
Tok... Tok...
Ceklek...
"Aaaaa!!"
Bintang menutup kedua telinganya "Berisik!! Apaan sih teriak - teriak?"
"Lagian lo ngagetin, muka segala di putih - putihin, mirip setan" jawab Azka
"Enak aja ngatain gue setan, gue itu lagi perawatan biar kulit gue glowing, ngapain lo kesini?"
Azka tak menjawab melainkan langsung masuk tanpa di suruh, Bintang juga tidak mempermasalahkannya, lagi pula itu sudah biasa, ia ikut duduk di pinggir ranjang samping Azka dengan menyilakan sebelah kaki dan kaki yang satunya di biarkan menjutai.
"Gue mau nanya" Azka bersuara setelah beberapa saat terdiam
"Apa?" tanggapan Bintang
"Pertama kali lo ketemu sama Kevin, perasaan lo gimana?"
"Ya nggak gimana - gimana, lo kan tau sendiri dulu gue itu kayak apa, nggak gampang deket sama orang baru"
"Trus sejak kapan lo suka sama Kevin?"
Bintang menatap langit - langit kamarnya dengan menopang dagu menggunakan tangan yang bertumpu pada lutut, sambil mengingat masa - masa dirinya dekat dengan pemuda yang sekarang menjadi kekasihnya.
"Mulai suka bangetnya sih nggak tau kapan, tapi.... Kalo mulai deket setelah gue sama dia jalan berdua ke mall, yang waktu dia minta izin sama Ayah, lo inget nggak?" tanya Bintang dan terlihat Azka terdiam kemudian mengangguk "Nah setelah itu dia ngedeketin gue terus, sampe akhirnya rasa nyaman itu datang sediri"
"Oh gitu... Trus menurut lo, Mila orangnya gimana?"
Pertanyaan itu membuat kening Bintang mengkerut, namun ia tetap menjawab "Menurut gue Mila itu beda, dia sederhana, pekerja keras, polos, nggak gampang nyerah, hm... Apa lagi ya? Gue belom terlalu deket sama dia, tapi itu sih yang gue liat dari dia setelah beberapa minggu kenal"
Azka mengangguk paham mendengar jawaban dari sang Adik
"Sekarang gue yang nanya, lo beneran suka sama Mila?"
Tampak pemuda itu menghela nafas "Nggak tau"
"Perasaan lo gimana sama dia?"
"Gue ngerasa ada yang aneh"
"Aneh? Aneh gimana?"
"Ya aneh, nih ya gue jelasin, lo tau kan Abang lo ini gantengnya maksimal, kece, cool, idola kampus, inceran cewek - cewek cantik, seksi dan bohai" ucap Azka menyombongkan dirinya
"Buset, kambuh dah narsisnya" cibir Bintang namun dalam hati mengiyakan "Lanjut"
"Trus cewek - cewek banyak tuh yang ngedeketin gue, salah satunya Beby, karna gue normal jadi gue akuin kalo dia itu cantik, seksi, perfect lah, tapi tiap kali dia deketin gue, bukannya seneng malah risih, apa lagi setelah tau perbuatan dia ke lo, jadi ilfil, nah beda kalo Mila, tiap kali gue deket sama dia, natap matanya, gue selalu deg - degan, salting, rasanya pengen deket - deket dia terus, dan satu lagi, dia satu - satunya cewek yang nggak ngejer - ngejer gue" jelas Azka panjang lebar lebih tepatnya curhat
"Fix, kesimpulan gue, lo beneran suka sama Mila"
__ADS_1
"Jadi gue harus apa?"
"Saran gue, pertama lo harus cari tau dulu perasaan dia ke lo kayak apa, nah setelah it..."
"Baru gue tembak"
"Jangan terlalu gercep ntar dia kaget, kedua, lo harus bikin dia nyaman sama lo, yang ke tiga, lo harus bikin dia bergantung sama lo, dan yang ke empat, lo harus bikin dia ngerasa kalo lo itu pelindungnya" jelas Bintang
"Caranya?"
