Cewek Tomboy Pujaan Hati

Cewek Tomboy Pujaan Hati
51 Labrak


__ADS_3

Bintang menyandarkan punggungnya ke sofa tua, menatap terangnya langit dan merasakan hembusan angin, menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. Ia menoleh saat mendengar derap kaki mendekat.


"Lo Bintang kan? Adiknya Azka" tanya Aldy


Bintang menegakkan posisi duduknya menatap 3 pria yang sudah duduk di depannya "Iyah"


"Lo ngapain di sini?" tanya Roy


"Nggak ngapa - ngapain" jawab Bintang "Kalian ngapain di sini?"


"Ini tempat kita" jawab Aldy


"Oh, sorry gue nggak tau" ucap Bintang


"Santai aja" balas Aldy, Bintang tersenyum


Deg


"Gue duluan, masih ada kelas" ucap Bintang sambil berdiri dan mendapat anggukan


Rey manatap punggung Bintang yang menjauh


"Inget, udah punya PACAR" ucap Roy menekankan kata pacar


"Apa salahnya, orang udah nikah aja bisa di tikung" sahut Aldy


"Gue ngomong gitu, karna dia adiknya Azka, kalo bukan, gue juga dukung Rey" balas Roy


"Berisik lo bedua" Rey meletakkan kedua tangan ke belakang kepala menjadikannya bantal


*******


Bintang menuruni tangga dan berjalan di lorong yang sedang sepi, di tengah jalannya ia berhadapan dengan seorang gadis. Bintang memberi jalan pada gadis itu, tapi sang gadis tidak bergerak sama sekali.


Bintang hendak melanjutkan jalan namun gadis tersebut menghadangnya, ia bergeser ke kanan dan gadis itu ikut bergeser ke kanan. Kali ini Bintang bergeser ke kiri, dan lagi - lagi gadis itu ikut bergeser.


Bintang menghela nafas menahan amarah yang sebentar lagi akan meledak "Mau lo apa?" tanyanya datar


"Mau gue lo jauhin Azka" jawab Beby

__ADS_1


Bintang mengerutkan keningnya "Kenapa gue harus jahuin Azka? Emang lo siapa?"


"Gue calon tunangannya Azka" jawab Beby Bintang menahan tawanya "Gara - gara lo hubungan gue sama dia jadi renggang" tambahnya "Gue tau lo udah punya pacarkan? Dan lo deketin Azka cuma mau manfaatin dia doang iya kan?"


Bintang tertawa remeh "Yang pertama, kalo mimpi jangan ke jauhan ntar nyasar, yang kedua, hubungan lo sama dia renggang bukan karna gue, dia bosen kali sama lo, dan yang ke terakhir, iya gue akuin gue udah punya pacar, dan Azka nggak tau itu, selama dia nggak tau gue aman,


"Dan itu nggak akan lama, setelah gue tunjukin ini" Beby memperlihatkan foto Bintang dan Kevin yang sedang bermesraan di ponselnya


"Lo pikir Azka percaya? Dia lebih percaya sama gue dari pada lo"


Beby mengepalkan tangannya, wajah memerah menahan emosi, Bintang menahan tawanya melihat wajah kesal seniornya itu. Beby mendorong tubuh Bintang hingga terbentur tembok, Bintang meringis kecil menahan rasa sakit di punggungnya.


"Lo itu mahasiswi baru di sini, jadi jangan sok deh" ucap Beby meninggikan suaranya "Gue ingetin sama lo, jahuin Azka atau lo tau sendiri akibatnya" ancamnya


"Gue nggak takut sama ancaman murahan lo itu" tantang Bintang "Gue yakin Azka lebih milih gue dari pada lo, Minggir!!" Bintang mendorong Beby dan pergi


"Sialan!!" umpat Beby


*****


"Sialan tu senior, berani - beraninya ngancam gue, mentang - mentang senior, trus gue takut gitu, nggak sama sekali" gerutu Bintang sambil berjalan


"Hai, Bi" sapa Bagas


"Kenapa lo? Cemberut gitu, beramtem sama Kevin?" tanya Bagas


"Nggak kok, lagi nggak mood aja" jawab Bintang, Bagas mengangguk "Tumben sendiri, biasanya nempel mulu sama Crystal, mana dia?"


"Hehe.... Dianya lagi ada praktek, makanya pisah dulu"


Bintang mengangguk "Lo mau ke mana?"


"Nggak kemana - mana sih, jalan - jalan aja sambil nunggu Crystal"


"Oh, yaudah kalo gitu, gue ke kelas dulu" pamit Bintang


"Gue anterin" ucap Bagas mulai berjalan bersama Bintang


"Emang gue anak kecil"

__ADS_1


"Jaga - jaga aja, siapa tau nanti ada senior yang gangguin lo"


"Alah alesan, bilang aja lo mau tp - tp kan" tuduh Bintang


Bagas menyengir "Sekalian"


"Hmm dasar" Bintang memukul pelan lengan Bagas "Gue aduin sama Crystal baru tau rasa lo"


"Jangan dong Bi, bisa abis gue"


Bintang terkekeh "Awas ya lo, kalo sampe Crystal nangis, gue orang pertama yang bikin lo babak belur" ancamnya


"Tenang aja Bi, nggak akan gue biarin air mata Crystal jatuh setetes pun" ucap Bagas


"Gue pegang ya janji lo"


"Asiaaap"


*****


Setelah mengantar Bintang, Bagas berjalan santai menuju ruang praktik sang kekasih. Tak sedikit mahasiswi yang memandangi dan memberikan berbagai godaan serta cuitan padanya, ya memang parasnya yang tampan, Bagas membalas mereka dengan senyuman serta kedipan mata yang membuat mereka senangnya bukan main.


"Hai, cantik" sapa Bagas begitu sampai di depan ruang praktik kekasihnya


"Hai" balas Crystal tersenyum


"Gimana, lancar prateknya?"


"Lancar dong, kamu dari mana?"


"Jalan - jalan aja, trus nggak sengaja ketemu sama Bintang, yaudah aku anter aja dia ke kelas, setelah itu ke sini" jelas Bagas


Crystal menyipitkan matanya "Bener?" sambil menunjuk


Bagas tersenyum dan mengaitkan jari telunjuknya dengan telunjuk kekasih lalu menciumnya "Bener sayang"


"Awas aja kalo boong"


"Nggak akan" ucap Bagas "Gemesin banget sih" sambil mengacak rambut Crystal dengan gemas

__ADS_1


"Aku laper" rengek Crystal


"Yaudah, ayok ke kantin" ajak Bagas di angguki Crystal


__ADS_2