
Tangan Kevin terulur menyentuh pucuk kepala gadis yang duduk di kursi penumpang dengan wajah cemberut "Kamu kenapa sih? Kok cemberut, aku bikin salah ya?"
Bintang menoleh kemudian menggeleng "Aku lagi kesel sama bang Azka"
"Kesel kenapa?" tangan Kevin beralih menggenggam tangan Bintang lalu mengecupnya
"Dia lagi deketin cewek"
Dahi Kevin mengerut "Hm? Kenapa kesel? Bukannya bagus ya"
"Iya bagus, tapi yang bikin aku kesel itu, dia nggak ngenalin ke aku"
"Kamu sabar dong, nanti juga di kenalin, namanya juga PDKT"
"Ya minimal kasih tau namanya, atau tunjukin fotonya, ini nggak sama sekali"
Kevin terkekeh "Biar kamu nggak bete dan nggak kesel lagi, aku beliin ice cream, mau?"
Bintang langsung mengangguk dengan antusias, jika mendengar kata ice cream apa pun yang di rasakan atau di pikirkan akan hilang seketika.
*****
Azka menatap wajah gadis yang ada di hadapannya, dengan jarak beberapa centi seperti ini membuat detak jantungnya berpacu lebih cepat.
Gadis yang sedang fokus mengolesi salep pada pipinya telah berhasil membuat organ dalam dadanya berdebar, bahkan hanya sekedar melihat senyum manisnya. Sungguh anugrah terindah.
Azka terus saja memperhatikan lekuk wajah Mila, hingga mata teduh itu juga menatap mata elangnya. Cukup lama kedua mata itu bertabrakkan sampai pelayan datang mengalihkan pandangannya.
Mila mengehela nafas yang sempat ia tahan, ntah mengapa mata elang itu selalu saja menghipnotisnya.
"Ayok makan" ucap Azka
"Iyah" Mila meraih sendok dan memakan makanannya
"Enak nggak?" tanya Azka
"Enak, enak banget malah" ungkap Mila
"Serius?"
"Iyah, biasanya aku makan sayur kangkung, sayur bayam, ikan teri, ikan asin, sayur as-, eh maaf - maaf" Mila menutup mulutnya yang terus saja berceloteh "Nih mulut kenapa nggak bisa di rem sih?" gumamnya
Azka terkekeh "Gue suka sama cewek yang pinter ngomong"
Mila tersenyum malu
*****
"Katanya mau beli ice cream, ngapain ke sini?" tanya Bintang saat Kevin menghentikan mobilnya di depan sebuah cafe
"Kita sambil makan, aku laper, kamu juga laper kan" jawab Kevin sambil membuka sealbelt, ia juga membuka sealbelt sang kekasih
__ADS_1
Keduanya masuk ke dalam cafe yang terlihat cukup ramai, karna memang jam makan siang.
"Vin, kamu duluan aja duduk, aku mau ke toilet" ucap Bintang
"Kamu pesen apa?"
"Samain aja, tapi minumnya ju-"
"Jus alpukat" potong Kevin
Bintang mengangguk sambil tersenyum kemudian pergi dan Kevin berjalan menuju meja yang kosong.
*****
"Oh jadi ini ceweknya?"
Nyaris bersamaan Mila dan Azka mendongak
"Bintang!!" gumam Mila dengan panik, ia langsung berdiri "Bi, in...ini nggak seperti yang kamu liat, aku sama kak Azka nggak ada apa - apa kok, iya kan kak?" matanya beralih ke pemuda Azka yang memasang wajah bingung begitu pun dengan Bintang yang mengerutkan alisnya
Azka berdiri "Kalian kenal?"
"Iyah" jawab Bintang "Kenapa?"