"Kalo itu sih, gue nggak tau, coba lo tanya sama temen lo, kak Dika, kak Aldy, atau kak Rey"
"Percuma nanya sama mereka, bukannya ngasih pendapat, yang ada gue di ledekin"
"Gimana kalo Kevin? Bayu? Bagas?"
"Nggak ah, bisa jatoh harga diri gue"
"Gini nih, punya Abang yang gengsinya selangit, serah dah, yang jelas gue udah ngasih pendapat dan solusi"
"Mau kemana?" tanya Azka saat melihat adiknya beranjak
"Cuci muka"
Bintang keluar dari kamar mandi sambil mengelap mukanya yang masih basah dengan handuk kecil, di lihatnya sang abang terbaring di ranjang dengan mata terpejam.
Cup
Kring... Kring...
Bintang menoleh ke ponsel yang ada di atas meja rias, senyumnya mengembang melihat nama yang tertera di sana.
"Assalamualaikum, bidadari"
Bintang terkekeh "Apaan sih? Waalaikumsalam"
"Lagi ngapain?"
"Lagi ngomong sama kamu"
"Hehe, sibuk nggak?"
"Nggak kok, kenapa?"
"Aku vidcall ya?"
"Yaudah, iyah"
Bintang menata letak ponselnya setelah sambungan terputus, belum sempat memundurkan tubuh benda pipi itu kembali berbunyi dan menampakkan seorang pemuda yang mengisi hatinya tersenyum manis setelah menggeser tombol hijau.
"Hai cantik"
__ADS_1
"Hai calon"
"Calon? Calon apa?"
"Calon... Masa depan"
Kevin tersenyum simpul "Bisa aja kamu, udah pinter sekarang, belajar dari siapa?"
"Dari kamu lah, siapa lagi"
"Ck, kan gara - gara kamu sih"
"Apa? Aku nggak ngapa - ngapain"
"Gara - gara kamu, aku jadi kangen"
"Belom juga satu hari nggak ketemu"
"Rasanya kayak satu bulan"
"Lebay lo" sahut Azka tiba - tiba yang sejak kapan sudah duduk di samping Bintang membuat sang adik reflek menoleh
"Nyaut aja lo" Bintang kembali menoleh pada Kevin yang terlihat canggung
"Hai Bang, apa kabar?" sapa Kevin, meski sudah akrab dengan pemuda yang lebih tua 3 tahun darinya, namun rasanya tetap canggung
"Baik gue" balas Azka
"Ngapain di sini? Ganggu aja" protes Bintang
"Ngawasin lo berdua"
"Yaelah, tadi aja ngatain Kevin lebay, lo sendiri juga lebay, nggak akan ngapa - ngapain juga, orang cuma vidcall, udah sana - sana keluar"
Tanpa berkata Azka langsung beranjak dan keluar dari kamar, namun sebelum itu ia mengacak rambut sang adik yang membuatnya menggerutu kesal.
Azka masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan diri ke kasur, ia menarik nafas lalu menghembusnya perlahan. Sedang asik merenung tiba - tiba saja muncul wajah Mila yang sedang tersenyum manis di langit - langit kamarnya.
Azka mengusap matanya beberapa kali untuk memperjelaskan penglihatannya, dan wajah itu semakin jelas.
Ia mendudukkan diri sambil memukul - mukul kepalanya dan tak sengaja menoleh ke cermin meja riasnya, yang lagi - lagi memunculkan wajah Mila.
"Kok mukanya muncul di mana - mana ya?" tanyanya pada diri sendiri "Udah mulai gila gue" Kemudian ia berdiri menyambar jaket dan kunci motor lalu keluar dari kamar
"Mau kemana lo?" tanya Bintang yang baru saja menuruni tangga
Azka yang awalnya fokus pada ponsel, jadi menoleh "Nongkrong"
"Hati - hati, pulangnya jangan malem, inget lo punya tanggung jawab jagain gue" tutur Bintang
"Iyah bawel, gue pergi dulu Assalamualaikum"
__ADS_1
"Waalaikumsalam"