihan lain"


Kevin menghela nafas, melihat mata sang mama yang mulai berkaca-kaca ia menjadi luluh "Kenapa nggak cari investor lain aja, yang nggak ada syarat apa-apa?"


"Nggak ada yang mau bantu perusahaan yang hampir bangkrut" Lina mengelus bahu putra nya "Mama berharap banyak sama kami, maafin Mama"

__ADS_1


*****


Kevin duduk di balkon kamar nya sambil memangku gitar kesayangan nya dengan menikmati angin malam di sertai pemandangan langit malam yang indah di taburi banyak nya bintang.


Melihat benda segi lima itu berkelap-kelip ia jadi teringat kekasih nya, sedang memikirkan apa yang akan terjadi selanjut nya? apa yang harus ia lakukan? apa yang harus ia lakukan pada gadis pemilik hati nya itu?


Lamunan nya buyar akibat dering ponsel, masa depanku yang tertera di layar itu, Kevin menghela nafas, sejak pulang ia tak menelfon atau pesan untuk sekedar memberi kabar, mungkin gadis itu mengkhawatirkan nya


"Assalamualaikum"


Kevin menatap wajah cantik yang muncul di layar panjang itu, sekuat tenaga ia berusaha bersikap biasa saja seperti biasa "Waalaikumsalam cantik" wajah itu semakin cantik jika tersenyum


"Kamu kemana aja, kok ngabarin aku dari siang, kamu nggak papa kan?"


"Aku nggak papa kok, maaf ya, tadi Karin agak rewel, biasa lah anak remaja, dia minta di temenin beli novel, saking buru-buru nya hp aku sampe ketinggalan, maka nya nggak bisa ngabarin kamu" jelas Kevin dengan sendu, jujur ia tak pandai berbohong tapi sang kekasih tampak percaya


"Iya di maafin tapi jangan di ulangin ya, aku khawatir tau"


"Iya sayang"


Gadis di dalam layar itu mengerutkan dahi nya menatap wajah Kevin yang terlihat berbeda, ia tau wajah itu, wajah yang menandakan sedang ada masalah "Kami baik-baik aja kan?"


Ntah mengapa Kevin menjadi gugup, berdehem untuk mengalihkan rasa gugup nya "Aku baik-baik aja"


"Aku kenal kamu hampir 3 tahun lebih loh"


"Aku... cuma ke inget Papa"


Terlihat senyum kikuk dari wajah Bintang sambil menggaruk kepala nya

__ADS_1


Kevin tertawa pelan saat gadis itu berusaha menghibur nya, ntah berapa lama lagi ia bisa melihat wajah cantik itu, senyum manis itu bahkan mendengar suara lembut itu.


Saat gadis yang sudah bersama nya hampir 3 tahun lebih itu tau segala nya, semua akan lenyap dan mungkin gadis yang memiliki senyum manis itu akan membenci nya, hanya untuk membayangkan nya saja ia tak sanggup.


__ADS_2