
Bintang sampai di kampus bersama Azka menggunakan motor, setelah mencium pipi sang abang ia masuk ke gedung kampus lebih dulu. Ya itu kebiasaan yang selalu di lakukan sejak kecil.
Kening Bintang berkerut saat melihat beberapa mahasiswa dan mahasiswi yang menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Mereka kenapa sih? Ngeliatinnya gitu banget" gumamnya "Nggak ada yang aneh kok" Bintang meneliti penampilannya sendiri
"Nanda awas!!"
Bintang menghentikan langkahnya dan memejamkan mata, ia merasakan ada sesuatu yang menepel di jidatnya.
"Bayu!!"
Di lihatnya pria itu sedang menahan jidatnya yang hanya beberapa centi lagi menabrak tiang.
"Jalan liat-liat dong, untung aja nggak kena" omel Bayu "Mikirin apa sih?"
"Coba lo liat dari ujung rambut sampe ujung kaki gue, ada yang aneh nggak?" tanya Bintang
Bayu mengerutkan keningnya, namun tetap mengikuti permintaan sahabat kecilnya itu "Nggak ada, normal-normal aja"
"Masa sih?" Bintang kembali meneliti dirinya "Yakin lo?"
"Iya yakin, nggak ada yang aneh, emang kenapa sih?"
"Soalnya dari tadi, setiap gue ketemu sama mahasiswa lain, mereka kayak natap gue beda gitu"
"Beda gimana?"
"Ya beda, kayak ada yang aneh dari gue gitu"
2 orang mahasiswi tiba-tiba melewati mereka dan menatap Bintang seperti tatapan mahasiswi sebelumnya.
"Kayak gitu tuh, aneh kan?" ucap Bintang
"Iya juga sih aneh" Bayu menggaruk tengkuknya sambil meneliti gadis di hadapannya itu "Tapi lo nggak aneh kok"
"Dasar nggak punya malu" cibir mahasiswi yang lewat
"Ngedeketin semua cowok"
"Pinter juga cari cowok kaya"
"Sok lugu"
"Keliatannya aja yang polos padahal...."
"Dasar murahan"
"Jaga ya ucapan lo" bentak Bayu yang emosi
"Bay, Bay tahan, dia cewek" ucap Bintang "Maksud kalian apasih?"
"Heh, pura-pura nggak tau lagi" jawab salah satu dari mahasiswi itu
"Lo lupa dia kan punya seribu muka" timpal temannya
"Ups, iya gue lupa, dia punya seribu muka untuk menarik perhatian para cowok"
Bintang menatap ke dua mahasiswi itu dengan tatapan mautnya "Punya mulut tuh di jaga, maksud kalian apa ngomong kayak gitu?"
"Liat mading sana, biar jelas" kedua mahasiswi itu pergi begitu saja karna takut
"Mading?"
Bayu dan Bintang langsung berjalan menuju mading, terlihat banyak orang berkerumun di sana. Mereka menerobos kerumunan tersebut, dan bisa melihat banyak tertempel foto dirinya bersama seorang laki-laki dengan saling merangkul satu sama lain yang hendak masuk kedalam rumah.
Dan juga foto dirinya bersama laki-laki lain saling berpelukan di sebuah hotel. Suasana di dalam foto tersebut malam hari.
"Apaan nih?" tanya Crystal yang baru datang bersama Tania dan Bagas
"Siapa sih yang iseng bikin ginian" timpal Tania
__ADS_1
"Kayak nggak ada kerjaan lain aja" sahut Bagas
"Siapa yang ngelakuin ini?" tanya Bayu dengan suara tinggi, namun semua orang hanya diam
"Bay!! Udahlah nggak usah teriak-teriak gitu, buang tenaga" ucap Bintang
"Bi, kok lo biasa aja sih? Ini lo lagi di hina tau nggak?" tanya Tania yang melihat tanggapan Bintang biasa saja
"Trus gue harus gimana? Emang ini bener kok" jawab Bintang santai
"Iya juga sih, mereka kan emang tinggal serumah" ucap Crystal
"Lagi pula gue udah tau siapa yang bikin berita ini" ucap Bintang, tujuannya ke satu orang
"Siapa?" tanya Bagas yang lain ikut bertanya dengan raut wajah penasaran
Bintang tersenyum miring "Tunggu aja bentar lagi, orangnya pasti datang"
Dan benar saja seorang mahasiswi dengan menggunakan pakain yang menunjukkan kalau dirinya seorang senior. Beby
"Eh, ada apa nih rame-rame?" tanya Beby sok polos
"Ada berita baru" jawab salah satu dari mereka
"Berita apa?"
