
Sepulang Kevin, Karin dan Lina, Bintang duduk di sofa ruang keluarga sambil menikmati acara ftv yang sudah bisa di tebak alur ceritanya. Awal pertemuan dengan pertengkaran lalu jatuh cinta begitu seterusnya. Arghhh sudahlah tidak usah di fikirkan.
Mata Bintang tertuju pada layar segi panjang itu tapi pikirannya melayang entah kemana. Ia mengeluarkan benda pipih persegi panjang dan mengotak atiknya
"Ke markas sekarang ada hal penting yang mau gue bicarain, SEKARANG" ~send
Setelh mengirim pesan ia berdiri berjalan ke dapur untuk meminta izin kepada Ajeng. Izin pun ia dapatkan, tak ingin membuang waktu ia langsung mengendarai mobilnya karna jika naik bus atau anggkutan umum lainnya akan lama.
Mobil itu ia dapatkan dari sang Ayah sebagai hadiah ulang tahun, tahun lalu. Ia tidak tau mobil apa dan jenis apa yang jelas mobil itu keluaran terbaru.
Adam membelikan mobil tersebut dengan tujuan agar ia bisa berangkat sekolah kapan saja tanpa harus berdebat dengan Azka karna takut kesiangan. Tapi Bintang menolak dengan alasan takut ada laki - laki akan menggodanya.
Sebenarnya bukan takut melainkan malas untuk menanggapinya.
Memakan waktu setengah jam lebih untuk sampai ke markas, karna memang markas tersebut agak jauh lebih dari rumahnya.
Bintang memakirkan mobilnya yang berwarna merah di depan gedung tua yang penuh warna. Ia keluar dari mobil dan berjalan masuk, di sana sudah ada sahabat - sahabatnya.
Bintang : "Assalamualaikum, sorry gue telat" salamnya dan duduk di samping Bayu
"Waalaikumsalam" jawab mereka bersamaan
Bagas : "Nggak papa kita juga baru sampe kok" balasnya
Bintang : "Loh kok kalian di sini, siapa yang jagain Aril?"
Jo : "Kita lagi gantian sif lo tenang aja Aril dan keluarganya aman" jawabnya Jo sebagai pemimpin rombongan
Bintang : "Oke, inget jangan sampe lengah" peringatnya Jo dan anak buahnya mengangguk
Bima : "Jadi hal penting apa yang mau lo omongin? Sampe - sampe ngumpulin kita ke sini, biasanya lewat chat atau telfon" tanyanya
Bintang mengeluarkan dua foto wanita yang sudah di cetaknya. Yang satu foto anak kecil, yang satunya lagi wanita paruh baya.
Mereka melihat seksama foto tersebut secara bergiliran.
Bintang : "Gue mau kalian jaga dua wanita ini 24 jam" dengan penekanan pada kata '24 jam'
__ADS_1
Baim : "Mereka siapa?"
Bintang : "Anak kecil itu namanya Karin Sintia, sekolah di SMP N 1,umur 14 tahun. Dan wanita itu Marlina Sari pemilik perusahaan industri yang maju dan berkembang dengan baik, umurnya sekitar 39 tahunan. Mereka orang yang berarti dalam hidup Kevin Bagaskara, sampai di sini kalian mengerti?" jelasnya
Bima : "Oke...kita ngerti maksud lo" semua mengangguk "Kalian bagi jadi beberapa tim, masing - masing terdiri dari tiga orang, jaga rumah Kevin, sekolahan Karin, dan perusahaan nyokapnya secara bergantian , inget semua harus hati - hati" perintahnya sekaligus peringatnya.
Mereka semua mengangguk dan pergi melaksanakan tugas masing - masing, Bima kembali duduk.
