Cewek Tomboy Pujaan Hati

Cewek Tomboy Pujaan Hati
74 ?


__ADS_3

Azka masuk ke dalam rumah setelah menyimpan motor kesayangannya di bagasi, ia langsung masuk ke dalam kamar adiknya tanpa mengetuk pintu, seperti biasa ia langsung merebahkan diri ke kasur sang adik.


Bintang yang sedang mengerjakan tugas menoleh "Baru pulang?" tanyanya setelah melihat jam yang tersangkut di dinding kamarnya


Azka menjawab dengan deheman tak lama kemudian ia mendudukkan diri menatap Bintang yang kembali mengerjakan tugas "Dek!"


"Hm"


"Lo mau nggak bantuin gue?"


"Bantuin apa?"


Pemuda itu berdiri dan berpindah duduk di samping Bintang setelah menarik kursi "Bantuin gue cari tau tentang Mila"


"Kenapa nggak lo tanya langsung aja ke orangnya"


"Gue nggak punya keberanian"


Bintang melengos "Cemen banget jadi cowok"


"Bukan gitu, gue juga nggak tau kenapa kalo lagi deket dia lidah gue kayak kaku, nggak bisa gerak"


Gadis itu merubah posisi menghadap sang abang dengan serius "Sekarang gue tanya, lo beneran suka sama Mila atau sekedar penasaran aja karna dia beda dari cewek lainnya?"


"Gue juga nggak tau" jawab Azka menyenderkan tubuhnya


"Saran gue sih mending lo yakinin perasaan lo dulu, gue takutnya yang lo rasain sekarang ini cuma sebatas penasaran aja"


"Tapi lo mau kan bantuin gue?"


"Tenang aja, adek lo yang cantik, yang manis, yang cerdas dan yang imut ini akan membantu abangnya yang sedang berusaha untuk merubah statusnya"


Azka tersenyum sambil mengelus pucuk kepala sang adik "Okey, gue ke kamar dulu, lo belajarnya jangan lama-lama, jangan begadang telfonan sama Kevin, tidur"


"Iya abangku sayang" balas Bintang


cup....


Azka keluar dari kamar Bintang dan istirahat di kamarnya


*****


Ting.. Tong..


Ting.. Tong..


"Tumben pencet bel, biasanya langsung masuk" ucap gadis pemilik rumah


"Kalo pintunya nggak di kunci, gue udah masuk dari tadi" balas Bayu


"Mau ngapain?"


"Numpang makan" jawab Bayu yang langsung melangkah masuk tanpa di suruh


Bintang mencibir "Ini rumah bukan restoran"


"Iya tau, makanya gue bilang numpang bukan beli"


Bintang mendengus sambil menggelengkan kepala melihat kelakuan sahabatnya


"Pagi bang"

__ADS_1


Azka menoleh sekilas, pemuda itu masih sibuk memasukkan buku ke dalam tasnya "Pagi Bay, gue kira Kevin, tumben tuh anak belom dateng?"


"Nggak tau, mungkin masih di jalan" jawab Bintang


Hingga sarapan selesai pun Kevin tak kunjung datang, bahkan Bintang sudah menelponnya berulang kali, tapi tak ada jawaban


Azka duduk di sebelah sang adik dengan menenteng sepatunya "Masih belom dateng?"


"Belom"


"Bareng gue aja yuk, mungkin Kevin ada kuis dadakan, lupa ngasih tau" sahut Bayu


"Gue bareng bang Azka aja, lo mau jemput Tania kan"


"Nggak bisa, gue mau jemput Mila" balas pemuda yang memasang kaos kakinya, sebelum itu ia menyodorkan ke hidung sang adik yang mendapatkan sebuah tabokan


"Iya deh tau yang lagi di mabuk cinta" cibir Bintang pada pemuda yang memasang senyum manisnya


"Nggak papa bareng gue aja, Tania berangkat bareng Crystal" ujar Bayu


"Yaudah gue bareng lo aja" gadis itu berdiri "Gue berangkat dulu"


"Gue juga mau berangkat"


*****


Selesai mengikuti kelas pertama Bintang mendatangi kelas kekasihnya. Tepat di depan kelas Kevin, Bintang melihat pemuda itu sedang berbincang dengan seorang wanita, mungkin teman sekelasnya, mereka terlihat begitu akrab. Cukup lama Bintang berdiri di sana menunggu pemuda yang ingin ia temui selesai bicara.


"Hai!" sapa Kevin, ia mengerutkan dahi saat respon gadis di hadapannya sangat cuek "Kamu kenapa kayak bete gitu?"