"Aduh, Bintang kamu jangan salah paham dulu, kak ayok jelasin, jangan diem aja" ucap Mila
Azka ingin bersuara namun terhenti saat kedatangan seorang pria
"Nyebok" jawab Azka asal
"Bang!!" tegur Bintang "Kayaknya di sini ada kesalah pahaman deh, gimana kalo jelasinnya sambil duduk pegel nih" ucapnya
*****
Bagas menghentikan motornya di pinggir jalan yang sedikit sepi membuat gadis yang di boncenginya mengerutkan dahi
"Kenapa berhenti?" tanya Crystal
Bagas melepaskan helm dan turun dari motor lalu menarik kekasih untuk ikut turun dan duduk di bangku yang tak jauh dari motornya.
"Kamu masih marah?"
Crystal memalingkan wajahnya "Nggak"
"Bohong, kalo nggak marah kenapa diemin aku?"
"Nggak papa, pengen diem aja"
Bagas menangkup wajah Crystal "Aku minta maaf, jangan diemin aku kayak gini, aku nggak bisa di diemin sama kamu" ia mengecup kening kekasih "I love you"
Blush....
__ADS_1
Crystal menggigit bibir dalam bagian bawahnya menahan senyum yang akan terukir, ia menoleh ke segalah arah untuk meredakan rasa panas di seluruh wajahnya.
"Maaf" ucap Bagas dengan lembut
Crystal kembali menatap Bagas terlihat ada ketulusan di mata sipit itu, kemudian ia mengangguk "Jangan di ulangin lagi"
"Iya sayang, aku janji nggak akan ngulangin lagi, makasih ya" pemuda itu mencium kedua punggung tangan Crystal "Sebagai permintaan maaf aku, kita jalan ke mall, mau?"
"Iya mau"
Bagas tersenyum lalu kembali mengiring kekasih ke motor.
****
"Jadi kalian itu saudara?" tanya Mila memastikan setelah mendengar penjelasan Bintang
"Iyah, satu produksi" jawab Azka "Kenapa lo bisa mikir kalo kita pacaran"
"Ya abis, kalian deket banget, kayak orang pacaran" jawab Mila
Bintang menghela nafas sambil menyandarkan punggungnya, ia menoleh ke sang abang saat mendapatkan tendangan pelan pada kakinya.
Terlihat pemuda itu memberi kode, awalnya Bintang tak mengerti namun akhirnya ia memutar bola matanya.
"Kevin, kita pindah meja yuk" ajak Bintang
"Loh kenapa?" tanya Kevin tapi tak lama ia mengiyakan setelah mendapat pelototan dari calon kakak ipar, keduanya berdiri dan beranjak setelah berpamitan.
"Hey!!" tegur Azka membuyarkan lamunan Mila "Lo itu kenapa sih hobi banget ngelamun? Kerasukan baru tau rasa lo"
"Ish... Kak Azka kok ngomongnya gitu" dengus Mila
"Ya abis lo bengong mulu, mikir apa sih?"
"Aku seneng aja kak Azka nggak pacaran sama Bintang" tanpa sadar Mila bergumam sangat pelan
"Apa? Lo bilang apa?"
"Eh... Nggak, aku nggak ngomong apa - apa" elak Mila "Oh ya, ini udah mau sore, aku harus pulang, takutnya ibu khawatir"
"Oh yaudah, ayok gue anter" ucap Azka sambil mengambil tas dan menyampirnya ke bahu
"Nggak usah kak, aku bisa pulang sendiri"
"Nggak bisa gitu dong, kan gue yang bawa lo ke sini, jadi harus gue juga yang anterin lo pulang"
Mila menghela nafas, mau tak mau ia ikut berdiri dan mengikuti seniornya itu.
Azka menghentikan langkahnya dan otomatis gadis di belakangnya ikut berhenti, ia menarik lengan gadis itu menjadi di sebelahnya "Gue bukan pengawal"
Mila terus menatap tangannya yang di gandeng oleh Azka hingga tanpa sadar bahwa dirinya sudah berada di samping motor gede berwarna hitam yang membawanya tadi.
__ADS_1
Di lihatnya pemuda itu menyuruh naik dengan gerakan kepala, tanpa membantah ia pun naik ke jok motor bagian belakang.