Bagas : "Kok lo bisa tau mereka yang bakalan jadi sasaran dia?" tanyanya
Bintang : "Gue udah lama kenal sama dia, dan gue tau sifat dia kayak apa, lo lupa apa yang udah dia lakuin ke elo? Untung lo nggak mati"
Bagas : "iiiihhhh....iya juga sih serem banget tu orang, gue baru sekolah satu minggu aja udah bonyok apalagi kalau sebulan" ucapnya bergidik ngeri
Bayu : "Makanya kita harus selalu waspada, apalagi dia nggak segan - segan untuk menghabisi orang yang nggak salah"
Bagas : "Emang gila tu orang, siapapun jadi sasarannya"
Tania : "Iya dia nggak mandang bulu, Crystal pun jadi sasarannya sama Aril"
Crystal : "Bener untung aja Aril baik jadi gue nggak di apa - apain" ucapnya sedikit memuji
Crystal : "Ih kamu apaan sih baperan banget"
Bagas : "Lagian kamu muji - muji dia di depan aku"
Crystal : "Lah siapa yang muji dia, aku nggak muji dia emang bener kan dia baik, salahnya di mana?" tanyanya tanpa dosa
Bagas : "Au ah pikir aja sendiri" ucapnya kesal dan membuang muka dengan cemberut dan marah karna cemburu.
Crystal tersenyum merasa senang karna kekasihnya itu cemburu padanya. Ia memegang tangan Bagas mencoba merayunya.
Crystal : "Jadi kamu marah sama aku?" tanyanya tersenyum
Bagas : "Menurut kamu?" balik tanya dengan ketus dan wajah yang di tekuk
Semua yang ada di sana hanya menyaksikan dengan wajah bingung karna mereka tak tau apa yang terjadi dan tak tau hubungan mereka.
__ADS_1
Crystal : "Yaudah aku minta maaf, kamu yang terbaik dari segala cowok yang ada" ucapnya mencoba merayu Bagas
Dan betapa kagetnya mereka mendengarkan kata yang keluar dari mulut Crystal yang biasanya pedas berubah menjadi manis - semanis gula, dan lebih mengagetkan lagi kata itu di tujukan ke Bagas.
Tania : "Tunggu....tunggu ka....kalian pa....pacaran?" tanyanya terbata - bata karna terkejut
Crystal : "Ssstttt....ntar aja bahasnya" ucapnya "Bagas aku minta maaf ya, aku nggak sengaja" kembali lembut "Dia emang baik orangnya" mendapat tatapan tajam dari Bagas "Tapi kamu yang ter...ter...terbaik serius aku nggak boong, aku minta maaf ya, jangan ngambek dong" bujuknya memasang wajah imut dan tersenyum manis. Bagas yang tak tahan melihat wajah itu, ia pun melunak
Bagas : "Yaudah aku maafin, tapi jangan di ulangi lagi, aku nggak suka" peringatnya
Crystal : "Iya aku janji nggak akan ngulanginnya lagi, jadi aku di maafin?" tanyanya memastikan, Bagas tersenyum dan mengangguk "aaaaaa makasih" ucapnya memeluk Bagas dan Bagas membalas pelukan Crystal
Bima : "Woy....masih ada orang kali di sini" sewotnya
Bagas : "Sewot aja lo, bilang aja lo iri" ucapnya melepaskan pelukannya
Bayu : "Jadi bener kalian udah jadian?" memastikan mereka berdua mengangguk "Wah...parah lo nggak ngasih tau lagi"
Dev : "Emang parah lo, nggak bisa pokoknya harus pj" palaknya
Bima, Pandu, Alka, Caka, Baim, Raka, Tania, Bayu dan yang lainnya bersorak
Pj...... Pj...... Pj..... Pj...... Pj....
Pj...... Pj...... Pj..... Pj...... Pj....
Bintang : "Kok bisa sih kalian jadian?" tanyanya saat mereka selesai bersorak
Bagas : "Ya bisalah siapa sih yang bakal nolak kharisma seorang Bagas" menyombongkan dirinya. Semua melengos dan mencibir
Bayu : "Cih...sombong banget, nggak inget lo selama 1 tahun lebih di tolak" cibirnya
Bagas : "Biarin yang penting gue udah jalan, dari pada lo ngegas mulu nggak jalan - jalan, ntar di salip temen baru tau rasa lo" balasnya meremehkan
Bayu : "*****, sialan lo Gas" umpatnya
Bintang : "Emangnya lo suka sama siapa Bay?" tanyanya penasaran
__ADS_1
Bayu : "Yang jelas cewek gue kan normal, udah ah gue cabut dulu masih ada urusan" elaknya kemudian ia berdiri dan berpamitan