"Liat aja tuh di mading"
Beby memandangi mading, sesaat tersenyum miring lalu dengan cepat merubah ekspresi wajahnya "Ya ampun!! Astaga!! Ini beneran?" tanyanya dengan ekspresi di buat terkejut sambil menutup mulutnya
"Eh ini dia orangnya" Beby melihat Bintang yang menatapnya datar "Nggak nyangka ya, tampangnya polos banget, ternyata.... Nggak usah di kasih tau lah ya, semua orang juga tau setelah liat foto ini"
"Maksud lo apa?" tanya Crystal dengan nada tinggi
"Bintang nggak kayak gitu" timpal Tania
"Jaga ucapan lo, kalo bukan cewek, udah gue tonjok lo" sahut Bayu
Bintang maju selangkah "To the point aja, lo kan yang ngelakuin ini"
"Pinter juga lo, kalo iya emangnya kenapa?"
"Tujuan lo apa?"
"Tujuan gue, supaya lo jauh sama Azka, gue tau lo cuma mau manfaatin Azka doang kan, lagi pula lo juga udah punya pacar, so jauhin Azka"
"Azka itu–"
"Siapa lo nyuruh gue jauhin Azka?" tanya Bintang
"Gue calon tunangannya Azka" jawab Beby dengan lantang
Pffft
Bintang dan yang lainnya menahan tawa
"Eh mbak senior, kalo mimpi jangan ketinggian, ntar nyangkut" ucap Bagas dengan kekehan
"Lagi pula Azka nggak akan mau tunangan sama lo" ucap Bintang
"Maksud lo apa?" teriak Beby sambil mendorong Bintang
Kevin yang tiba-tiba datang langsung menangkap Bintang "Kamu nggak papa?"
Bintang menoleh "Aku nggak papa"
"Santai dong lo" teriak Bagas yang ikut menangkap Bintang
"Lo jadi cewek kasar banget sih" ucap Kevin pada Beby "Bisa kan nggak pakek dorong"
"Lo itu udah di permainin sama dia, masih juga di belain" ucap Beby
__ADS_1
"Maksud lo apa? Di permainin apa?" tanya Kevin
"Tuh lo liat foto-foto itu, dia masuk ke dalam satu rumah sama Azka, calon tunangan gue, malem-malem lagi, ngapain coba?"
"Karna itu rumah kita" sahut Azka yang datang bersama Riyan dan Dika
"Maksudnya?" tanya Beby
"Beby, otak lo masih berfungsi kan? Maksud dari rumah kita itu, ya berarti mereka satu rumah" jelas Dika
"Hah?! Kok bisa?"
"Ya bisalah, orang mereka saudara" jawab Riyan
"Hah?!"
"Denger semuanya" teriak Azka "Gue sama Bintang itu saudara, jadi kalo ada yang gangguin dia, berurusan sama gue" ancamnya "Dan satu lagi, dia bukan calon tunangan gue" menunjuk Beby
Pffft
Semua menahan tawa
"Udah jelas kan? Sekarang bubar!!" ucap Bayu bersama Bagas "Bubar!!"
Azka dan Bintang mendekati Beby di sertai tatapan mautnya membuat gadis modis itu menelan ludah dengan susah payah
"Kalo nggak tau apa-apa, lebih baik diem, nggak usah nyebarin berita murahan kayak gini, pakek ngaku-ngaku tunangan bang Azka lagi" Bintang tersenyum mendengus "Sekarang siapa yang malu?"
"Sekali lagi lo berulah sama adek gue, gue jamin lo nggak akan bisa liat matahari lagi besoknya" ancam Azka
Tubuh Beby bergetar hebat melihat tatapan kakak beradik itu, yang tadi wajahnya merah karna marah sekarang menjadi pucat karna takut. Tanpa berkata ia langsung pergi.
"Pucet banget mukanya" celetuk Crystal di angguki Tania
"Gue takut dia tiba-tiba pingsan di tengah jalan" ucap Dika
"Hahahahaha"
"Lo nggak papa?" tanya Azka pada adiknya
Bintang menggeleng "Nggak papa kok"
"Kok bisa dia ngira lo pacar Azka?" tanya Riyan
"Nggak tau juga" Bintang mengangkat bahunya
"Maaf ya, aku lama datengnya" ucap Kevin dengan raut bersalah
Bintang mengelus pipi Kevin dan tersenyum "Kamu dateng tepat waktu kok"
"Kalo mau mesra-mesraan, liat tempat dong" ucap Riyan
"Hahaha, dasar jomblo" ejek Azka
"Nggak sadar diri lo" ujar Dika
"Eits, sebentar lagi status jomblo yang melekat di diri gue, akan musnah"
"Gue do'ain lo di tolak" timpal Riyan
"Siapa yang bisa nolak pesona seorang Azka Nicholas Willow" ucap Azka sambil merapikan rambutnya
"Sombong amat!!"
******
Aku rasa eps ini feelnya kurang dapet, maaf ya
Komen yang banyak
Vote juga
__ADS_1
Makasih