"Nggak papa, dia siapa?" tanya Bintang dengan ekor mata melirik sinis gadis yang tadi berbicara dengan kekasihnya


"Ih nggak nyambung, nanyanya apa jawabnya apa"


"Namanya Kinan, temen satu kelas, dia nanya tentang pelajaran yang tadi"


"Harus kamu banget gitu, emang dia nggak merhatiin dosennya sampe-sampe nanya kamu lagi"


Kevin mencubit pipi kekasihnya dengan gemas "Emm.. pacar aku cemburunya lucu banget sih"


Gadis menepis tangan pemuda yang masih asik mencubit pipinya "Emang kamu doang yang boleh cemburu"


"Iya, boleh kok, malahan aku seneng kalo kamu cemburu, udah nggak usah di pikirin, dia cuma temen kelas nggak lebih, hati aku cuma buat kamu"


Bintang menahan senyumnya "Bener?"


"Iya sayang"


Akhirnya gadis itu menampilkan senyum lebarnya "Ayok kantin, aku laper"


"Uuh.. kasian pacar aku laper" ucap Kevin dengan nada manja


"Ih.. apaan sih kamu, aku geli"


"Hahaha.. ayok kantin" Kevin merangkul kekasihnya dan berjalan menuju kantin


******


"Bi!"


"Hm.."

__ADS_1


Kevin berdehem "Aku mau minta maaf karna tadi pagi kamu nggak bisa jemput kamu"


"Aku nggak papa sih kalo kamu nggak bisa jemput, tapi aku marah kalo kamu nggak ngabarin aku, aku tuh khawatir tau"


Omelan gadis itu membuat Kevin tersenyum "Jadi tadi pagi tiba-tiba mama drop, aku bawa dia ke rumah sakit, mak-"


"Mama kamu sakit? kok bisa? sakit apa?"


"Ada masalah sedikit di perusahaan, gara-gara mikirin itu mama jadi stress, kecapean, dan sekarang masuk rumah sakit, trus tadi pagi setelah anter mama ke rumah sakit, aku anter Karin ke sekolah dulu, aku lupa ngabarin kamu, maaf ya" jelas Kevin panjang lebar


"Iya nggak papa, trus sekarang keadaan mama kamu?"


"Kata dokter udah membaik, tapi masih harus banyak istirahat"


Bintang mengelus lengan kekasihnya itu "Cepet sembuh ya buat mama kamu"


"Makasih sayang"


"Eh, gimana kalo pulang kampus nanti aku jenguk mama kamu"


"Emm.. calon mantu yang baik, boleh"


*****


Sepulang kuliah Bintang dan Kevin pergi ke rumah sakit, sesuai rencana mereka tadi


"Ayok masuk" ucap Kevin pada kekasihnya yang di balas dengan anggukan


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


"Kak Bintang!!" teriak seorang gadis berseragam putih abu-abu dan langsung memeluk Bintang


"Ini rumah sakit bukan pasar, jangan berisik mama lagi sakit" omel Kevin "Saudara lo itu gue" tambahnya kemudian mencium punggung tangan wanita paruh baya yang sedang terbaring lemah di atas bankar


"Kalo sama bang Kevin kan ketemu tiap hari, kalo sama kak Bintang jarang ketemu" balas Karin "Kak Bintang kok sekarang udah jarang ke rumah, Karin kangen tau"


"Kak Bintang juga kangen main bareng kamu, nanti kak Bintang janji akan main ke rumah"


"Kapan? besok ya"


"Karin" panggil Lina dan yang di panggil menoleh "Besok kan kak Bintang kuliah, kamu juga jangan maksa gitu dong"


Bintang meraih dagu gadis kecil itu yang tiba-tiba murung untuk menatapnya "Kak Bintang janji setelah mama kamu pulang, kakak akan main bareng kamu ya"


Mata Karin berbinar "Bener ya kak?"


"Iya kakak janji, jangan sedih lagi ya" jawab Bintang di balas anggukan antusis oleh adik dari kekasihnya itu, ia mendekat ke bankar Lina "Tante gimana kabarnya?" tanyanya setelah menyalami wanita itu


"Udah baikan kok, mungkin hari ini juga pulang" jawab Lina


"Nggak!!" sahut Kevin "Mama nggak boleh pulang sebelum bener-bener sembuh"


"Kevin bener, tante harus tetep di sini sampe bener-bener pulih" timpal Bintang


"Tapi mama nggak beteh lama-lama di sini"


"Pokoknya mama harus ikutin kata Kevin, titik"


Mau tak mau Lina mengiyakan keinginan anak sulungnya itu

__ADS_1


__ADS_2